Abu Lu’lu’ah : Pembunuh Khalifah Umar bin Khattab

Abu Lu’lu’ah (Arab: أبو لؤلؤة), yang juga dikenal sebagai Fayruz (Firuz) an-Nahawandi, merupakan salah satu tokoh paling kontroversial dalam sejarah Islam. Namanya dikenal karena menjadi pelaku pembunuhan Khalifah kedua, Umar bin Khattab RA, pada tahun 23 Hijriah (644 M). Peristiwa tersebut menjadi salah satu titik balik penting dalam sejarah Khulafaur Rasyidin karena membuka jalan bagi terpilihnya Utsman bin Affan sebagai khalifah.

Meskipun hampir seluruh sumber sejarah Islam sepakat bahwa Abu Lu’lu’ah adalah pembunuh Umar, terdapat perbedaan pendapat mengenai latar belakang agama, motif, hingga apakah ia bertindak sendirian atau sebagai bagian dari sebuah konspirasi.

Info Belanja 100 Produk Terlaris di Shopee Minggu Ini


# Siapa Abu Lu’lu’ah?

Mayoritas kitab sejarah klasik menyebut Abu Lu’lu’ah bernama Fayruz atau Firuz, seorang budak asal Persia milik al-Mughirah bin Syu’bah.

Ia dikenal memiliki keahlian sebagai:

  • pandai besi,
  • tukang kayu,
  • pengukir,
  • pembuat alat-alat logam.

Karena keahliannya tersebut, al-Mughirah meminta izin kepada Umar agar Abu Lu’lu’ah dapat tinggal di Madinah.

Rujukan

  • Tarikh ath-Thabari
  • Al-Bidayah wa an-Nihayah karya Ibnu Katsir
  • Ath-Thabaqat al-Kubra karya Ibnu Sa’d

# Agama Abu Lu’lu’ah

Para sejarawan berbeda pendapat mengenai agamanya.

Sebagian riwayat menyebut:

  • Majusi (Zoroaster)

Sebagian lain menyebut:

  • Nasrani (Kristen)

Namun hampir seluruh sumber sepakat bahwa ia berasal dari Persia.


# Perselisihan dengan Umar

Riwayat yang paling banyak disebut menceritakan bahwa Abu Lu’lu’ah mengeluhkan besarnya pungutan yang harus ia bayarkan kepada tuannya.

Ia datang kepada Umar bin Khattab meminta keringanan.

Umar menanyakan pekerjaannya.

Ketika mengetahui bahwa Abu Lu’lu’ah memiliki banyak keahlian, Umar menilai pungutan tersebut masih wajar sehingga tidak mengubah keputusan.

Sejak saat itu Abu Lu’lu’ah dikatakan menyimpan dendam kepada Umar.

Riwayat bahkan menyebut ia pernah berkata akan membuat “penggilingan” yang akan dikenang semua orang, yang kemudian dipahami sebagai ancaman terselubung.


# Pembunuhan Umar bin Khattab

Peristiwa terjadi ketika Umar memimpin shalat Subuh di Masjid Nabawi.

Abu Lu’lu’ah menyembunyikan belati bermata dua.

Saat Umar mulai memimpin shalat, Abu Lu’lu’ah menyerangnya berkali-kali.

Beberapa jamaah yang berusaha menangkapnya juga ikut terkena tikaman.

Riwayat berbeda dalam jumlah korban tambahan, tetapi mayoritas menyebut beberapa orang ikut terbunuh.

Umar mengalami luka parah dan wafat sekitar tiga hari kemudian akibat luka tersebut.


# Nasib Abu Lu’lu’ah

Tentang akhir hidupnya terdapat dua riwayat utama:

  1. Bunuh diri menggunakan belatinya sendiri.
  2. Dibunuh oleh kaum Muslim setelah ditangkap.

Mayoritas kitab sejarah Sunni lebih cenderung kepada riwayat bahwa ia bunuh diri setelah aksinya gagal melarikan diri.


# Dugaan Adanya Konspirasi

Sejak masa awal Islam muncul dugaan bahwa Abu Lu’lu’ah tidak bekerja sendirian.

Beberapa nama yang pernah disebut dalam sebagian riwayat adalah:

  • Hurmuzan
  • Jufainah

Namun para ulama sejarah berbeda pendapat mengenai kekuatan riwayat-riwayat tersebut.

Sebagian menilai tuduhan itu tidak memiliki bukti yang cukup kuat sehingga tidak dapat dipastikan sebagai fakta sejarah.


# Pandangan Ahlus Sunnah

Dalam literatur Sunni klasik:

  • Abu Lu’lu’ah dipandang sebagai pembunuh Khalifah Umar.
  • Tidak dianggap sebagai tokoh yang berjasa.
  • Perbuatannya dipandang sebagai kejahatan besar terhadap salah satu sahabat utama Nabi.

Hal ini dapat ditemukan dalam karya:

  • Ibnu Katsir
  • Ibnu Sa’d
  • ath-Thabari
  • adz-Dzahabi

# Pandangan Sebagian Kalangan Syiah

Dalam sejarah Syiah terdapat keragaman pandangan.

Sebagian ulama Syiah klasik maupun kontemporer tidak memberikan penghormatan khusus kepada Abu Lu’lu’ah.

Namun dalam sejarah juga pernah muncul sebagian kelompok yang memandangnya secara positif karena dianggap membunuh Umar. Bahkan pernah berkembang tradisi penghormatan terhadap makam yang dinisbatkan kepadanya di Kashan, Iran. Tradisi tersebut tidak mewakili seluruh mazhab Syiah dan juga mendapat kritik dari sejumlah ulama Syiah sendiri.


# Kitab-Kitab Rujukan Utama

Beberapa kitab klasik yang membahas Abu Lu’lu’ah antara lain:

  1. Tarikh ath-Thabari (Tarikh ar-Rusul wa al-Muluk) – Imam ath-Thabari.
  2. Al-Bidayah wa an-Nihayah – Imam Ibnu Katsir.
  3. Ath-Thabaqat al-Kubra – Ibnu Sa’d.
  4. Al-Kamil fi at-Tarikh – Ibnu al-Atsir.
  5. Muruj adh-Dhahab – al-Mas’udi.
  6. Al-Isti’ab fi Ma’rifat al-Ashab – Ibnu Abdil Barr.
  7. Siyar A’lam an-Nubala’ – Imam adz-Dzahabi.

# Kesimpulan

Abu Lu’lu’ah merupakan tokoh yang tercatat dalam sejarah Islam sebagai pembunuh Khalifah Umar bin Khattab RA. Sumber-sumber sejarah klasik hampir sepakat mengenai identitasnya sebagai budak asal Persia milik al-Mughirah bin Syu’bah dan mengenai peristiwa pembunuhan tersebut. Namun terdapat perbedaan pendapat mengenai agama yang dianutnya, motif sebenarnya, serta ada atau tidaknya pihak lain yang terlibat. Karena itu, dalam mengkaji sosok Abu Lu’lu’ah, penting untuk membedakan antara fakta yang didukung oleh banyak riwayat dan klaim-klaim yang masih diperselisihkan oleh para sejarawan.

— Arya Wiranegara 

Sejarah Islam 

Sumber : https://adajuga.com/abu-luluah/

.