Yahya bin Zaid Keturunan Nabi Muhammad SAW Wafat Dibunuh oleh Pasukan Khilafah Dinasti Umayyah, Kepala Dipenggal, Tubuh Disalib dan Digantung di Tempat Umum Yahya bin Zaid (w. 125 H/743 M) merupakan putra dari Zaid bin Ali bin Husain, cucu dari Imam Husain bin Ali dan keturunan Nabi Muhammad SAW. Dalam Tarikh al-Rusul wa al-Muluk karya Imam al-Tabari, kisah Yahya bin Zaid diceritakan sebagai kelanjutan dari pemberontakan ayahnya terhadap pemerintahan Dinasti Umayyah. Al-Tabari menyusun riwayat-riwayat tersebut berdasarkan berbagai sanad yang ia himpun dari para ahli sejarah awal Islam, tanpa selalu memberikan penilaian akhir atas setiap riwayat. # Latar Belakang Setelah Zaid bin Ali gugur dalam pemberontakan di Kufah pada tahun 122 H/740 M, Yahya bin Zaid berhasil meloloskan diri. Pemerintah Umayyah menganggapnya sebagai tokoh yang berpotensi meneruskan gerakan ayahnya sehingga ia terus diburu oleh aparat negara. Menurut al-Tabari, Yahya sempat berpindah-pindah wilayah sebelum akhirnya menuju Khurasan. Daerah ini dikenal memiliki banyak kelompok yang tidak puas terhadap pemerintahan Umayyah sehingga dianggap sebagai tempat yang memungkinkan untuk menghimpun dukungan. Info Belanja 100 Produk Terlaris di Shopee Minggu Ini # Penangkapan dan Pembebasan Dalam riwayat al-Tabari disebutkan bahwa Yahya pernah ditangkap atas perintah gubernur Umayyah. Namun setelah terjadi pergantian pejabat pemerintahan, ia akhirnya dibebaskan. Meskipun demikian, kebebasannya tidak berlangsung lama karena aparat tetap mengawasi setiap gerakannya. Sesudah bebas, Yahya kembali menuju Khurasan dan mulai mengumpulkan para pendukungnya. # Gerakan di Khurasan Al-Tabari menjelaskan bahwa jumlah pengikut Yahya tidak besar. Mereka berasal dari berbagai kabilah Arab maupun penduduk setempat yang bersimpati kepada Ahlul Bait. Gerakan Yahya bertujuan menentang pemerintahan Umayyah yang dianggap tidak adil serta melanjutkan cita-cita ayahnya dalam menegakkan pemerintahan yang lebih sesuai dengan prinsip-prinsip Islam menurut keyakinannya. # Pertempuran Terakhir Pemerintah Umayyah mengirim pasukan untuk menghadapi Yahya bin Zaid. Pertempuran terjadi di wilayah Juzjan (Jawzjan), Khurasan. Menurut riwayat yang dihimpun al-Tabari, pasukan Yahya kalah jumlah dibandingkan pasukan pemerintah. Dalam pertempuran tersebut Yahya tetap bertahan hingga akhirnya terkena panah dan gugur pada tahun 125 H (743 M) pada masa Khalifah al-Walid bin Yazid. # Perlakuan terhadap Jenazah Salah satu bagian yang paling terkenal dalam riwayat al-Tabari adalah perlakuan terhadap jenazah Yahya bin Zaid. Setelah wafat, kepala Yahya dipisahkan dari tubuhnya dan dikirim kepada khalifah sebagai bukti keberhasilan operasi militer. Sementara itu, tubuhnya disalib atau digantung di tempat umum selama beberapa waktu sebagai bentuk intimidasi terhadap para pendukungnya. Riwayat tersebut menunjukkan bahwa tindakan tersebut dimaksudkan untuk mencegah munculnya pemberontakan baru yang dipimpin oleh keluarga Ali bin Abi Thalib. # Pemakaman Al-Tabari meriwayatkan bahwa setelah pemerintahan Umayyah mulai melemah dan kemudian digantikan oleh Dinasti Abbasiyah, jenazah Yahya akhirnya diturunkan dari tiang gantungan dan dimakamkan secara layak oleh masyarakat yang bersimpati kepadanya. Peristiwa ini dipandang sebagai bentuk penghormatan kepada salah seorang keturunan Nabi Muhammad SAW yang gugur dalam konflik politik pada akhir masa Umayyah. # Dampak Historis Menurut al-Tabari, kematian Yahya bin Zaid tidak menghentikan perlawanan terhadap Dinasti Umayyah. Sebaliknya, peristiwa tersebut semakin membangkitkan simpati masyarakat Khurasan kepada keluarga Nabi. Beberapa tahun kemudian, wilayah Khurasan menjadi pusat gerakan yang berhasil menggulingkan Dinasti Umayyah dan mendirikan Dinasti Abbasiyah pada tahun 750 M. Walaupun gerakan Abbasiyah dan gerakan Yahya memiliki tujuan politik yang berbeda, suasana ketidakpuasan terhadap Umayyah yang digambarkan al-Tabari menjadi salah satu faktor penting dalam perubahan kekuasaan tersebut. Rujukan : Tarikh al-Rusul wa al-Muluk Karya Imam al-Tabari — Arya Wiranegara Sejarah Islam Nabi Muhammad SAW Wafat karena Diracun oleh Perempuan Yahudi? Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq Wafat karena Sakit Khalifah Umar bin Khattab Wafat Ditikam Saat Mengimami Shalat Subuh di Masjid Nabawi Khalifah Utsman bin Affan Wafat : Latar Belakang, Kronologi Pengepungan dan Syahidnya Khalifah Ali bin Abi Thalib Wafat : Latar Belakang Politik, Kronologi Penikaman, Hari-Hari Terakhir dan Dampaknya bagi Dunia Islam Hasan bin Ali bin Abi Thalib, Cucu Nabi Muhammad SAW Wafat karena Diracun Husain bin Ali Cucu Rasulullah SAW Wafat dalam Tragedi Karbala, Dibunuh oleh Pasukan Khilafah Zaid bin Ali, Keturunan Nabi Muhammad SAW yang Tubuhnya Disalib, Tergantung Beberapa Tahun dan Dibakar oleh Dinasti Umayyah Yahya bin Zaid Keturunan Nabi Muhammad SAW Wafat Dibunuh oleh Pasukan Khilafah Dinasti Umayyah, Kepala Dipenggal, Tubuh Disalib dan Digantung di Tempat Umum Keturunan Nabi Muhammad SAW yang Gugur dalam Tragedi Karbala dan yang Selamat Setelahnya Sumber : https://adajuga.com/yahya-bin-zaid-wafat/ . Navigasi pos Zaid bin Ali, Keturunan Nabi Muhammad SAW yang Tubuhnya Disalib, Tergantung Beberapa Tahun dan Dibakar oleh Dinasti Umayyah Kehidupan Nabi Adam AS dan Hawa di Surga