Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq Wafat karena Sakit

Abu Bakar Ash-Shiddiq RA adalah khalifah pertama setelah wafatnya Rasulullah SAW dan termasuk sahabat yang paling utama dalam Islam. Beliau memimpin kaum Muslimin selama sekitar dua tahun (11–13 H / 632–634 M) dengan penuh kebijaksanaan, berhasil memadamkan berbagai pemberontakan, serta memulai ekspansi Islam ke wilayah Persia dan Syam.

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah: apa penyebab wafatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq RA? Para ulama dan sejarawan mencatat beberapa riwayat mengenai sebab wafat beliau. Berikut pembahasannya.

# Siapa Abu Bakar Ash-Shiddiq RA?

Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Abi Quhafah at-Taimi al-Qurasyi. Beliau merupakan sahabat terdekat Rasulullah SAW, orang dewasa pertama yang memeluk Islam, menemani hijrah ke Madinah, dan menjadi khalifah pertama setelah Rasulullah SAW wafat.

Selama masa kepemimpinannya, beliau berhasil:

  • Memerangi kaum murtad dalam Perang Riddah.
  • Mengumpulkan Al-Qur’an dalam satu mushaf.
  • Mengirim pasukan ke Syam dan Irak.
  • Menjaga persatuan umat Islam.
# Penyebab Wafat Abu Bakar Ash-Shiddiq RA
1. Mengalami Demam Berat

Riwayat yang paling banyak disebutkan oleh para sejarawan menyatakan bahwa Abu Bakar RA mengalami demam yang berlangsung selama sekitar lima belas hari.

Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wa an-Nihayah menjelaskan bahwa sakit tersebut semakin berat hingga beliau tidak lagi mampu mengimami salat dan menunjuk Umar bin Khattab RA sebagai imam.

Para ulama umumnya memahami bahwa beliau wafat karena sakit yang semakin parah.

2. Riwayat Mandi pada Hari yang Sangat Dingin

Beberapa kitab sejarah, seperti karya Imam ath-Thabari dan Ibnu Sa’d, meriwayatkan bahwa Abu Bakar RA pernah mandi pada hari yang sangat dingin. Setelah itu beliau terserang demam tinggi yang tidak kunjung sembuh hingga akhirnya wafat.

Namun, sebagian ulama hadis menilai riwayat ini tidak sekuat riwayat yang hanya menyebutkan bahwa beliau wafat karena sakit. Oleh sebab itu, kisah mandi di hari yang dingin tidak dapat dipastikan sebagai penyebab utama secara pasti.

3. Benarkah Abu Bakar Diracun?

Ada sebagian riwayat yang menyebutkan bahwa Abu Bakar RA dan Al-Harits bin Kaladah pernah memakan makanan yang diduga mengandung racun. Riwayat tersebut menyatakan bahwa keduanya kemudian meninggal setelah beberapa waktu.

Akan tetapi, mayoritas ulama menilai riwayat ini memiliki sanad yang lemah sehingga tidak dapat dijadikan dasar untuk memastikan bahwa Abu Bakar RA wafat karena diracun.

Karena itu, pendapat yang lebih kuat di kalangan ahli sejarah adalah bahwa beliau wafat akibat sakit.

# Wasiat Sebelum Wafat

Ketika merasa ajalnya telah dekat, Abu Bakar RA bermusyawarah dengan para sahabat mengenai calon khalifah berikutnya. Setelah mempertimbangkan berbagai aspek, beliau menunjuk Umar bin Khattab RA sebagai penggantinya.

Keputusan tersebut kemudian diterima oleh kaum Muslimin dan menjadi awal kepemimpinan Umar RA.

Selain itu, Abu Bakar RA juga berwasiat agar harta yang beliau gunakan selama menjadi khalifah dikembalikan ke Baitul Mal agar tidak ada hak umat yang tersisa pada dirinya.

# Waktu dan Usia Wafat

Abu Bakar Ash-Shiddiq RA wafat pada 22 Jumadil Akhir tahun 13 Hijriah (634 M), setelah memimpin kaum Muslimin selama sekitar dua tahun tiga bulan.

Mayoritas sejarawan menyebutkan bahwa usia beliau ketika wafat adalah 63 tahun, sama dengan usia Rasulullah SAW saat wafat.

# Dimakamkan di Samping Rasulullah SAW

Sesuai wasiatnya, Abu Bakar RA dimakamkan di kamar Aisyah RA, tepat di samping makam Rasulullah SAW. Kelak Umar bin Khattab RA juga dimakamkan di tempat yang sama.

# Hikmah dari Wafat Abu Bakar RA

Peristiwa wafat Abu Bakar Ash-Shiddiq RA memberikan banyak pelajaran, antara lain:

  • Kepemimpinan yang amanah harus dipersiapkan dengan baik.
  • Seorang pemimpin hendaknya menjaga hak-hak umat hingga akhir hayat.
  • Penyakit adalah bagian dari ketetapan Allah yang dapat menimpa siapa saja, termasuk manusia terbaik setelah para nabi.
  • Persatuan umat harus diutamakan dalam setiap pergantian kepemimpinan.
# Kesimpulan

Berdasarkan riwayat-riwayat sejarah yang paling kuat, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA wafat karena sakit yang disertai demam selama beberapa hari. Riwayat bahwa sakit tersebut bermula setelah mandi pada cuaca yang sangat dingin memang terdapat dalam sebagian kitab sejarah, tetapi kekuatannya tidak setinggi riwayat utama. Adapun pendapat bahwa beliau wafat karena diracun tidak memiliki dasar riwayat yang kuat sehingga tidak menjadi pendapat mayoritas ulama.

Dengan demikian, penjelasan yang paling dapat dipertanggungjawabkan adalah bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq RA meninggal dunia akibat sakit, lalu dimakamkan di samping Rasulullah SAW setelah meninggalkan teladan kepemimpinan yang agung bagi umat Islam.

# Referensi
  1. Ibnu Katsir, Al-Bidayah wa an-Nihayah.
  2. Ibnu Sa’d, Ath-Thabaqat al-Kubra.
  3. Imam ath-Thabari, Tarikh al-Umam wa al-Muluk.
  4. Ibnu Hajar al-‘Asqalani, Al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah.
  5. Adz-Dzahabi, Siyar A’lam an-Nubala’.

— Arya Wiranegara 

Sejarah Islam 

Sumber : https://adajuga.com/abu-bakar-wafat/

.