Nabi Muhammad SAW Wafat karena Diracun oleh Perempuan Yahudi?

Wafatnya Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Islam. Para ulama sepakat bahwa beliau wafat pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah (632 M), di rumah Aisyah radhiyallahu ‘anha. Namun, mengenai penyebab wafatnya, terdapat beberapa riwayat yang saling melengkapi. Artikel ini merangkum keterangan dari Al-Qur’an, hadis sahih, dan kitab-kitab sejarah Islam klasik.


1. Nabi Muhammad SAW Mengalami Sakit Demam Berat

Riwayat paling kuat menyebutkan bahwa pada hari-hari terakhir kehidupannya, Rasulullah mengalami demam yang sangat tinggi.

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

“Aku tidak pernah melihat seseorang yang menderita sakit seberat Rasulullah SAW.”

Sumber:

  • Shahih al-Bukhari, Kitab al-Mardha (Kitab Orang Sakit), no. 5646.
  • Shahih Muslim, Kitab as-Salam.

Hadis ini menunjukkan bahwa Nabi mengalami penyakit yang sangat berat selama beberapa hari sebelum wafat.


2. Pengaruh Racun dari Peristiwa Khaibar

Banyak ulama menjelaskan bahwa penyakit menjelang wafat Nabi juga berkaitan dengan racun yang pernah beliau makan beberapa tahun sebelumnya.

Setelah Perang Khaibar, seorang perempuan Yahudi bernama Zainab binti al-Harits menghadiahkan daging kambing yang telah diracuni.

Nabi sempat memakan sebagian kecil daging tersebut, lalu segera menghentikannya setelah diberi tahu bahwa daging itu mengandung racun.

Salah seorang sahabat, Bisyr bin al-Bara’, telah menelan daging itu lebih banyak dan kemudian meninggal akibat racun tersebut.

Hadis

Menjelang wafatnya, Nabi bersabda:

“Aku masih merasakan sakit akibat makanan yang aku makan di Khaibar, dan saat ini, aku merasa seolah urat nadiku (aorta) terputus akibat racun itu.”

Sumber:

  • Shahih al-Bukhari, no. 4428.

Hadis ini menjadi dasar banyak ulama bahwa racun tersebut masih memberikan dampak hingga akhir kehidupan Rasulullah.

Sejarah Islam 


3. Pendapat Para Ulama Mengenai Racun
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani

Dalam kitab:

Fath al-Bari Syarh Shahih al-Bukhari

beliau menjelaskan bahwa racun tersebut tetap memberikan pengaruh sedikit demi sedikit hingga akhirnya menjadi salah satu sebab wafat Nabi.


Imam an-Nawawi

Dalam:

Syarh Shahih Muslim

beliau menjelaskan bahwa Nabi mengalami sakit biasa sebagaimana manusia lainnya, namun pengaruh racun menjadi salah satu faktor yang Allah tetapkan.


Ibnu Katsir

Dalam kitab:

Al-Bidayah wa an-Nihayah

Ibnu Katsir menegaskan bahwa Nabi wafat setelah mengalami sakit beberapa hari, sementara pengaruh racun dari Khaibar menjadi bagian dari sebab yang Allah kehendaki.


4. Nabi Wafat Sebagai Syahid

Banyak ulama menyatakan bahwa Rasulullah memperoleh kedudukan syahid karena pengaruh racun tersebut.

Di antara yang menjelaskan hal ini adalah:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani
  • Ibnu Katsir
  • Al-Qadhi ‘Iyadh

Mereka berdalil pada hadis tentang racun Khaibar dan menyatakan bahwa Allah menggabungkan kemuliaan kenabian dengan kemuliaan syahid bagi Rasulullah.


5. Lama Sakit Sebelum Wafat

Mayoritas riwayat menyebutkan Nabi sakit sekitar 13 hari.

Pada hari-hari terakhir:

  • beliau tetap memimpin shalat beberapa kali;
  • kemudian memerintahkan Abu Bakar menjadi imam;
  • sering meminta disiram air karena panas demam;
  • memperbanyak wasiat kepada umat.

Sumber:

  • Sirah Ibnu Hisyam.
  • Thabaqat al-Kubra karya Ibnu Sa’d.

6. Hari dan Tempat Wafat

Mayoritas ulama menyebut:

  • Hari: Senin.
  • Tahun: 11 Hijriah.
  • Tempat: Rumah Aisyah.
  • Kepala beliau berada di pangkuan Aisyah ketika wafat.

Sumber:

  • Shahih al-Bukhari, Kitab al-Maghazi.
  • Shahih Muslim.

7. Ayat Al-Qur’an yang Mengingatkan Bahwa Nabi Akan Wafat

Allah berfirman:

“Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad akan) mati dan sesungguhnya mereka pun (akan) mati.”

QS. Az-Zumar: 30

Ayat ini menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW, meskipun seorang rasul, tetap seorang manusia yang akan mengalami kematian sesuai ketetapan Allah.


Kesimpulan

Berdasarkan riwayat-riwayat yang sahih dan penjelasan para ulama:

  1. Nabi Muhammad SAW mengalami demam dan sakit yang sangat berat menjelang wafatnya.
  2. Hadis sahih menunjukkan bahwa beliau masih merasakan dampak racun yang pernah dimakan pada peristiwa Khaibar beberapa tahun sebelumnya.
  3. Banyak ulama memandang bahwa pengaruh racun tersebut merupakan salah satu sebab wafat beliau, di samping penyakit yang dideritanya.
  4. Sejumlah ulama juga berpendapat bahwa karena pengaruh racun itu, Allah menganugerahkan kepada Rasulullah kedudukan sebagai syahid.
  5. Seluruh peristiwa tersebut terjadi atas kehendak Allah, dan wafatnya Nabi menjadi penutup sempurna bagi risalah kenabian.
Referensi Utama
  1. Al-Qur’an, Surah Az-Zumar ayat 30.
  2. Shahih al-Bukhari:
    • No. 4428 (pengaruh racun Khaibar).
    • No. 5646 (beratnya sakit Nabi).
  3. Shahih Muslim, Kitab as-Salam dan Kitab Fadha’il ash-Shahabah.
  4. Fath al-Bari fi Syarh Shahih al-Bukhari — Ibnu Hajar al-Asqalani.
  5. Syarh Shahih Muslim — Imam an-Nawawi.
  6. Al-Bidayah wa an-Nihayah — Ibnu Katsir.
  7. Sirah Ibnu Hisyam — Ibnu Hisyam.
  8. At-Thabaqat al-Kubra — Ibnu Sa’d.

Catatan: Di kalangan ulama terdapat perbedaan penekanan mengenai hubungan antara racun Khaibar dan wafat Nabi. Hadis sahih menunjukkan bahwa Rasulullah sendiri menyebut masih merasakan dampak racun tersebut. Namun, semua ulama sepakat bahwa beliau mengalami sakit berat pada hari-hari terakhirnya, dan kematian beliau terjadi sesuai ketetapan Allah.

— Arya Wiranegara 

 

Sejarah Islam 

Sumber : https://adajuga.com/penyebab-wafat-nabi-muhammad-saw/

https://s.shopee.co.id/6L2OG3vrS3

#nabimuhammad #nabi #muhammad #islam #quran

.