Kalian Percaya Survei? Kepuasan Publik Terhadap Prabowo 79,3% Menurut Survei INES Bulan September 2026

Hasil survei terbaru dari Indonesia Network Election Survey (INES) yang dirilis pada September 2026 menunjukkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berada di level yang sangat tinggi, yaitu mencapai 79,3 persen.

Survei nasional ini diselenggarakan untuk memotret opini masyarakat menjelang dua tahun masa pemerintahan. Di balik tingginya angka kepuasan dan kepercayaan tersebut, sektor ekonomi domestik dan ketersediaan lapangan kerja tercatat menjadi pekerjaan rumah (PR) utama yang paling disorot oleh masyarakat. 

Madu 100% Murni Herpil Madu Lebah Fresh Nektar Multiflora


Metodologi Survei 

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Direktur Eksekutif INES, Andri Gunawan, survei ini diselenggarakan pada periode 14–20 September 2026. 

  • Jumlah Responden: 1.400 responden yang tersebar di 36 provinsi di Indonesia.
  • Metode Penarikan Sampel: Multistage random sampling.
  • Margin of Error (MoE): Sekitar ±2,48 persen.
  • Tingkat Kepercayaan: 95 persen. 


Poin-Poin Utama Temuan Survei INES
1. Tingkat Kepuasan dan Kepercayaan Publik yang Tinggi

Secara umum, masyarakat memberikan apresiasi yang masif terhadap gaya kepemimpinan nasional. 

  • Kepuasan Kepemimpinan: Sebanyak 79,3 persen responden mengaku puas, sementara 17,4 persen kurang/tidak puas, dan 3,3 persen tidak menjawab. 
  • Tingkat Kepercayaan Publik: Berada di angka 82,1 persen, mencerminkan legitimasi politik yang kuat bagi Presiden Prabowo dalam menjalankan roda pemerintahan. 

Jadwal Pendaftaran Sekolah Kedinasan CPNS BUMN TNI POLRI Kowad Akademi TNI AKPOL SIPSS Perwira PK TNI

2. Kinerja Sektoral dan Program Pro-Rakyat
Masyarakat memberikan rapor hijau pada aspek stabilitas penegakan hukum, dinamika politik, dan agenda internasional: 
  • Stabilitas Politik: 78,3 persen responden menilai kondisi politik nasional berada dalam keadaan stabil dan baik.
  • Diplomasi Internasional: 80,3 persen publik puas terhadap strategi diplomasi ekonomi luar negeri yang agresif dalam membawa keuntungan bagi Indonesia.
  • Pemberantasan Korupsi & Kebebasan Berpendapat: Masing-masing mendapatkan sentimen positif sebesar 78,2 persen dan 81,2 persen.
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Program unggulan ini mendapatkan dukungan keberlanjutan yang kuat dari 78,2 persen masyarakat.
  • Bantuan Sosial: Sektor kesejahteraan sosial dan bansos mengantongi kepuasan hingga 78,7 persen. 

3. Sektor Ekonomi dan Lapangan Kerja Menjadi Catatan Kritis

Meskipun indikator politik dan sosial bernilai tinggi, sektor riil di masyarakat justru menunjukkan tren keresahan. Sektor ekonomi rumah tangga menjadi wilayah yang paling sensitif bagi publik. 

  • Kepuasan Ekonomi Makro: Hanya berada di angka 50,8 persen, sedangkan 45,1 persen menyatakan tidak puas akibat lesunya aktivitas pasar. 
  • Harga Kebutuhan Pokok: Sebanyak 54,8 persen masyarakat mengeluhkan tingginya harga komoditas pangan utama di pasar. 
  • Lapangan Pekerjaan: Lebih dari separuh responden (50,7 persen) mengeluhkan sulitnya mencari pekerjaan dan tidak puas dengan penanganan ketersediaan loker saat ini. 
  • Penanganan Kemiskinan: Berada di tingkat kepuasan 68,2 persen, yang berarti masih membutuhkan akselerasi kebijakan jaring pengaman sosial yang lebih inklusif. 

___

Hasil survei Indonesia Network Election Survey (INES) ini menegaskan adanya fenomena “Split Evaluation” di tengah masyarakat. Di satu sisi, figur Presiden Prabowo Subianto dipandang sangat kokoh dalam menjaga kedaulatan, stabilitas politik, penegakan hukum, serta menjalankan program-program populis seperti Makan Bergizi Gratis.

Namun di sisi lain, tingginya angka kepuasan tersebut bisa terancam tergerus jika pemerintah tidak segera memitigasi isu ekonomi vertikal. Tingginya harga bahan pokok dan sempitnya peluang kerja bagi kelas menengah-bawah merupakan alarm keras.

Apresiasi politik yang besar ini harus dijadikan modal utama bagi kabinet untuk mengeksekusi reformasi ekonomi secara cepat, mengendalikan inflasi pangan, serta membuka keran investasi padat karya demi menyerap tenaga kerja lokal dalam sisa masa jabatan ke depan. 


Sumber : https://adajuga.com/survei-indonesia-network-election-survey-ines/