Surat Nabi Muhammad SAW kepada Musailamah al-Kadzdzab Di antara surat-surat Nabi Muhammad ﷺ yang paling terkenal dalam sejarah Islam adalah surat balasan kepada Musailamah al-Kadzdzab, seorang tokoh dari Bani Hanifah yang mengaku sebagai nabi setelah datangnya risalah Nabi Muhammad ﷺ. Berbeda dengan surat-surat sebelumnya yang berisi ajakan kepada Islam, surat ini merupakan jawaban Rasulullah ﷺ terhadap surat Musailamah yang berisi klaim kenabian dan permintaan agar wilayah kekuasaan dibagi antara dirinya dan Rasulullah ﷺ. Jawaban Nabi Muhammad ﷺ sangat singkat, tegas, dan penuh makna. Surat tersebut menegaskan bahwa kenabian telah berakhir pada diri beliau sebagai nabi terakhir, serta menolak seluruh klaim Musailamah. A. Siapakah Musailamah? Musailamah bernama Musailamah bin Habib al-Hanafi, berasal dari suku Bani Hanifah di wilayah Yamamah. Dalam sejarah Islam, ia dikenal dengan julukan: Musailamah al-Kadzdzab (Musailamah Sang Pendusta). Pada awalnya ia datang bersama delegasi Bani Hanifah menemui Rasulullah ﷺ di Madinah sekitar tahun 9 Hijriah, yang dikenal sebagai ‘Amul Wufud (Tahun Delegasi). Menurut riwayat, setelah kembali ke Yamamah ia mulai mengaku menerima wahyu dan mengklaim dirinya sebagai nabi yang menjadi sekutu Nabi Muhammad ﷺ. Sebagian pengikutnya menerima klaim tersebut karena fanatisme kesukuan dan kepentingan politik. B. Surat Musailamah kepada Rasulullah ﷺ Musailamah mengirim surat kepada Rasulullah ﷺ melalui dua orang utusan. Dalam berbagai kitab hadis dan sirah, isi surat tersebut diriwayatkan sebagai berikut. Teks Arab مِنْ مُسَيْلِمَةَ رَسُولِ اللَّهِ إِلَى مُحَمَّدٍ رَسُولِ اللَّهِ أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي قَدْ أُشْرِكْتُ فِي الْأَمْرِ مَعَكَ، وَإِنَّ لَنَا نِصْفَ الْأَرْضِ، وَلِقُرَيْشٍ نِصْفُهَا، وَلَكِنَّ قُرَيْشًا قَوْمٌ يَعْتَدُونَ. C. Terjemahan Surat Musailamah Dari Musailamah, Rasul Allah, kepada Muhammad, Rasul Allah. Amma ba’du. Sesungguhnya aku telah dijadikan sekutu bersamamu dalam urusan ini (kenabian). Oleh karena itu, separuh bumi menjadi milik kami dan separuh lagi milik Quraisy. Akan tetapi, kaum Quraisy adalah kaum yang melampaui batas. Surat ini menunjukkan bahwa Musailamah tidak hanya mengaku sebagai nabi, tetapi juga menuntut pembagian kekuasaan politik di Jazirah Arab. D. Jawaban Nabi Muhammad ﷺ Rasulullah ﷺ segera membalas surat tersebut. Jawaban beliau diriwayatkan dalam hadis sahih. Teks Arab بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ مِنْ مُحَمَّدٍ رَسُولِ اللَّهِ إِلَى مُسَيْلِمَةَ الْكَذَّابِ سَلَامٌ عَلَى مَنِ اتَّبَعَ الْهُدَى أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ الْأَرْضَ لِلَّهِ، يُورِثُهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ، وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ. E. Terjemahan Surat Nabi Muhammad ﷺ Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad, Rasul Allah, kepada Musailamah Sang Pendusta. Keselamatan bagi siapa saja yang mengikuti petunjuk. Amma ba’du. Sesungguhnya bumi ini milik Allah. Dia mewariskannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa. F. Penjelasan Isi Surat 1. Menolak Klaim Kenabian Musailamah Hal pertama yang tampak dalam surat ini adalah Rasulullah ﷺ tidak menyebut Musailamah sebagai “Rasul Allah”, melainkan dengan sebutan: “Musailamah al-Kadzdzab” (Musailamah Sang Pendusta). Sebutan ini merupakan penolakan tegas terhadap klaim kenabian Musailamah. 2. Tidak Ada Pembagian Kenabian Musailamah menganggap kenabian dapat dibagi sebagaimana kekuasaan politik. Rasulullah ﷺ menolak anggapan tersebut. Dalam Islam, kenabian adalah pilihan Allah semata, bukan hasil kesepakatan manusia. 3. Bumi Milik Allah Rasulullah ﷺ mengutip prinsip yang sesuai dengan ajaran Al-Qur’an bahwa seluruh bumi adalah milik Allah. Tidak ada seorang pun yang berhak membagi-bagi kekuasaan atas nama kenabian berdasarkan kepentingan pribadi. 4. Akhir yang Baik bagi Orang Bertakwa Penutup surat mengingatkan bahwa kemenangan sejati bukan ditentukan oleh kekuatan politik, melainkan oleh ketakwaan kepada Allah. Pesan ini sekaligus menjadi bantahan terhadap ambisi duniawi Musailamah. G. Sikap Rasulullah ﷺ terhadap Utusan Musailamah Dua orang utusan Musailamah datang membawa surat tersebut kepada Rasulullah ﷺ. Beliau bertanya kepada mereka: “Apakah kalian juga mengatakan seperti yang dikatakan oleh Musailamah?” Mereka menjawab: “Ya.” Rasulullah ﷺ kemudian bersabda: “Seandainya utusan tidak boleh dibunuh, niscaya aku akan memenggal leher kalian.” Perkataan ini menunjukkan dua hal penting: Rasulullah ﷺ menolak keras klaim Musailamah. Beliau tetap menghormati tradisi diplomatik yang melarang membunuh utusan, meskipun mereka membawa pesan yang batil. Sikap ini menjadi salah satu contoh penghormatan Islam terhadap kekebalan diplomatik. H. Akhir Riwayat Musailamah Setelah wafat Rasulullah ﷺ pada tahun 11 Hijriah (632 M), Musailamah semakin memperluas pengaruhnya di Yamamah. Ia berhasil mengumpulkan puluhan ribu pengikut dari Bani Hanifah. Pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, Musailamah menjadi pemimpin gerakan pemberontakan dan nabi palsu terbesar. Keadaan ini memicu Perang Yamamah, salah satu perang terbesar dalam Perang Riddah. Dalam perang tersebut, Musailamah akhirnya tewas di tangan Wahsyi bin Harb RA—sahabat yang pada masa jahiliah pernah membunuh Hamzah bin Abdul Muthalib, kemudian masuk Islam dan menebus kesalahannya dengan berjihad di jalan Allah. Kemenangan kaum Muslimin dalam Perang Yamamah menjadi salah satu sebab dikumpulkannya Al-Qur’an dalam satu mushaf pada masa Khalifah Abu Bakar RA, karena banyak penghafal Al-Qur’an gugur dalam peperangan tersebut. I. Hikmah Surat kepada Musailamah Peristiwa ini memberikan banyak pelajaran penting. 1. Kenabian telah berakhir Surat Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa tidak ada nabi yang sah setelah beliau. Prinsip ini menjadi bagian dari akidah Islam. 2. Agama tidak boleh dijadikan alat politik Musailamah menggunakan klaim kenabian untuk memperoleh kekuasaan. Islam menolak penyalahgunaan agama demi kepentingan duniawi. 3. Ketegasan dalam menjaga akidah Meskipun bahasa surat singkat, Rasulullah ﷺ memberikan penegasan yang sangat jelas terhadap kebatilan. 4. Etika diplomasi tetap dijaga Walaupun utusan Musailamah membawa klaim yang bertentangan dengan Islam, Rasulullah ﷺ tidak membunuh mereka karena menghormati aturan perlindungan bagi utusan. 5. Kemenangan sejati berasal dari Allah Jawaban Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa bumi dan kekuasaan adalah milik Allah. Orang yang bertakwa akan memperoleh akhir yang baik sesuai kehendak-Nya. J. Analisis Sejarah Surat kepada Musailamah merupakan salah satu dokumen diplomatik yang memperlihatkan ketegasan Rasulullah ﷺ dalam menjaga kemurnian risalah Islam. Berbeda dengan surat-surat dakwah kepada para raja yang mengandung ajakan dan dialog, surat ini merupakan bantahan terhadap klaim kenabian palsu yang berpotensi menyesatkan umat. Dari sisi sejarah, surat ini juga menjadi pengantar bagi peristiwa-peristiwa besar setelah wafat Rasulullah ﷺ, khususnya Perang Yamamah dan upaya pengumpulan Al-Qur’an pada masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. Kesimpulan Surat Nabi Muhammad ﷺ kepada Musailamah al-Kadzdzab merupakan jawaban tegas terhadap klaim kenabian palsu dan tuntutan pembagian kekuasaan yang diajukan Musailamah. Dengan kalimat yang singkat namun penuh makna, Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa bumi adalah milik Allah dan bahwa kemenangan sejati diberikan kepada orang-orang yang bertakwa. Peristiwa ini mengajarkan bahwa Islam menjaga kemurnian akidah tanpa mengabaikan etika diplomasi. Ketegasan dalam prinsip dapat berjalan seiring dengan penghormatan terhadap aturan hubungan antarutusan dan penyelesaian persoalan secara bermartabat. Referensi Shahih al-Bukhari, Kitab al-Maghazi dan Kitab al-Jihad. Abu Dawud, Sunan Abi Dawud. Ibnu Hisyam, As-Sirah an-Nabawiyyah. Ibnu Sa’d, Ath-Thabaqat al-Kubra. Imam ath-Thabari, Tarikh ar-Rusul wal Muluk. Ibnu Katsir, Al-Bidayah wan Nihayah. Muhammad Hamidullah, Majmu’at al-Watsa’iq as-Siyasiyyah lil ‘Ahd an-Nabawi wal Khilafah ar-Rasyidah. Shafiyurrahman al-Mubarakfuri, Ar-Raheeq Al-Makhtum. Akram Dhiya’ al-‘Umari, As-Sirah an-Nabawiyyah ash-Shahihah. — Arya Wiranegara Sumber : https://adajuga.com/surat-nabi-muhammad-13/ . Navigasi pos Surat Nabi Muhammad SAW kepada Penduduk Najran Surat Nabi Muhammad SAW kepada Para Gubernur, Amil Zakat dan Para Sahabat