Surat Nabi Muhammad SAW kepada Raja-Raja Himyar (Yaman) Di antara surat-surat diplomatik Nabi Muhammad ﷺ yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan Islam di Jazirah Arab adalah surat kepada raja-raja Himyar di Yaman. Berbeda dengan surat yang ditujukan kepada seorang penguasa tertentu, surat ini ditujukan kepada beberapa pemimpin Himyar yang memerintah berbagai wilayah di Yaman. Melalui surat tersebut, Rasulullah ﷺ mengajak para penguasa Himyar untuk memeluk Islam serta menjelaskan prinsip-prinsip dasar pemerintahan Islam, hak dan kewajiban kaum Muslimin, serta hubungan dengan masyarakat non-Muslim. Surat ini menjadi salah satu dokumen politik dan administratif terpenting pada masa kenabian karena selain berisi ajakan kepada tauhid, juga memuat petunjuk mengenai tata kelola masyarakat yang baru memeluk Islam. A. Kerajaan Himyar di Yaman Kerajaan Himyar merupakan salah satu kerajaan Arab terbesar sebelum datangnya Islam. Kerajaan ini berdiri di wilayah Yaman dan mencapai puncak kejayaannya selama beberapa abad sebelum akhirnya berada di bawah pengaruh Kerajaan Aksum (Habasyah) dan kemudian Kekaisaran Persia Sasaniyah. Pada masa Rasulullah ﷺ, wilayah Yaman dipimpin oleh sejumlah penguasa lokal dari keturunan Himyar yang memerintah atas nama Persia. Yaman memiliki kedudukan penting karena: menjadi pusat perdagangan antara Arab, Afrika, India, dan Persia; memiliki tingkat peradaban yang tinggi; dikenal sebagai negeri yang subur; menjadi salah satu wilayah Arab yang paling maju dalam bidang pertanian dan perdagangan. B. Raja-Raja Himyar yang Menerima Surat Dalam berbagai riwayat sejarah disebutkan bahwa surat Rasulullah ﷺ ditujukan kepada beberapa tokoh Himyar, di antaranya: Al-Harits bin Abd Kulal; Nu’aim bin Abd Kulal; An-Nu’man, salah seorang pemimpin Himyar; serta para pembesar dan pemimpin lainnya di Yaman. Sebagian ulama menyebut surat tersebut sebagai surat kolektif kepada para penguasa Himyar karena isinya berlaku bagi seluruh pemerintahan di wilayah tersebut. C. Latar Belakang Pengiriman Surat Sekitar tahun 9–10 Hijriah, setelah banyak wilayah Jazirah Arab menerima Islam, Rasulullah ﷺ mengirimkan surat kepada para pemimpin Yaman. Sebelumnya, beberapa sahabat telah diutus ke Yaman untuk berdakwah, di antaranya: Khalid bin al-Walid RA; Ali bin Abi Thalib RA; Mu’adz bin Jabal RA; Abu Musa al-Asy’ari RA. Keberhasilan dakwah para sahabat membuka jalan bagi diterimanya surat Rasulullah ﷺ oleh para penguasa Himyar. D. Teks Surat Nabi Muhammad ﷺ kepada Raja-Raja Himyar Redaksi surat kepada para raja Himyar termasuk salah satu surat Nabi yang paling panjang. Dalam berbagai kitab hadis dan sirah terdapat sedikit perbedaan redaksi. Bagian awal surat berbunyi: Teks Arab بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ مِنْ مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ إِلَى الْحَارِثِ بْنِ عَبْدِ كُلَالٍ، وَنُعَيْمِ بْنِ عَبْدِ كُلَالٍ، وَالنُّعْمَانِ قَيْلِ ذِي رُعَيْنٍ، وَمَعَافِرَ، وَهَمْدَانَ. أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّكُمْ إِذَا أَقَمْتُمُ الصَّلَاةَ، وَآتَيْتُمُ الزَّكَاةَ، وَأَعْطَيْتُمُ الْمَغْنَمَ خُمُسَهُ، وَسَهْمَ النَّبِيِّ، وَصَفِيَّهُ، فَأَنْتُمْ آمِنُونَ بِأَمَانِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ. E. Terjemahan Surat Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad, Nabi Allah, kepada Al-Harits bin Abd Kulal, Nu’aim bin Abd Kulal, An-Nu’man pemimpin Dzu Ru’ain, Ma’afir, dan Hamdan. Amma ba’du. Apabila kalian menegakkan salat, menunaikan zakat, menyerahkan seperlima harta rampasan perang sesuai ketentuan syariat, serta memenuhi kewajiban yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya, maka kalian memperoleh jaminan keamanan dari Allah dan Rasul-Nya. F. Penjelasan Isi Surat Surat kepada raja-raja Himyar memiliki isi yang lebih luas dibandingkan sebagian besar surat Nabi kepada para penguasa lainnya. 1. Ajakan kepada Islam Isi pertama surat adalah mengajak para penguasa Himyar agar memeluk Islam dan mengesakan Allah. Tauhid tetap menjadi inti seluruh dakwah Rasulullah ﷺ. 2. Penjelasan tentang Kewajiban Seorang Muslim Rasulullah ﷺ menjelaskan beberapa kewajiban pokok, antara lain: mendirikan salat; menunaikan zakat; menaati Allah dan Rasul-Nya; menjalankan syariat Islam. Hal ini menunjukkan bahwa setelah seseorang menerima Islam, ia juga memiliki tanggung jawab menjalankan ajaran agama secara utuh. 3. Jaminan Perlindungan Rasulullah ﷺ memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat yang menerima Islam. Jaminan tersebut mencakup perlindungan terhadap jiwa, harta, dan hak-hak mereka sebagai bagian dari masyarakat Muslim. 4. Aturan Administrasi Pemerintahan Berbeda dengan surat-surat lain yang umumnya bersifat singkat, surat kepada Himyar juga memuat petunjuk mengenai pengelolaan zakat, pembagian hak-hak negara, dan hubungan antara pemerintah dengan masyarakat. Karena itu, para ulama sering menjadikan surat ini sebagai salah satu sumber penting dalam kajian fikih siyasah (hukum tata negara Islam). G. Respons Raja-Raja Himyar Riwayat-riwayat sejarah menunjukkan bahwa para pemimpin Himyar menerima surat Rasulullah ﷺ dengan baik. Mereka kemudian menyatakan keislamannya dan mengirim utusan ke Madinah untuk memperdalam ajaran Islam. Masuk Islamnya para penguasa Himyar diikuti oleh banyak suku di Yaman sehingga wilayah tersebut menjadi salah satu pusat perkembangan Islam pada akhir masa kenabian. H. Perkembangan Islam di Yaman Setelah para pemimpin Himyar menerima Islam, Rasulullah ﷺ mengutus sejumlah sahabat untuk membimbing masyarakat Yaman. Di antara mereka adalah: 1. Mu’adz bin Jabal RA Beliau diutus untuk mengajarkan Al-Qur’an, akidah, fikih, serta menjadi hakim bagi masyarakat. Rasulullah ﷺ memberikan nasihat terkenal kepada Mu’adz agar berdakwah secara bertahap, dimulai dari mengajak kepada tauhid, kemudian salat, lalu zakat. 2. Abu Musa al-Asy’ari RA Beliau bertugas mengajarkan Islam kepada masyarakat di wilayah lain di Yaman serta membantu penyelenggaraan pemerintahan. 3. Ali bin Abi Thalib RA Ali diutus untuk berdakwah kepada beberapa suku di Yaman. Banyak penduduk yang kemudian memeluk Islam melalui dakwah beliau. I. Hikmah Surat kepada Raja-Raja Himyar Peristiwa ini memberikan banyak pelajaran penting. 1. Dakwah tidak berhenti pada ajakan Setelah masyarakat menerima Islam, Rasulullah ﷺ segera mengirim guru dan hakim untuk membimbing mereka. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan merupakan bagian penting dari dakwah. 2. Islam mengatur kehidupan bermasyarakat Surat kepada Himyar memperlihatkan bahwa Islam tidak hanya mengajarkan ibadah, tetapi juga mengatur tata kelola pemerintahan, keuangan publik, dan hubungan sosial. 3. Pemimpin memiliki tanggung jawab besar Masuk Islamnya para pemimpin Himyar membawa dampak luas bagi masyarakat Yaman. Keputusan seorang pemimpin dapat memengaruhi arah perkembangan suatu negeri. 4. Diplomasi menghasilkan perubahan besar Yaman menerima Islam melalui surat, dialog, dan dakwah para sahabat, bukan melalui peperangan. Hal ini menjadi bukti bahwa pendekatan damai merupakan salah satu sarana utama penyebaran Islam pada masa Rasulullah ﷺ. 5. Pentingnya pembinaan setelah dakwah Rasulullah ﷺ tidak hanya mengajak masyarakat memeluk Islam, tetapi juga memastikan mereka memperoleh pendidikan agama yang benar melalui para sahabat yang kompeten. J. Analisis Sejarah Surat kepada raja-raja Himyar merupakan salah satu dokumen politik Islam yang paling lengkap pada masa kenabian. Selain mengandung ajakan kepada tauhid, surat ini juga memperlihatkan bagaimana Rasulullah ﷺ mulai membangun sistem administrasi pemerintahan di wilayah-wilayah yang baru menerima Islam. Keberhasilan dakwah di Yaman menunjukkan perpaduan antara diplomasi, pendidikan, dan pembinaan masyarakat. Pendekatan ini menjadikan Yaman sebagai salah satu wilayah yang paling cepat berkembang dalam peradaban Islam dan melahirkan banyak ulama serta tokoh penting pada masa-masa berikutnya. Kesimpulan Surat Nabi Muhammad ﷺ kepada raja-raja Himyar di Yaman merupakan salah satu surat diplomatik yang paling penting dalam sejarah Islam. Surat ini tidak hanya mengajak kepada tauhid, tetapi juga memberikan pedoman mengenai kewajiban kaum Muslimin, prinsip-prinsip pemerintahan, serta pembinaan masyarakat. Keberhasilan dakwah di Yaman membuktikan bahwa penyebaran Islam pada masa Rasulullah ﷺ dilakukan melalui pendekatan yang damai, sistematis, dan berkelanjutan. Dengan dukungan para sahabat yang diutus sebagai guru, hakim, dan dai, Yaman kemudian berkembang menjadi salah satu pusat keilmuan dan peradaban Islam. Referensi Ibnu Hisyam, As-Sirah an-Nabawiyyah. Ibnu Sa’d, Ath-Thabaqat al-Kubra. Imam ath-Thabari, Tarikh ar-Rusul wal Muluk. Ibnu Katsir, Al-Bidayah wan Nihayah. Abu Ubaid al-Qasim bin Sallam, Kitab al-Amwal. Abu Yusuf, Kitab al-Kharaj. Muhammad Hamidullah, Majmu’at al-Watsa’iq as-Siyasiyyah lil ‘Ahd an-Nabawi wal Khilafah ar-Rasyidah. Shafiyurrahman al-Mubarakfuri, Ar-Raheeq Al-Makhtum. Akram Dhiya’ al-‘Umari, As-Sirah an-Nabawiyyah ash-Shahihah. — Arya Wiranegara Sumber : https://adajuga.com/surat-nabi-muhammad-11/ . Navigasi pos Surat Nabi Muhammad SAW kepada Al-Harits bin Abi Syamir Al-Ghassani Surat Nabi Muhammad SAW kepada Penduduk Najran