Survei SMRC: 52,3% Publik Menilai Indonesia Salah Arah Survei nasional terbaru dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis pada 13 Oktober 2026 menunjukkan penurunan drastis pada optimisme publik terhadap arah perkembangan bangsa. Memasuki dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, proporsi masyarakat yang menilai Indonesia berada di “arah yang benar” merosot tajam hingga berada di bawah ambang batas psikologis 50 persen. Berikut pembahasan temuan utama dari survei bertajuk “Dua Tahun Prabowo: Publik Nilai Indonesia ke Arah yang Salah” tersebut. 1. Optimisme Arah Bangsa Anjlok 35 Poin Temuan utama dari riset SMRC menunjukkan bahwa persentase warga yang percaya Indonesia bergerak ke arah yang benar kini tinggal 48 persen (tepatnya 47,7 persen). Angka ini mengalami penurunan masif sebesar 35 persen dibandingkan saat Prabowo-Gibran pertama kali dilantik pada Oktober 2024, di mana sentimen positif publik kala itu menyentuh angka 83 persen. Sementara itu, sebanyak 34,3 persen responden kini menilai negara justru bergerak ke arah yang salah, dan sisanya menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab. 2. Penurunan Terbesar dalam 25 Tahun Terakhir Pendiri SMRC, Prof. Saiful Mujani, memaparkan bahwa kemerosotan persepsi positif ini bukanlah fenomena biasa. Menurut analisisnya, anjloknya kepuasan publik terhadap arah perjalanan bangsa kali ini merupakan yang terbesar sepanjang 25 tahun terakhir di peta politik Indonesia. Meski dinilai belum menjadi ancaman stabilitas yang bersifat riil di lapangan, hasil ini dikategorikan sebagai peringatan yang sangat keras (alarm) bagi legitimasi dan psikologis pemerintahan. Dukungan publik yang berada di bawah 50 persen mencerminkan meluasnya rasa pesimisme masyarakat yang mulai kehilangan harapan dan merasa kecewa terhadap kinerja eksekutif. 3. Rentetan Evaluasi Negatif Sektor Ekonomi & Program Kerja Penurunan drastis pada Oktober 2026 ini sejalan dengan tren riset SMRC pada periode-periode sebelumnya di tahun ini. Pada Juli 2026, tingkat kepuasan publik (approval rating) terhadap kinerja Presiden Prabowo tercatat sudah merosot ke angka 51,1 persen, turun dari 81,2 persen pada November 2025. Menurut data pembanding SMRC, sentimen negatif ini banyak dipicu oleh faktor economic voting serta respon publik terhadap program unggulan pemerintah: Kondisi Ekonomi & Hukum Terjadi penurunan sentimen positif terhadap stabilitas ekonomi rumah tangga dan penegakan hukum nasional. Program Makan Bergizi Gratis Sebanyak 61,6 persen publik nasional mengaku kurang atau tidak puas dengan realisasi dan implementasi program ini di lapangan. Koperasi Desa Merah Putih Sebesar 61,1 persen masyarakat merasa kurang yakin atau tidak percaya diri bahwa program ini mampu berkembang dan memajukan ekonomi desa. Metodologi Survei Survei nasional teranyar dari Saiful Mujani Research and Consulting ini diselenggarakan dalam rentang waktu 1–10 Oktober 2026. Penelitian melibatkan 1.213 responden yang dipilih menggunakan metode sampel acak (simple random sampling) dari populasi warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih. Toleransi kesalahan (margin of error) survei ini diperkirakan sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. ___ Hasil jajak pendapat terbaru SMRC ini menjadi potret evaluasi dua tahun kepemimpinan nasional. Angka di bawah 50 persen pada indikator arah bangsa menjadi sinyal kuat bagi jajaran kabinet bahwa kebijakan ekonomi, kestabilan harga pokok, serta eksekusi program-program prioritas perlu segera dievaluasi agar tidak memperlebar jarak ketidakpuasan di mata masyarakat. Arya Wiranegara Sumber: https://adajuga.com/hasil-survei-smrc/ #prabowo #gibran #mbg #kopdes #korupsi Navigasi pos Peta Politik Pemakzulan Gibran: Hanya PDIP dan PKS yang Tegas, Mengapa Partai Lain Ragu? Tabel Cicilan KUR BRI Terbaru 2026