Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres Akibat Dampak Kebijakan Pemerintah Prabowo Hasil survei nasional terbaru yang dirilis oleh Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama Kabinet Bayangan pada Oktober 2026 mengungkapkan fakta mengejutkan: 75 persen masyarakat umum merasa stres akibat dampak kebijakan pemerintah. Laporan bertajuk “Rapor Dua Tahun Prabowo-Gibran” ini menunjukkan bahwa dinamika tata kelola pemerintahan dan regulasi publik telah bertransformasi menjadi beban psikologis yang nyata bagi mayoritas masyarakat. Berikut pembahasan lengkap temuan survei tersebut, faktor pemicu utamanya, serta implikasinya terhadap lanskap sosial-politik di Indonesia. Madu 100% Murni Herpil Madu Lebah Fresh Nektar Multiflora A. Faktor Utama Pemicu Stres Masyarakat Menurut pemaparan Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, tekanan psikologis yang dialami oleh 75% responden bersumber dari tiga jangkar persoalan utama yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari: 1. Lonjakan Harga Kebutuhan Pokok Kenaikan harga barang-barang esensial menjadi keluhan paling mendesak yang dirasakan oleh 78 persen responden. Inflasi pada sektor pangan ini menggerus daya beli dan menciptakan kecemasan konstan di tingkat rumah tangga. 2. Tingginya Beban Pajak dan Pungutan Sebanyak 82 persen masyarakat menilai bahwa berbagai kebijakan perpajakan dan pungutan baru yang diterapkan oleh pemerintah terlalu memberatkan dan tidak sebanding dengan insentif yang diterima. 3. Sulitnya Lapangan Pekerjaan & Masalah Penegakan Hukum Di tengah ketidakpastian ekonomi, akses terhadap lapangan kerja formal dinilai semakin sempit. Masalah ini diperparah oleh persepsi publik yang buruk terhadap penegakan hukum yang dianggap belum berkeadilan. Dampaknya nyata: 53 persen masyarakat menilai kondisi ekonomi rumah tangga mereka saat ini jauh lebih buruk dibandingkan dengan tahun lalu. Jadwal Pendaftaran Sekolah Kedinasan CPNS BUMN TNI POLRI Kowad Akademi TNI AKPOL SIPSS Perwira PK TNI B. Sorotan terhadap Perilaku dan Gaya Kepemimpinan Nasional Selain menyoroti regulasi ekonomi, survei yang melibatkan 1.142 responden umum ini secara spesifik mencatat bahwa 67 persen responden mengalami stres akibat perilaku dan gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ketidakpuasan ini tecermin dari skor evaluasi kinerja yang diberikan oleh publik. Pada skala 1 hingga 10, kinerja presiden hanya mendapatkan nilai 4,6 dari masyarakat umum dan angka drastis 2,8 dari penilaian kelompok ahli. Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapatkan skor 4,9 dari publik dan 2,2 dari para ahli. Kelompok ahli (sebanyak 93%) juga mengekspresikan kekhawatiran yang tinggi terhadap gaya komunikasi publik pemerintah yang dinilai kurang akomodatif. C. Implikasi Politik dan Dampak Nyata bagi Pemerintah Tingginya beban psikologis dan kekecewaan ekonomi ini mulai memicu pergeseran peta politik nasional. Salah satu temuan krusial dalam laporan CELIOS menunjukkan terjadinya erosi basis dukungan politik yang signifikan: – 55 persen pemilih Prabowo pada Pemilu 2024 menyatakan tidak akan memilihnya kembali pada pemilihan presiden mendatang. – Hanya 27 persen yang menyatakan setia untuk memilih kembali, sedangkan sisanya ragu-ragu. Angka-angka ini menjadi sinyal peringatan keras (wake-up call) bagi pemerintah bahwa narasi pertumbuhan ekonomi makro tidak lagi efektif apabila masyarakat di tingkat akar rumput justru mengalami tekanan mental dan penurunan kualitas hidup. D. Kesimpulan dan Rekomendasi Kebijakan Fenomena stres massal akibat kebijakan publik membuktikan bahwa kesehatan mental masyarakat berkaitan erat dengan keputusan politik dan ekonomi di tingkat atas. Untuk meredam tekanan psikologis publik, pemerintah disarankan melakukan beberapa langkah taktis: Evaluasi Struktur Pajak Meninjau kembali pungutan atau kenaikan tarif pajak yang langsung memukul daya beli kelas menengah dan kelompok rentan. Stabilisasi Harga Pangan Mengamankan rantai pasok komoditas penting guna menurunkan tingkat kecemasan masyarakat terkait pemenuhan kebutuhan dasar. Peningkatan Komunikasi Publik Mengubah gaya penyampaian kebijakan menjadi lebih empatik, transparan, dan berbasis pada prinsip-prinsip teknokratik yang matang demi membangun kembali kepercayaan (trust) publik. Arya Wiranegara Sumber: https://adajuga.com/survei-celios-oktober-2026/ #prabowo #gibran #jokowi #mbg #kopdes Navigasi pos PANDUAN LENGKAP LOLOS TES IPDN 2027: SYARAT, TAHAPAN SELEKSI, MATERI UJIAN, LATIHAN FISIK DAN STRATEGI PERSIAPAN Peta Politik Pemakzulan Gibran: Hanya PDIP dan PKS yang Tegas, Mengapa Partai Lain Ragu?