Khalifah Umar bin Khattab Wafat Ditikam Saat Mengimami Shalat Subuh di Masjid Nabawi Umar bin Khattab RA adalah khalifah kedua dalam sejarah Islam setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. Beliau dikenal sebagai pemimpin yang tegas, adil, berani, dan memiliki kepedulian yang sangat besar terhadap rakyatnya. Di bawah kepemimpinannya (634–644 M), wilayah Islam berkembang pesat hingga mencakup Persia, Syam, Mesir, dan berbagai wilayah lainnya. Namun, perjalanan hidup salah satu sahabat terbesar Rasulullah SAW ini berakhir secara tragis akibat sebuah peristiwa pembunuhan yang terjadi ketika beliau sedang menunaikan salat Subuh di Masjid Nabawi. # Siapakah Umar bin Khattab RA? Nama lengkap beliau adalah Umar bin Khattab bin Nufail Al-Qurasyi Al-Adawi. Beliau termasuk sahabat utama Nabi Muhammad SAW dan merupakan salah satu dari Al-Khulafa Ar-Rasyidun (Khulafaur Rasyidin). Rasulullah SAW pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah menjadikan kebenaran pada lisan dan hati Umar.” (HR. Tirmidzi) Kepemimpinan Umar dikenal sebagai salah satu masa keemasan dalam sejarah Islam karena berhasil membangun pemerintahan yang kuat, adil, dan terorganisasi. # Latar Belakang Pembunuhan Umar RA Pada masa kekhalifahan Umar, wilayah Islam berkembang sangat luas. Banyak bangsa non-Arab masuk ke dalam kekuasaan Islam, termasuk bangsa Persia yang sebelumnya berada di bawah Kekaisaran Sassaniyah. Kekalahan Persia dalam berbagai peperangan menyebabkan sebagian masyarakat Persia menyimpan kebencian terhadap pemerintahan Islam. Di antara mereka terdapat seorang budak Persia bernama Abu Lu’lu’ah Fairuz. # Siapa Abu Lu’lu’ah? Abu Lu’lu’ah Fairuz adalah seorang budak milik Al-Mughirah bin Syu’bah RA. Ia dikenal memiliki keahlian sebagai tukang besi, tukang kayu, dan pengrajin. Suatu hari ia mengadukan besarnya pajak atau upeti yang harus dibayarkan kepada Umar RA. Setelah mendengar penjelasannya, Umar menilai bahwa jumlah tersebut masih wajar mengingat keterampilan yang dimiliki Abu Lu’lu’ah. Jawaban Umar membuat Abu Lu’lu’ah tidak puas. Ia kemudian menyimpan dendam terhadap sang khalifah. Menurut sejumlah riwayat sejarah, kebencian Abu Lu’lu’ah juga dipengaruhi oleh kekalahan Persia di tangan kaum Muslimin. # Kronologi Penikaman Umar bin Khattab RA # Salat Subuh yang Bersejarah Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 26 Dzulhijjah tahun 23 Hijriah (644 M). Pada waktu Subuh, Umar RA datang ke Masjid Nabawi untuk mengimami salat berjamaah seperti biasa. Ketika beliau mulai memimpin salat dan membaca Al-Qur’an, Abu Lu’lu’ah yang telah menyembunyikan sebilah belati bermata dua mendekatinya. # Serangan Mendadak Saat jamaah sedang khusyuk salat, Abu Lu’lu’ah tiba-tiba menikam Umar RA beberapa kali. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Umar mengalami enam tikaman, sementara satu tikaman yang sangat dalam mengenai bagian bawah pusar dan menembus tubuhnya. Umar RA langsung terjatuh. Dalam keadaan terluka parah, beliau masih sempat memerintahkan Abdurrahman bin Auf RA untuk menggantikannya menjadi imam salat agar jamaah tetap dapat menyelesaikan ibadah mereka. # Korban Lain Setelah menikam Umar RA, Abu Lu’lu’ah berusaha melarikan diri sambil mengayunkan belatinya ke arah jamaah. Beberapa orang terluka dan sebagian gugur akibat serangannya. Ketika merasa tidak dapat melarikan diri, Abu Lu’lu’ah akhirnya bunuh diri menggunakan belati yang dibawanya. # Hari-Hari Terakhir Umar RA Setelah penikaman tersebut, Umar RA dibawa ke rumahnya dalam kondisi kritis. Para sahabat berusaha memberikan pertolongan. Salah satu cara yang digunakan saat itu adalah memberikan susu untuk melihat tingkat keparahan luka dalam. Ketika susu yang diminumnya keluar kembali melalui luka di tubuhnya, para sahabat memahami bahwa lukanya sangat fatal dan peluang hidupnya sangat kecil. Mendengar hal itu, Umar RA menerima takdir Allah dengan penuh ketenangan. Beliau lebih banyak memikirkan keadaan umat Islam dan masa depan kepemimpinan setelah dirinya wafat. # Wasiat Umar RA Menjelang Wafat Menjelang akhir hayatnya, Umar RA memberikan beberapa pesan penting: Bertakwa kepada Allah SWT. Menjaga hak kaum Muhajirin dan Anshar. Memperlakukan rakyat dengan adil. Menjaga hubungan baik dengan kaum non-Muslim yang hidup dalam perlindungan negara Islam. Memastikan kepemimpinan umat tetap berjalan dengan baik. Beliau juga membentuk sebuah majelis syura yang terdiri dari enam sahabat besar untuk memilih khalifah berikutnya. Dari proses musyawarah tersebut akhirnya terpilih Utsman bin Affan RA sebagai khalifah ketiga. # Wafatnya Umar bin Khattab RA Tiga hari setelah penikaman, Umar bin Khattab RA wafat pada usia sekitar 63 tahun. Beliau meninggal pada tanggal 1 Muharram tahun 24 Hijriah atau sekitar tahun 644 M. Sebelum wafat, Umar RA meminta izin kepada Aisyah RA agar dapat dimakamkan di samping Rasulullah SAW dan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. Aisyah RA mengizinkan permintaan tersebut. Akhirnya Umar bin Khattab RA dimakamkan di kamar Nabi Muhammad SAW, berdampingan dengan Rasulullah SAW dan Abu Bakar RA. # Faktor Utama Penyebab Wafat Umar RA Secara ringkas, penyebab wafatnya Umar bin Khattab RA adalah: Ditikam oleh Abu Lu’lu’ah Fairuz, seorang budak asal Persia. Penikaman terjadi saat beliau mengimami salat Subuh di Masjid Nabawi. Luka tikaman yang sangat parah menyebabkan kerusakan organ dalam. Setelah bertahan selama tiga hari, beliau wafat akibat luka tersebut. # Hikmah dari Wafatnya Umar bin Khattab RA Peristiwa wafatnya Umar RA mengandung banyak pelajaran berharga: 1. Keteguhan dalam Beribadah Umar RA wafat ketika sedang melaksanakan salah satu ibadah paling mulia, yaitu salat berjamaah. 2. Tanggung Jawab Seorang Pemimpin Meski sedang terluka parah, beliau tetap memikirkan umat dan keberlangsungan pemerintahan Islam. 3. Keberanian Menghadapi Takdir Umar RA menerima musibah yang menimpanya dengan penuh kesabaran dan keimanan. 4. Pentingnya Musyawarah Sebelum wafat, beliau memastikan proses pemilihan pemimpin berikutnya dilakukan melalui syura. # Penutup Wafatnya Umar bin Khattab RA merupakan salah satu peristiwa paling bersejarah dalam perjalanan Islam. Beliau gugur akibat tikaman Abu Lu’lu’ah Fairuz saat mengimami salat Subuh di Masjid Nabawi pada tahun 23 Hijriah. Setelah mengalami luka yang sangat parah, Umar RA wafat tiga hari kemudian dan dimakamkan di samping Rasulullah SAW serta Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. Kisah akhir kehidupan Umar bin Khattab RA menunjukkan keteguhan iman, tanggung jawab kepemimpinan, dan pengabdian total kepada agama serta umat hingga detik-detik terakhir kehidupannya. # Daftar Rujukan Ibnu Katsir. Al-Bidayah wa an-Nihayah. Ath-Thabari. Tarikh al-Rusul wa al-Muluk. Ibnu Sa’ad. Ath-Thabaqat al-Kubra. Ali Muhammad Ash-Shallabi. Biografi Umar bin Al-Khathab RA. Encyclopaedia Iranica. Abu Lo’lo’a. Garuda Kemdiktisaintek. Date Correction of Omar Bin Khattab’s Death in an Astronomical Perspective (2019). Islam.wiki. Assassination of Umar ibn al-Khattab. — Arya Wiranegara Sejarah Islam Nabi Muhammad SAW Wafat karena Diracun oleh Perempuan Yahudi? Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq Wafat karena Sakit Khalifah Umar bin Khattab Wafat Ditikam Saat Mengimami Shalat Subuh di Masjid Nabawi Khalifah Utsman bin Affan Wafat : Latar Belakang, Kronologi Pengepungan dan Syahidnya Khalifah Ali bin Abi Thalib Wafat : Latar Belakang Politik, Kronologi Penikaman, Hari-Hari Terakhir dan Dampaknya bagi Dunia Islam Sumber : https://adajuga.com/umar-bin-khattab-wafat/ . Navigasi pos Daftar Lengkap Kekhalifahan dan Para Khalifah dalam Sejarah Islam (632–1924 M) Khalifah Utsman bin Affan Wafat Dibunuh di Rumahnya oleh Para Pemberontak