Survei Tempo Data Science : Elektabilitas Dedi Mulyadi 42% dan Prabowo Subianto 15%

Survei Tempo Data Science mengungkap elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebesar 42 persen, sedangkan Prabowo di bawahnya dengan 15 persen.

TEMPO Data Science merilis hasil survei mengenai elektabilitas figur menjelang Pemilu 2029. Hasil survei tersebut menempatkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM, di posisi puncak dari delapan figur lainnya.

Dalam survei ini, KDM memperoleh elektabilitas sebesar 42 persen. Ia diikuti oleh Prabowo Subianto di urutan kedua dengan torehan 15 persen, mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan di urutan ketiga dengan 10 persen, serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di urutan keempat dengan 6 persen.

Inilah 100 Produk Terlaris di Shopee Minggu Ini

“Anjloknya kepuasan terhadap kinerja pemerintah berdampak langsung pada dinamika elektoral kepemimpinan nasional,” ujar General Manager Tempo Data Science, Khairul Anam, dalam acara peluncuran hasil survei di Jakarta Pusat, Rabu, 26 Agustus 2026.

Di urutan kelima, hasil survei menempatkan dua nama sekaligus, yakni Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos dan mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan raihan masing-masing 4 persen.

Kemudian, di urutan keenam terdapat nama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan raihan 3 persen, serta mantan calon wakil presiden Mahfud Md. di urutan terakhir dengan 2 persen.


HASIL SURVEI TERBARU 


Anam menjelaskan bahwa keunggulan elektoral KDM selaras dengan kriteria utama masyarakat dalam memilih presiden, yakni “kedekatan dengan rakyat”. Dalam survei ini, sebanyak 78 persen responden mengasosiasikan KDM sebagai figur yang dekat dan mau mendengarkan rakyat.

Sementara itu, Prabowo lebih banyak dipersepsikan masyarakat pada atribut “ketegasan”. Kendati demikian, menurut Anam, peta elektoral menuju 2029 masih bersifat amat cair.

“Karena 48 persen masyarakat menyatakan mungkin atau sangat mungkin untuk mengubah pilihan sebelum hari pemilu,” kata Anam.

Sebelumnya, dalam survei tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah, Tempo Data Science mencatat adanya kemerosotan yang signifikan dan konsisten dalam delapan bulan terakhir.

Pada Desember 2025, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran berada di angka 75 persen. Angka tersebut menurun drastis pada Maret 2026 menjadi 58 persen, dan kembali merosot pada Agustus 2026 menjadi 37 persen.

Anam mengungkapkan bahwa persepsi negatif masyarakat terhadap situasi ekonomi menjadi pemicu utama merosotnya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Berdasarkan hasil survei, sebanyak 68 persen responden menilai kondisi ekonomi nasional saat ini berada dalam kategori buruk atau semakin memburuk. “Dua persoalan utama yang paling menekan kehidupan harian masyarakat adalah mahalnya harga kebutuhan pokok dan terbatasnya lapangan kerja,” imbuhnya.

Survei Tempo Data Science ini dilakukan pada periode 31 Juli hingga 11 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.260 responden yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi di Indonesia.

Metodologi yang digunakan adalah multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen serta margin of error kurang lebih 2,9 persen.


Sumber : Tempo

— https://adajuga.com/survei-tempo/

#dedimulyadi #kdm #prabowo #gibran #jokowi