Terlaris Murah! Jersey Timnas

Persebaya vs Persija 1-0 : Persebaya Amankan Posisi Papan Atas Grup B Piala Presiden 2026

Persebaya Surabaya sukses membungkam Persija Jakarta dengan skor tipis 1-0 pada laga perdana Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (26/7/2026) malam WIB. Gol tunggal kemenangan Bajul Ijo lahir dari kesalahan antisipasi bek anyar Macan Kemayoran, Radovan Pankov, yang mencetak gol bunuh diri pada babak kedua. Hasil ini juga menodai debut perdana Shin Tae-yong sebagai juru taktik baru Persija Jakarta.

Berikut ulasan pembahasan lengkap pertandingan bertajuk El Clasico Indonesia tersebut.
1. Babak Pertama: Tensi Tinggi, Minim Peluang Bersih

Sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit Thoriq Al Katiri, kedua tim langsung memperagakan permainan terbuka dengan intensitas tinggi. Karakter pramusim sama sekali tidak terlihat karena duel-duel fisik yang keras kerap terjadi di lini tengah. Dalam 20 menit pertama saja, wasit sudah mengeluarkan empat kartu kuning, masing-masing dua untuk Persebaya (termasuk Toni Firmansyah) dan dua untuk Persija (Witan Sulaeman dan Agi Firmansyah).

Persija sempat mengancam lebih dulu pada menit ke-9 lewat sepakan Victor Dethan, namun kiper Ernando Ari tampil sigap menghalau bola. Di kubu tuan rumah, Persebaya yang mendominasi penguasaan bola hingga 56% mencoba membongkar pertahanan lawan lewat sisi kiri serangan dan tendangan jarak jauh dari Ricky Pratama serta Miguel Pereira. Kendati saling jual-beli serangan, rapatnya barisan pertahanan kedua tim membuat babak pertama ditutup dengan skor kacamata 0-0.

2. Babak Kedua: Petaka Blunder Radovan Pankov

Memasuki paruh kedua, pelatih Persebaya Bernardo Tavares menginstruksikan anak asuhnya untuk menerapkan strategi pressing tinggi. Strategi ini terbukti sukses membuat lini belakang Persija kerap melakukan salah umpan dan kesulitan mengalirkan bola dari sektor pertahanan.

Petaka bagi Persija akhirnya datang pada menit ke-63. Bermaksud memberikan umpan balik kepada penjaga gawang Aqil Savik, komunikasi yang buruk membuat bola sodoran Radovan Pankov justru meluncur salah sasaran dan masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri tersebut mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk keunggulan Bajul Ijo.

3. Drama Menit Akhir dan Gol yang Dianulir

Tertinggal satu gol membuat Macan Kemayoran keluar menyerang di sisa waktu laga. Drama hebat terjadi pada masa injury time (menit 90+5) ketika bek Persija, Denis Kolinger, berhasil menggetarkan jala Ernando Ari lewat skema sundulan tajam.

Skuad Persija sempat merayakan gol penyeimbang tersebut, namun wasit Thoriq Al Katiri menganulir gol setelah berdiskusi dengan asisten wasit karena Kolinger sudah berdiri dalam posisi offside sebelum mencetak gol. Skor tipis 1-0 untuk kemenangan Persebaya bertahan hingga peluit panjang ditiupkan.

4. Statistik Utama Laga
  • Skor Akhir: Persebaya Surabaya 1 – 0 Persija Jakarta
  • Pencetak Gol: Radovan Pankov (Gol Bunuh Diri – 63′)
  • Penguasaan Bola: Persebaya 56% – 44% Persija
  • Wasit Utama: Thoriq Al Katiri (Bandung)

5. Susunan Pemain dan Klasemen

Pertandingan ini menampilkan duel seru dengan komposisi pemain utama. Persebaya menurunkan Ernando Ari, Yuran Fernandes, Francisco Rivera (C), dan Malik Risaldi. Sementara itu, Persija mengandalkan Aqil Savik, Denis Kolinger, Radovan Pankov, dan Witan Sulaeman.

Hasil ini menempatkan Persebaya di posisi kedua Grup B (3 poin), bersaing ketat dengan Port FC, sementara Persija berada di peringkat ketiga. Pada laga selanjutnya (29/7/2026), Persija akan menantang Port FC, dan Persebaya berhadapan dengan PSMS Medan.


Persebaya Surabaya : Sejarah, Prestasi, Identitas, Bonek dan Perjalanan Panjang Klub Legendaris Indonesia

Persebaya Surabaya merupakan salah satu klub sepak bola paling bersejarah dan paling berpengaruh di Indonesia. Berbasis di Kota Surabaya, Jawa Timur, klub yang dikenal dengan julukan Bajul Ijo ini bukan sekadar kesebelasan sepak bola. Persebaya telah menjadi bagian dari identitas Kota Pahlawan, simbol kebanggaan Arek Suroboyo, sekaligus salah satu institusi penting dalam perjalanan sejarah sepak bola nasional.

Dengan sejarah yang membentang sejak 1927, Persebaya telah melewati berbagai zaman: masa kolonial, perjuangan kemerdekaan, era Perserikatan, lahirnya Liga Indonesia, masa dualisme kompetisi, hingga era sepak bola profesional modern. Sepanjang perjalanan tersebut, Persebaya berhasil meraih berbagai gelar dan melahirkan banyak pemain yang kemudian menjadi bagian penting dari tim nasional Indonesia.

Info Belanja 100 Produk Terlaris di Shopee Minggu Ini


1. Identitas Singkat Persebaya

Beberapa identitas penting Persebaya antara lain:

  • Nama: Persebaya Surabaya
  • Kepanjangan: Persatuan Sepak Bola Surabaya
  • Berdiri: 1927
  • Nama awal: Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond atau SIVB
  • Julukan: Bajul Ijo
  • Kota: Surabaya, Jawa Timur
  • Stadion kandang: Gelora Bung Tomo
  • Suporter: Bonek dan Bonita
  • Warna identitas: Hijau

Persebaya dikenal sebagai salah satu klub tertua di Indonesia dan termasuk kelompok klub yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan sepak bola nasional.


2. Awal Berdirinya Persebaya

Sejarah Persebaya bermula pada 18 Juni 1927. Pada masa itu, klub ini didirikan dengan nama Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB).

Kelahiran SIVB tidak dapat dipisahkan dari kondisi sepak bola pada masa kolonial Hindia Belanda. Pada waktu itu, klub-klub sepak bola banyak didominasi oleh kelompok Eropa. Kehadiran SIVB menjadi wadah bagi masyarakat pribumi di Surabaya untuk mengembangkan sepak bola dan berkompetisi secara lebih terorganisasi.

Dari awal berdirinya, klub ini tidak hanya memiliki fungsi olahraga. Sepak bola juga menjadi salah satu sarana membangun persatuan, kebersamaan, dan identitas masyarakat pribumi.

SIVB kemudian berkembang menjadi salah satu kekuatan sepak bola paling penting di Indonesia.


3. Persebaya dan Lahirnya PSSI

Salah satu bagian terpenting dari sejarah Persebaya adalah keterlibatannya dalam pendirian Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Pada 19 April 1930, SIVB menjadi salah satu klub yang berperan dalam pembentukan organisasi sepak bola nasional tersebut.

Dengan demikian, Persebaya tidak hanya menjadi peserta dalam sejarah sepak bola Indonesia, tetapi juga termasuk klub yang ikut membangun fondasi sepak bola nasional.

Peran historis ini membuat Persebaya memiliki posisi khusus dalam sejarah olahraga Indonesia. Klub ini telah ada bahkan sebelum Indonesia merdeka dan terus bertahan melewati berbagai perubahan politik, sosial, dan sistem kompetisi.


4. Perubahan Nama hingga Menjadi Persebaya

Dalam perjalanannya, klub ini mengalami beberapa perubahan nama.

Secara umum, perjalanan nama klub dapat dirangkum sebagai berikut:

1927: SIVB

Klub didirikan dengan nama Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond.

Era 1930-an–1940-an

Seiring perubahan zaman dan kondisi politik, nama klub mengalami perubahan dan kemudian dikenal sebagai Persibaja, singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Soerabaja.

Era berikutnya

Nama tersebut kemudian berkembang menjadi Persebaya, yang merupakan singkatan dari Persatuan Sepak Bola Surabaya.

Nama Persebaya kemudian menjadi identitas yang melekat kuat dengan Kota Surabaya dan masyarakatnya.


5. Era Perserikatan: Persebaya sebagai Kekuatan Besar

Pada era Perserikatan, Persebaya menjadi salah satu klub paling sukses di Indonesia.

Kompetisi Perserikatan merupakan kompetisi sepak bola antardaerah yang memiliki nilai sejarah sangat penting. Klub-klub peserta tidak hanya mewakili organisasi olahraga, tetapi juga membawa nama dan kebanggaan daerah masing-masing.

Persebaya berhasil meraih enam gelar juara Perserikatan, yaitu pada:

  • 1941
  • 1950
  • 1951
  • 1952
  • 1975/1978
  • 1987/1988

Enam gelar tersebut menempatkan Persebaya sebagai salah satu klub paling sukses dalam sejarah kompetisi sepak bola nasional sebelum era Liga Indonesia.


6. Kejayaan di Era Liga Indonesia

Setelah sistem kompetisi sepak bola Indonesia mengalami perubahan, Persebaya tetap menjadi salah satu kekuatan utama.

Dalam era Liga Indonesia, Persebaya kembali menorehkan prestasi besar.

Gelar Liga Indonesia 1996/1997

Persebaya berhasil menjadi juara Liga Indonesia pada musim 1996/1997.

Gelar tersebut menjadi bukti bahwa Persebaya mampu beradaptasi dari sistem Perserikatan menuju era kompetisi profesional.

Gelar 2004

Persebaya kembali meraih gelar juara pada 2004.

Keberhasilan ini memperkuat posisi Persebaya sebagai salah satu klub elite sepak bola Indonesia. Secara keseluruhan, sejarah prestasi Persebaya menunjukkan bahwa klub ini memiliki tradisi juara yang panjang sejak era Perserikatan hingga era Liga Indonesia.


7. Julukan “Bajul Ijo”

Persebaya dikenal luas dengan julukan Bajul Ijo, yang berarti Buaya Hijau dalam bahasa Jawa.

Julukan ini sangat erat kaitannya dengan identitas Kota Surabaya. Buaya dan ikan sura merupakan simbol yang dikenal dalam sejarah dan legenda kota tersebut.

Sementara itu, warna hijau menjadi warna tradisional Persebaya.

Karena itu, istilah Bajul Ijo bukan hanya sekadar julukan olahraga. Bagi banyak pendukung, istilah tersebut menjadi simbol karakter Persebaya: kuat, berani, keras, dan tidak mudah menyerah.


8. Bonek: Kekuatan Besar di Belakang Persebaya

Salah satu faktor terbesar yang membuat Persebaya berbeda dari banyak klub lain adalah basis suporternya.

Suporter Persebaya dikenal dengan nama Bonek, yang secara umum dipahami sebagai singkatan dari Bondo Nekat.

Bonek telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari sejarah Persebaya. Dukungan mereka terkenal sangat besar, baik ketika Persebaya bermain di Surabaya maupun ketika bertanding di berbagai daerah.

Dalam perkembangannya, budaya suporter Persebaya juga mencakup Bonita, sebutan bagi pendukung perempuan Persebaya.

Bagi masyarakat Surabaya, mendukung Persebaya bukan hanya soal pertandingan sepak bola. Persebaya sering dipandang sebagai bagian dari identitas kota dan kebanggaan daerah. Pemerintah Kota Surabaya juga menggambarkan Persebaya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari identitas Kota Pahlawan.


9. Rivalitas Persebaya dengan Klub Lain

Sepak bola Indonesia dikenal dengan rivalitas yang kuat. Persebaya juga memiliki sejumlah rivalitas penting.

Persebaya vs Arema

Rivalitas antara Persebaya dan Arema dikenal luas sebagai salah satu rivalitas terbesar di sepak bola Indonesia.

Pertandingan antara kedua tim sering dikaitkan dengan rivalitas Jawa Timur. Karena faktor sejarah dan keamanan, pertandingan yang melibatkan kedua klub sering mendapatkan perhatian khusus.

Salah satu peristiwa paling tragis dalam sejarah sepak bola Indonesia terjadi setelah pertandingan Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan pada 2022. Tragedi tersebut menewaskan banyak orang dan menjadi salah satu bencana olahraga paling mematikan dalam sejarah sepak bola dunia. Peristiwa tersebut juga mendorong evaluasi besar-besaran terhadap aspek keamanan dan penyelenggaraan pertandingan sepak bola di Indonesia.

Persebaya vs Persib

Pertandingan Persebaya melawan Persib Bandung juga memiliki daya tarik besar. Kedua klub memiliki sejarah panjang, basis suporter besar, dan tradisi kuat dalam sepak bola Indonesia.

Persebaya vs Persija

Pertandingan melawan Persija Jakarta juga sering menjadi salah satu laga yang paling dinantikan karena mempertemukan dua klub besar dengan sejarah panjang dan basis suporter besar.


10. Persebaya sebagai Penghasil Pemain Timnas

Salah satu kontribusi besar Persebaya bagi sepak bola Indonesia adalah kemampuannya melahirkan pemain berkualitas.

Sepanjang sejarahnya, banyak pemain Persebaya yang kemudian memperkuat tim nasional Indonesia.

Beberapa nama yang pernah memiliki hubungan kuat dengan Persebaya antara lain:

  • Putu Yasa
  • Mustaqim
  • Yusuf Ekodono
  • Aji Santoso
  • Bejo Sugiantoro
  • Uston Nawawi
  • Anang Ma’ruf
  • Rizky Ridho
  • Ernando Ari
  • Koko Ari
  • Marselino Ferdinan

Nama-nama tersebut menunjukkan bahwa Persebaya memiliki kontribusi besar terhadap regenerasi pemain sepak bola nasional.


11. Persebaya dan Pembinaan Pemain Muda

Persebaya memiliki tradisi panjang dalam mengembangkan pemain muda.

Pembinaan pemain muda menjadi salah satu kekuatan penting klub karena Persebaya tidak hanya mengandalkan perekrutan pemain berpengalaman.

Sistem pembinaan yang baik memungkinkan klub menghasilkan pemain yang:

  1. Memahami karakter permainan klub.
  2. Memiliki pengalaman sejak usia muda.
  3. Mampu beradaptasi dengan tekanan sepak bola profesional.
  4. Berpotensi memperkuat tim nasional.
  5. Menjadi aset penting klub di masa depan.

Beberapa pengamat dan penggemar sepak bola Indonesia menilai Persebaya memiliki ekosistem pembinaan pemain muda yang cukup kuat dan telah menghasilkan sejumlah pemain penting bagi sepak bola nasional.


12. Masa Sulit dan Dualisme Persebaya

Meskipun memiliki sejarah panjang dan prestasi besar, perjalanan Persebaya tidak selalu berjalan mulus.

Salah satu periode paling rumit dalam sejarah klub adalah masa dualisme sepak bola Indonesia.

Pada periode tersebut, terjadi konflik mengenai kompetisi, organisasi, kepemilikan, dan status klub. Situasi tersebut menimbulkan perdebatan mengenai klub mana yang dianggap sebagai kelanjutan sah dari Persebaya.

Dampaknya sangat besar:

  • Persebaya mengalami ketidakjelasan kompetisi.
  • Terjadi konflik internal.
  • Pendukung terpecah dalam perdebatan mengenai status klub.
  • Klub mengalami masalah administratif dan kompetitif.
  • Perjalanan menuju kompetisi profesional menjadi lebih sulit.

Namun, dukungan suporter dan perjuangan berbagai pihak membuat Persebaya akhirnya kembali menjadi bagian penting dalam kompetisi sepak bola profesional Indonesia.


13. Kembali ke Panggung Sepak Bola Profesional

Setelah melewati masa penuh konflik dan ketidakpastian, Persebaya kembali ke kompetisi profesional.

Kembalinya Persebaya disambut dengan antusiasme luar biasa oleh Bonek dan masyarakat Surabaya.

Bagi banyak pendukung, kembalinya Persebaya bukan hanya berarti kembalinya sebuah klub ke kompetisi. Hal tersebut juga dipandang sebagai kembalinya identitas sepak bola Surabaya ke panggung nasional.

Sejak kembali ke level tertinggi, Persebaya terus berusaha membangun tim yang kompetitif melalui:

  • Perekrutan pemain.
  • Pengembangan pemain muda.
  • Penguatan manajemen.
  • Peningkatan profesionalisme klub.
  • Dukungan suporter.

14. Stadion Gelora Bung Tomo

Kandang utama Persebaya adalah Stadion Gelora Bung Tomo.

Stadion ini menjadi pusat kegiatan sepak bola Persebaya dan tempat berkumpulnya puluhan ribu pendukung.

Ketika pertandingan berlangsung, stadion tersebut dapat berubah menjadi lautan warna hijau. Nyanyian, koreografi, dan dukungan suporter menjadi bagian dari atmosfer pertandingan Persebaya.

Bagi Bonek, Gelora Bung Tomo bukan sekadar stadion. Tempat tersebut merupakan salah satu simbol penting dari hubungan antara Persebaya dan masyarakat Surabaya.


15. Karakter Permainan dan Identitas Persebaya

Sepanjang sejarahnya, Persebaya sering dikaitkan dengan karakter permainan yang:

  • Berani.
  • Agresif.
  • Penuh semangat.
  • Mengandalkan kerja keras.
  • Memiliki mental bertarung.

Karakter tersebut sering dikaitkan dengan budaya Arek Suroboyo yang dikenal memiliki semangat keberanian dan pantang menyerah.

Tentu saja, gaya permainan Persebaya berubah dari satu generasi ke generasi berikutnya sesuai dengan pelatih, pemain, dan perkembangan taktik sepak bola.

Namun, satu hal yang tetap menjadi ciri khasnya adalah tuntutan untuk bermain dengan semangat dan mental kuat.


16. Persebaya di Era Modern

Pada era sepak bola modern, tantangan Persebaya semakin kompleks.

Klub tidak cukup hanya mengandalkan sejarah dan dukungan suporter. Persebaya juga harus bersaing dalam aspek:

Manajemen

Pengelolaan klub harus semakin profesional dan transparan.

Finansial

Klub membutuhkan struktur keuangan yang sehat agar dapat bertahan dalam jangka panjang.

Infrastruktur

Fasilitas latihan dan stadion harus terus dikembangkan.

Pembinaan

Akademi dan pemain muda perlu mendapat perhatian serius.

Teknologi

Analisis data, sport science, pemantauan kebugaran, dan teknologi olahraga semakin penting.

Persaingan Liga

Klub-klub Indonesia semakin kompetitif sehingga Persebaya harus terus beradaptasi.

Dalam data kompetisi terbaru yang tersedia, Persebaya tercatat sebagai salah satu klub peserta kompetisi kasta tertinggi Indonesia dengan Stadion Gelora Bung Tomo sebagai markasnya.


17. Persebaya dan Identitas Kota Surabaya

Hubungan Persebaya dan Surabaya sangat kuat.

Bagi banyak warga Surabaya, Persebaya bukan hanya klub olahraga. Persebaya merupakan bagian dari:

  • Identitas kota.
  • Kebanggaan daerah.
  • Budaya masyarakat.
  • Sejarah sepak bola nasional.
  • Simbol persatuan masyarakat.

Tidak mengherankan jika setiap pertandingan Persebaya memiliki perhatian besar dari masyarakat.

Pada peringatan ulang tahun ke-99 Persebaya pada 2026, Pemerintah Kota Surabaya kembali menegaskan bahwa klub tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari identitas Kota Pahlawan.


18. Prestasi Persebaya Secara Ringkas

Berikut rangkuman prestasi utama Persebaya:

Perserikatan

6 kali juara:

  • 1941
  • 1950
  • 1951
  • 1952
  • 1975/1978
  • 1987/1988

Liga Indonesia

  • Juara 1996/1997
  • Juara 2004

Selain itu, Persebaya juga pernah meraih prestasi dalam berbagai kompetisi regional dan turnamen lainnya sepanjang sejarahnya.


19. Mengapa Persebaya Disebut Klub Legendaris?

Ada beberapa alasan utama.

Pertama, sejarahnya sangat panjang

Persebaya telah berdiri sejak 1927 dan menjadi bagian dari sejarah sepak bola Indonesia sejak masa kolonial.

Kedua, memiliki banyak gelar

Persebaya merupakan salah satu klub paling sukses di Indonesia dengan berbagai gelar juara dari era Perserikatan hingga Liga Indonesia.

Ketiga, memiliki basis suporter besar

Bonek merupakan salah satu kelompok suporter paling dikenal dalam sepak bola Indonesia.

Keempat, berkontribusi terhadap tim nasional

Banyak pemain Persebaya yang kemudian menjadi bagian dari tim nasional Indonesia.

Kelima, memiliki identitas yang kuat

Persebaya sangat erat dengan karakter Kota Surabaya dan budaya Arek Suroboyo.

Keenam, mampu bertahan melewati krisis

Klub ini pernah melewati konflik dan masa sulit, tetapi tetap mempertahankan eksistensinya.


20. Tantangan Persebaya di Masa Depan

Sebagai klub besar, Persebaya memiliki beberapa tantangan besar.

Mempertahankan Tradisi Juara

Sejarah besar menciptakan ekspektasi besar. Suporter tentu berharap Persebaya kembali meraih gelar juara.

Mengembangkan Pemain Muda

Pemain muda harus terus diberi kesempatan agar tradisi menghasilkan pemain berkualitas tetap berlanjut.

Menjaga Profesionalisme

Manajemen harus mampu menjalankan klub dengan sistem yang modern dan berkelanjutan.

Membangun Hubungan Positif dengan Suporter

Bonek merupakan kekuatan besar, tetapi hubungan antara klub dan suporter harus terus dibangun melalui komunikasi dan budaya dukungan yang positif.

Meningkatkan Prestasi Internasional

Salah satu tantangan terbesar bagi klub besar Indonesia adalah mampu bersaing di level Asia.


Kesimpulan

Persebaya Surabaya adalah salah satu klub paling penting dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Berdiri sejak 1927 dengan nama SIVB, klub ini telah melewati perjalanan panjang dari masa kolonial hingga era sepak bola profesional modern. Persebaya memiliki sejarah sebagai salah satu pelopor berdirinya PSSI, enam gelar Perserikatan, sejumlah gelar Liga Indonesia, serta tradisi panjang dalam menghasilkan pemain berkualitas.

Namun, kekuatan terbesar Persebaya tidak hanya terletak pada jumlah gelar. Identitas klub ini juga dibentuk oleh hubungan yang sangat kuat dengan Kota Surabaya dan dukungan fanatik Bonek.

Karena itu, Persebaya bukan sekadar klub sepak bola.

Persebaya adalah sejarah, kebanggaan, identitas, dan simbol perjuangan sepak bola Surabaya.

Selama Bajul Ijo terus hidup di lapangan dan Bonek terus memberikan dukungan, perjalanan panjang Persebaya akan terus menjadi salah satu kisah paling penting dalam sejarah sepak bola Indonesia.

— Arya Wiranegara 

Sumber : https://adajuga.com/persebaya-surabaya/

.