KDM vs Pramono : DKI Surplus Rp3,89 T dan Jabar Defisit Rp5,7 T Realisasi APBD DKI Jakarta 2025 mencatat sekitar Rp91,86 triliun dengan surplus Rp3,89 triliun. Di sisi lain, Jawa Barat menghadapi proyeksi defisit APBD 2026 hingga Rp5,7 triliun, meski Dedi Mulyadi menegaskan angka itu masih bisa ditekan lewat efisiensi dan masuknya dana transfer pusat. Perbandingan ini kemudian memunculkan sindiran yang cukup keras: Pramono dinilai lebih mencerminkan “gubernur kerja”, sementara Dedi lebih sering diasosiasikan dengan “gubernur konten” karena aktivitas komunikasinya di media sosial sangat menonjol. Tentu, konten dan komunikasi publik bukan sesuatu yang salah, tetapi publik juga berhak menilai apakah sorotan media sejalan dengan kekuatan pengelolaan anggaran. Kalau ukurannya adalah hasil fiskal yang terlihat saat ini, posisi Pramono memang tampak lebih kuat. Sementara Dedi masih punya pekerjaan besar untuk membuktikan bahwa efisiensi, penataan belanja, dan strategi fiskal Jawa Barat mampu menekan tekanan anggaran secara nyata. Pada akhirnya, publik tidak hanya melihat siapa yang paling sering muncul di layar, tetapi siapa yang paling mampu menunjukkan hasil. Konten boleh jalan, tapi anggaran jangan sampai tertinggal. Sumber : KataKita — https://adajuga.com/kdm-vs-pramono/ #PramonoAnung #DediMulyadi #APBD #Gubernur #katakita . Navigasi pos Miris! APBN Defisit, Danantara dan Kementerian Keuangan Rebutan Laba BUMN Rp120 Triliun