Life Revolution : 12 Ilmu Kehidupan

MEMPEKERJAKAN ORANG SUKSES : Belajar, Bekerja Sama dan Membangun Tim dengan Orang-Orang yang Lebih Hebat 

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan seseorang ketika ingin mencapai kesuksesan adalah merasa bahwa ia harus melakukan semuanya seorang diri.

Ia ingin menjadi orang yang paling pintar.

Ia ingin menguasai semua keterampilan.

Ia ingin mengerjakan semua pekerjaan.

Ia ingin mengambil semua keputusan.

Padahal, semakin besar tujuan yang ingin dicapai, semakin sulit bagi seseorang untuk mengerjakan semuanya sendirian.

Di sinilah pentingnya kemampuan untuk menemukan, mendekati, belajar dari, bekerja sama dengan, dan bahkan mempekerjakan orang-orang yang lebih sukses atau lebih ahli daripada diri kita.

Dalam pembahasan Life Revolution, gagasan ini berkaitan erat dengan prinsip bahwa kita tidak harus menjadi orang yang paling hebat dalam segala hal. Kita dapat mempercepat pencapaian dengan mengelilingi diri dengan orang-orang yang memiliki kemampuan yang kita butuhkan.

Jika Bab 1 membahas tentang modeling, yaitu belajar dari orang yang telah berhasil, maka Bab 2 membawa gagasan tersebut ke tingkat yang lebih jauh.

Kita bukan hanya mengamati orang sukses.

Kita juga belajar bagaimana:

Menemukan orang hebat.

Membangun hubungan dengan mereka.

Belajar dari mereka.

Bekerja sama dengan mereka.

Memberikan kesempatan kepada mereka.

Dan, jika diperlukan, mempekerjakan mereka untuk membangun sesuatu yang lebih besar bersama-sama.

Prinsipnya sederhana:

Kita tidak harus melakukan semuanya sendiri. Kita dapat membangun kehidupan dan organisasi yang lebih besar dengan melibatkan orang-orang yang memiliki kemampuan yang berbeda dan lebih kuat daripada kita.


1. Tidak Ada Orang yang Hebat dalam Segala Hal

Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan.

Seseorang mungkin sangat pintar dalam strategi, tetapi kurang mampu dalam komunikasi.

Seseorang mungkin hebat dalam menjual, tetapi kurang memahami keuangan.

Seseorang mungkin ahli dalam teknologi, tetapi tidak pandai mengelola manusia.

Seseorang mungkin memiliki ide luar biasa, tetapi tidak memiliki kemampuan untuk mengeksekusinya.

Karena itu, kita tidak harus memaksakan diri menjadi ahli dalam semua bidang.

Lebih bijaksana jika kita memahami:

Apa yang menjadi kekuatan saya dan apa yang menjadi kelemahan saya?

Setelah itu, kita mencari orang yang dapat melengkapi kekurangan tersebut.

Dengan cara ini, kekuatan beberapa orang dapat digabungkan menjadi sesuatu yang lebih besar.


2. Jangan Takut Mempekerjakan Orang yang Lebih Pintar

Sebagian pemimpin memiliki ketakutan terhadap orang yang lebih hebat daripada dirinya.

Mereka khawatir:

“Kalau orang ini lebih pintar daripada saya, bagaimana jika dia mengambil posisi saya?”

Pola pikir seperti ini dapat menghambat pertumbuhan.

Pemimpin yang kuat justru tidak takut dikelilingi oleh orang-orang hebat.

Ia memahami bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak ditentukan oleh siapa yang paling pintar, tetapi oleh kemampuan tim untuk bekerja bersama.

Karena itu:

Pemimpin yang baik bukanlah orang yang harus menjadi yang paling hebat dalam segala hal. Ia adalah orang yang mampu mengumpulkan dan mengarahkan orang-orang hebat untuk mencapai tujuan bersama.


3. Cari Orang yang Memiliki Kemampuan yang Tidak Anda Miliki

Ketika membangun tim, jangan hanya mencari orang yang mirip dengan kita.

Carilah orang yang memiliki keahlian yang dapat melengkapi kita.

Misalnya, seorang pemilik bisnis mungkin memiliki kemampuan dalam:

Strategi dan visi.

Namun, ia membutuhkan orang yang ahli dalam:

Keuangan.

Ia juga membutuhkan orang yang kuat dalam:

Pemasaran.

Dan mungkin membutuhkan orang lain yang ahli dalam:

Operasional.

Dengan demikian, sebuah tim menjadi kuat karena memiliki kombinasi kemampuan.

Kekuatan tim bukan karena semua orang memiliki kemampuan yang sama, tetapi karena setiap orang memiliki keahlian yang saling melengkapi.


4. Tentukan Orang Seperti Apa yang Anda Butuhkan

Sebelum mencari orang lain, kita harus mengetahui kebutuhan kita.

Tanyakan:

Apa yang ingin saya capai?

Kemampuan apa yang dibutuhkan?

Kemampuan apa yang belum saya miliki?

Pekerjaan apa yang terlalu banyak menyita waktu saya?

Bagian mana yang membutuhkan tenaga ahli?

Pertanyaan tersebut membantu kita menentukan orang seperti apa yang perlu dicari.

Tanpa kejelasan, kita bisa saja merekrut orang yang sebenarnya tidak sesuai dengan kebutuhan.


5. Carilah Orang yang Lebih Baik dalam Bidang Tertentu

Jika ingin membangun tim yang kuat, carilah orang yang memiliki kemampuan unggul dalam bidang yang menjadi tanggung jawabnya.

Misalnya:

Untuk pemasaran, carilah orang yang memahami pemasaran.

Untuk keuangan, carilah orang yang memahami keuangan.

Untuk teknologi, carilah orang yang memahami teknologi.

Untuk penjualan, carilah orang yang memiliki kemampuan menjual.

Jangan merekrut seseorang hanya karena ia menyenangkan atau karena kita sudah mengenalnya.

Pertimbangkan:

Apakah orang ini benar-benar mampu membantu mencapai tujuan?


6. Bergaul dengan Orang yang Lebih Maju

Mempekerjakan orang sukses bukan satu-satunya cara untuk belajar dari mereka.

Kita juga dapat membangun hubungan.

Lingkungan pergaulan memiliki pengaruh besar terhadap cara berpikir seseorang.

Jika kita sering berinteraksi dengan orang yang:

  • Rajin belajar.
  • Berorientasi pada solusi.
  • Disiplin.
  • Bertanggung jawab.
  • Berani mengambil tindakan.
  • Memiliki visi.

Kita dapat memperoleh perspektif baru.

Kita mungkin mulai melihat peluang yang sebelumnya tidak kita lihat.

Kita mulai memahami cara berpikir yang berbeda.

Kita juga dapat terdorong untuk meningkatkan standar diri.

Karena itu:

Perhatikan siapa saja yang sering berada di sekitar kita.

Lingkungan dapat menjadi sumber energi untuk bertumbuh atau justru menjadi penghambat.


7. Bangun Hubungan Sebelum Membutuhkan

Salah satu kesalahan dalam membangun jaringan adalah baru mencari orang ketika sedang membutuhkan bantuan.

Misalnya, ketika memiliki masalah baru mencari kenalan.

Ketika membutuhkan pekerjaan baru mencari koneksi.

Ketika membutuhkan partner baru menghubungi orang lain.

Hubungan yang kuat sebaiknya dibangun jauh sebelum kita membutuhkannya.

Mulailah dengan:

  • Mengenal orang.
  • Memberikan nilai.
  • Membantu jika mampu.
  • Menjaga komunikasi.
  • Menghargai waktu orang lain.
  • Menjaga kepercayaan.

Hubungan yang sehat bukan sekadar transaksi.

Hubungan yang kuat dibangun melalui kepercayaan.


8. Jangan Hanya Bertanya “Apa yang Bisa Saya Dapatkan?”

Ketika bertemu orang sukses, sebagian orang langsung berpikir:

“Apa yang bisa saya dapatkan dari orang ini?”

Pertanyaan tersebut dapat membuat hubungan menjadi transaksional.

Cobalah mengubahnya menjadi:

“Apa yang bisa saya berikan?”

Mungkin kita dapat:

  • Membantu pekerjaan.
  • Memberikan informasi.
  • Menghubungkan dengan orang lain.
  • Membantu menyelesaikan masalah.
  • Memberikan ide.
  • Berbagi pengalaman.

Orang sukses biasanya bertemu banyak orang yang ingin mendapatkan sesuatu dari mereka.

Jika kita datang dengan niat memberikan nilai, hubungan yang dibangun dapat menjadi lebih bermakna.


9. Belajar dari Orang yang Lebih Sukses

Ketika berinteraksi dengan orang yang lebih maju, gunakan kesempatan tersebut untuk belajar.

Amati:

  • Cara mereka berbicara.
  • Cara mereka berpikir.
  • Cara mereka mengambil keputusan.
  • Cara mereka menyelesaikan masalah.
  • Cara mereka memperlakukan orang.
  • Cara mereka mengelola waktu.

Namun, jangan hanya mengagumi.

Ajukan pertanyaan yang tepat.

Misalnya:

“Apa kesalahan terbesar yang pernah Anda lakukan?”

“Jika harus memulai dari nol, apa yang akan Anda lakukan?”

“Apa keterampilan yang paling penting untuk bidang ini?”

“Apa yang paling banyak membuang waktu Anda ketika masih pemula?”

Pertanyaan seperti ini dapat memberikan pembelajaran yang sangat berharga.


10. Gunakan Pengalaman Orang Lain

Orang sukses telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk membangun pengalaman.

Kita dapat belajar dari pengalaman tersebut.

Misalnya, seseorang telah mencoba sepuluh strategi dan menemukan bahwa hanya dua yang berhasil.

Jika kita belajar darinya, kita dapat langsung mempelajari dua strategi tersebut tanpa harus menghabiskan waktu mencoba semua sepuluh strategi.

Ini bukan berarti kita tidak perlu melakukan eksperimen.

Namun, kita dapat memulai dengan pengetahuan yang lebih baik.

Pengalaman orang lain dapat menjadi modal awal untuk mempercepat perjalanan kita.


11. Mempekerjakan Orang Bukan Sekadar Membeli Waktu

Ketika seseorang mempekerjakan orang lain, sebenarnya ia membeli lebih dari sekadar waktu.

Ia mendapatkan:

  • Keahlian.
  • Pengalaman.
  • Pengetahuan.
  • Kemampuan menyelesaikan masalah.
  • Perspektif baru.

Misalnya, seorang pemilik bisnis tidak harus menjadi ahli akuntansi.

Ia dapat mempekerjakan orang yang memahami bidang tersebut.

Dengan demikian, pemilik bisnis dapat fokus pada hal yang paling penting bagi dirinya.

Ini membantu seseorang menggunakan waktu dan energinya secara lebih efektif.


12. Fokus pada Kekuatan Utama

Salah satu manfaat membangun tim adalah kita dapat fokus pada kekuatan utama.

Jika seorang pemimpin menghabiskan seluruh waktunya mengerjakan pekerjaan administratif, ia mungkin tidak memiliki waktu untuk:

  • Mengembangkan strategi.
  • Mencari peluang.
  • Membangun hubungan.
  • Mengembangkan bisnis.

Dengan mendelegasikan pekerjaan kepada orang yang tepat, ia dapat fokus pada hal yang memberikan nilai lebih besar.

Karena itu:

Delegasi bukan berarti malas bekerja. Delegasi adalah cara menggunakan sumber daya secara lebih efektif.


13. Delegasikan, tetapi Jangan Lepaskan Tanggung Jawab

Mempekerjakan orang bukan berarti menyerahkan semua tanggung jawab.

Seorang pemimpin tetap harus:

  • Menentukan arah.
  • Menjelaskan tujuan.
  • Menetapkan standar.
  • Memberikan sumber daya.
  • Memantau hasil.
  • Memberikan feedback.

Delegasi yang baik berarti memberikan tanggung jawab dengan kejelasan.

Bukan sekadar berkata:

“Kerjakan ini.”

Tetapi menjelaskan:

Apa yang harus dicapai?

Mengapa hal tersebut penting?

Kapan harus selesai?

Standar keberhasilannya seperti apa?

Kejelasan membuat orang lebih mudah bekerja secara efektif.


14. Berikan Kepercayaan kepada Orang yang Tepat

Orang hebat membutuhkan ruang untuk menggunakan kemampuannya.

Jika seseorang sudah dipercaya menangani suatu bidang, jangan terus-menerus mengontrol setiap detail kecil.

Pemimpin perlu memberikan:

Kepercayaan sekaligus tanggung jawab.

Namun, kepercayaan tidak berarti tanpa pengawasan.

Tetap diperlukan:

  • Target.
  • Indikator kinerja.
  • Evaluasi.
  • Komunikasi.

Dengan demikian, orang dapat bekerja dengan kebebasan tetapi tetap bertanggung jawab terhadap hasil.


15. Rekrut Berdasarkan Karakter dan Kemampuan

Kemampuan penting.

Namun, karakter juga sangat penting.

Seseorang mungkin sangat pintar tetapi tidak dapat dipercaya.

Ia mungkin memiliki kemampuan tinggi tetapi tidak bertanggung jawab.

Dalam jangka panjang, karakter yang buruk dapat merusak organisasi.

Karena itu, ketika memilih orang, pertimbangkan:

  • Integritas.
  • Tanggung jawab.
  • Kemauan belajar.
  • Kemampuan bekerja sama.
  • Sikap terhadap masalah.
  • Kesesuaian dengan nilai organisasi.

Keahlian dapat dikembangkan.

Namun, karakter yang tidak baik dapat menjadi masalah besar.


16. Orang Hebat Tidak Selalu Berarti Orang Terkenal

Ketika mencari orang sukses, jangan hanya melihat popularitas.

Orang yang memiliki banyak pengikut belum tentu orang yang paling kompeten.

Begitu pula orang yang tidak terkenal belum tentu tidak hebat.

Cari orang berdasarkan:

Kemampuan dan hasil nyata.

Lihat apa yang telah ia kerjakan.

Lihat kualitas pekerjaannya.

Lihat reputasinya.

Lihat integritasnya.

Dengan demikian, kita memilih berdasarkan substansi, bukan sekadar penampilan.


17. Jangan Takut Membayar Orang yang Berkualitas

Orang yang memiliki kemampuan tinggi biasanya memiliki nilai yang tinggi pula.

Karena itu, jangan hanya mencari orang dengan biaya paling murah.

Pertimbangkan:

Berapa nilai yang dapat diberikan oleh orang tersebut?

Seseorang yang mahal tetapi mampu menghasilkan nilai besar mungkin lebih menguntungkan daripada seseorang yang murah tetapi menghasilkan masalah.

Namun, kompensasi tetap harus sesuai kemampuan organisasi dan kesepakatan yang jelas.

Intinya adalah:

Jangan hanya melihat biaya. Lihat juga nilai yang dihasilkan.


18. Ciptakan Lingkungan yang Membuat Orang Hebat Mau Bertahan

Mendapatkan orang hebat adalah satu hal.

Mempertahankan mereka adalah hal lain.

Orang berkualitas biasanya tidak hanya mencari uang.

Mereka juga mencari:

  • Lingkungan yang sehat.
  • Kesempatan berkembang.
  • Kejelasan visi.
  • Penghargaan.
  • Kepercayaan.
  • Tantangan.
  • Kesempatan memberikan kontribusi.

Karena itu, organisasi harus mampu menciptakan lingkungan yang membuat orang terbaik dapat berkembang.


19. Berikan Kesempatan untuk Berkembang

Orang yang hebat biasanya ingin terus berkembang.

Jika seseorang merasa tidak mendapatkan kesempatan untuk belajar, ia dapat kehilangan motivasi.

Karena itu, berikan kesempatan untuk:

  • Mencoba hal baru.
  • Mengembangkan kemampuan.
  • Mengambil tanggung jawab.
  • Mengemukakan ide.
  • Memimpin proyek.

Dengan demikian, orang yang bekerja bersama kita tidak hanya menjadi “pegawai”.

Mereka dapat berkembang menjadi bagian penting dari perjalanan organisasi.


20. Bangun Tim yang Saling Melengkapi

Tim yang baik bukan kumpulan orang yang semuanya sama.

Bayangkan sebuah tim yang terdiri dari:

Orang yang kuat dalam visi.

Orang yang kuat dalam strategi.

Orang yang kuat dalam eksekusi.

Orang yang kuat dalam pemasaran.

Orang yang kuat dalam keuangan.

Orang yang kuat dalam membangun hubungan.

Setiap orang memiliki fungsi.

Jika semuanya bekerja dengan baik, kekuatan mereka dapat saling melengkapi.

Inilah salah satu alasan mengapa sebuah tim dapat mencapai sesuatu yang sulit dilakukan oleh satu orang.


21. Pemimpin Harus Mampu Mengelola Orang Hebat

Memiliki orang hebat tidak otomatis membuat organisasi sukses.

Pemimpin tetap harus mampu:

  • Menyatukan visi.
  • Mengatur prioritas.
  • Menyelesaikan konflik.
  • Membuat keputusan.
  • Menjaga komunikasi.

Orang hebat yang bekerja tanpa arah dapat menghasilkan kekacauan.

Karena itu:

Tim yang kuat membutuhkan kepemimpinan yang jelas.

Pemimpin tidak harus mengendalikan setiap detail.

Namun, ia harus memastikan semua orang bergerak menuju tujuan yang sama.


22. Belajar Meminta Bantuan

Sebagian orang merasa bahwa meminta bantuan adalah tanda kelemahan.

Padahal, meminta bantuan dapat menjadi tanda bahwa seseorang memahami keterbatasannya.

Jika kita tidak menguasai suatu bidang, lebih baik mencari bantuan daripada memaksakan diri dan menghasilkan kesalahan besar.

Kita tidak harus tahu semuanya.

Yang penting adalah mengetahui:

Siapa yang tahu apa yang tidak kita ketahui.

Ini adalah bentuk kecerdasan yang sangat penting.


23. Prinsip Utama dalam Mempekerjakan Orang Sukses

Jika dirangkum, pembahasan ini dapat dipahami melalui beberapa prinsip:

Kenali kelemahan diri.

Cari orang yang memiliki kekuatan yang kita butuhkan.

Pelajari orang yang lebih sukses.

Bangun hubungan yang saling memberikan nilai.

Pilih orang berdasarkan kemampuan dan karakter.

Berikan tanggung jawab dan kepercayaan.

Delegasikan pekerjaan secara jelas.

Bangun lingkungan yang membuat orang hebat berkembang.

Satukan semua orang dalam visi yang sama.

Dengan prinsip tersebut, kita tidak lagi melihat kesuksesan sebagai perjalanan individual.

Kita mulai melihatnya sebagai hasil dari kemampuan membangun hubungan dan kerja sama.


Kesimpulan

Kesuksesan besar jarang dibangun seorang diri.

Semakin besar tujuan yang ingin kita capai, semakin penting kemampuan untuk bekerja dengan orang lain.

Kita tidak harus menjadi orang yang paling pintar.

Kita tidak harus menguasai semua keterampilan.

Kita tidak harus melakukan semua pekerjaan.

Yang perlu kita lakukan adalah mengetahui:

Apa yang kita kuasai.

Apa yang tidak kita kuasai.

Siapa yang memiliki kemampuan yang kita butuhkan.

Kemudian, kita belajar membangun hubungan dengan orang-orang tersebut.

Inilah inti penting dari gagasan mempekerjakan orang sukses.

Kita dapat belajar dari orang yang lebih hebat.

Kita dapat bekerja bersama mereka.

Kita dapat memberikan kesempatan kepada mereka.

Dan jika diperlukan, kita dapat mempekerjakan mereka untuk membantu mewujudkan tujuan yang lebih besar.

Namun, hubungan dengan orang sukses tidak boleh hanya didasarkan pada keinginan untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Hubungan yang kuat dibangun melalui:

Kepercayaan.

Saling menghargai.

Saling memberikan nilai.

Tujuan yang jelas.

Dan kerja sama yang sehat.

Pada akhirnya, seorang pemimpin yang hebat bukanlah orang yang selalu menjadi orang paling pintar di dalam ruangan.

Pemimpin yang hebat adalah orang yang mampu berkata:

“Saya tidak harus menjadi yang terbaik dalam segala hal. Saya hanya perlu menemukan orang-orang terbaik, memberikan mereka ruang untuk berkembang, dan membawa mereka bergerak menuju tujuan yang sama.”

Karena itu, jangan takut berada di sekitar orang yang lebih sukses.

Jangan takut mempekerjakan orang yang lebih ahli.

Jangan takut mengakui bahwa orang lain memiliki kemampuan yang lebih baik daripada kita dalam bidang tertentu.

Justru, jadikan keunggulan orang lain sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Sebab:

Kita dapat berjalan lebih cepat sendirian, tetapi kita dapat mencapai lebih banyak ketika berjalan bersama orang-orang yang tepat.

Dan pada akhirnya, kesuksesan bukan hanya tentang seberapa hebat diri kita.

Kesuksesan juga tentang seberapa baik kita menemukan, mengembangkan, menghargai, dan bekerja bersama orang-orang hebat di sekitar kita.

.