BELI DI TIKTOK DI SHOPEE

Heboh Buku ‘Islam ala Prabowo’ Diluncurkan MUI-Baznas, Netizen Justru Terbelah Karena Hal Ini!

Buku berjudul Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam resmi diluncurkan oleh jajaran pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Buku setebal hampir 400 halaman ini langsung menjadi topik perbincangan hangat, terutama setelah Presiden Prabowo Subianto melontarkan istilah “Jas Hijau” (Jangan Sekali-sekali Melupakan Jasa Ulama) saat membuka Muktamar NU.

Berikut adalah ulasan, struktur konten, serta dinamika publik yang melingkupi peluncuran buku tersebut.

Terlaris 10 Pak Facial Tissue NANO 360 Helai Tisu Wajah Rp41.000


A. Identitas dan Latar Belakang Buku

Judul Lengkap: Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam

Ketebalan: Hampir 400 halaman

Inisiator/Peluncur: Tokoh dari MUI dan Baznas

Kontributor: Menghimpun esai, perspektif, dan pandangan dari sejumlah tokoh agama, akademisi, serta tokoh nasional.

Buku ini bukan sebuah kitab teologi maupun mazhab baru. Narasi utama yang diangkat adalah metodologi personal dan praktis seorang Prabowo Subianto dalam menerjemahkan nilai-nilai etis serta universal Islam ke dalam tindakan nyata—baik dalam kehidupan pribadi, karier militer, hingga kebijakan publik sebagai Presiden RI.

Jadwal Pendaftaran Sekolah Kedinasan CPNS BUMN TNI POLRI Unhan Akademi TNI AKPOL SIPSS Perwira PK TNI


B. Struktur Isi dan Pembahasan Utama

Buku ini membagi pembahasannya ke dalam tiga bagian besar yang memotret transformasi spiritualitas sang jenderal menjadi kebijakan negara:

1. Bagian I: Islam, Perdamaian, dan Keadilan

Fokus pada cara pandang Prabowo terhadap Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi semesta (Rahmatan lil ‘Alamin). Bagian ini membahas komitmennya terhadap perdamaian dunia, toleransi di Indonesia yang majemuk, serta komitmen kemanusiaan internasional. Salah satu sorotan utama dalam bagian ini adalah atensi besar dan keberpihakan politik luar negeri Prabowo terhadap isu perjuangan serta kemanusiaan di Palestina.

2. Bagian II: Spiritualitas Prabowo Subianto

Bagian ini mengulas sisi personal yang jarang tersorot media. Buku ini merangkum kesaksian orang-orang terdekat mengenai ritual spiritualitas privatnya, kedekatannya dengan ulama-ulama sepuh, kepatuhannya pada nilai kesatria (ortodoksi militer yang berpadu dengan etika Islam), hingga cara dia menghadapi berbagai ujian hidup yang berat dalam karier politiknya.

3. Bagian III: Perjuangan dan Kepemimpinan untuk Rakyat

Bab akhir menitikberatkan pada implementasi ajaran Islam ke dalam kebijakan ekonomi dan sosial. Nilai Islam diwujudkan dalam bentuk program yang berpihak pada kaum lemah (mustad’afin). Penulis di dalam buku ini mengaitkan filosofi keislaman tersebut dengan program kesejahteraan rakyat, pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, hingga pengelolaan zakat nasional.


C. Perspektif Akademis dan Kontekstual

Bagi beberapa pengamat, buku ini dinilai sebagai bentuk tafsir pihak ketiga atas laku hidup Prabowo. Buku ini tidak ditulis langsung oleh sang Presiden melalui memoar pribadi, melainkan dikurasi dari sudut pandang para akademisi dan tokoh agama yang mengamati perjalanan hidupnya.

Kehadiran buku ini mencoba menjembatani identitas Prabowo yang sering kali dipersepsikan lebih kuat di sisi nasionalis-sekuler/militer, guna memberikan potret utuh bahwa tindakan kepemimpinannya juga bersandar pada komitmen religius yang kuat.


D. Respons dan Polemik di Masyarakat

Sebagai buku yang mengulas figur politik tertinggi negara, peluncurannya memicu polarisasi opini publik yang cukup tajam di media sosial:

Sentimen Positif: Apresiasi datang dari publik yang menilai buku ini penting untuk memahami landasan moral dan visi spiritual sang pemimpin dalam menakhodai kebijakan negara. Istilah “Jas Hijau” yang digaungkan memperkuat posisi bahwa sinergi ulama dan umara (pemerintah) merupakan hal krusial.

Sentimen Kritik: Sebagian warganet dan kritikus menilai buku ini cenderung normatif dan terlalu dini. Beberapa pihak juga mengkritik keterlibatan lembaga publik seperti Baznas dan MUI dalam penerbitan buku tokoh politik, serta menganggapnya sebagai bentuk glorifikasi atau simplifikasi politik identitas dengan label “ala Prabowo”.

____ 

Buku Islam ala Prabowo menawarkan sudut pandang alternatif untuk membaca rekam jejak Prabowo Subianto dari kacamata etika religius. Melalui pendekatan integrasi nilai Islam ke dalam kebijakan publik, buku ini mencoba mendefinisikan ulang makna kesalehan seorang pemimpin: tidak hanya diukur dari ritual ibadah formal secara verbal, melainkan melalui manifestasi konkret kebijakan yang berorientasi pada keadilan sosial dan kemanusiaan.


Arya Wiranegara

Sumber : https://adajuga.com/buku-islam-ala-prabowo/

#prabowo #gibran #jikowi #islam #korupsi