Berhenti Bandingkan Diri! Belajar Hidup Lebih Tenang Lewat Filosofi “Oubaitori” dari Jepang

Pernahkah Anda merasa insecure saat melihat teman sebaya sudah beli rumah, naik jabatan, atau menikah, sementara Anda merasa jalan di tempat? Rasa “tertinggal” ini sangat wajar, apalagi di era media sosial tempat semua orang memamerkan pencapaian terbaik mereka.

Jika Anda sering mengalami hal ini, masyarakat Jepang punya satu resep kuno yang sangat ampuh untuk menenangkan pikiran. Namanya adalah filosofi Oubaitori (dibaca: o-bai-to-ri).

Apa Itu Oubaitori?

Secara harfiah, Oubaitori adalah gabungan dari empat nama pohon buah yang mekar di musim semi di Jepang:

– Ou berarti Sakura (Bunga Ceri)

– Bai berarti Ume (Bunga Plum)

– I berarti Momo (Bunga Persik)

– Tori berarti Anzu (Bunga Aprikot)

Keempat pohon ini sering tumbuh di taman yang sama. Inti dari filosofi ini sangat sederhana: Keempat bunga ini tidak pernah saling balapan atau iri satu sama lain.

Bunga plum mekar paling awal, bahkan saat salju belum sepenuhnya mencair. Bunga sakura mekar belakangan dengan sangat anggun namun cepat gugur. Sementara pohon persik dan aprikot mekar paling akhir, tetapi mereka menghasilkan buah yang sangat manis.

Pohon persik tidak pernah merasa stres atau gagal hanya karena pohon plum mekar duluan. Mereka semua tahu bahwa mereka punya jadwal, warna, bentuk, dan buah yang berbeda.

Info Belanja Cicilan Online Murah Motor HP Laptop TV Mesin Cuci Kompor Gas Springbed Dll

Pesan Penting Oubaitori untuk Hidup Kita

Jika dibawa ke dalam kehidupan sehari-hari, ada tiga pelajaran penting yang bisa kita petik:

– Waktu “Mekar” Kita Berbeda-beda : Ada orang yang sukses besar di usia 20-an, ada yang baru menemukan karier impiannya di usia 40-an. Hidup ini bukan perlombaan lari cepat (sprint), melainkan jalan santai masing-masing. Jangan mengukur kesuksesan Anda menggunakan jam tangan orang lain.

– Setiap Orang Punya “Buah” yang Unik : Bunga sakura tidak bisa menghasilkan buah aprikot yang manis, begitu juga sebaliknya. Itu bukan sebuah kegagalan, melainkan kodrat. Anda mungkin tidak mahir dalam hal finansial seperti teman Anda, tetapi Anda mungkin jauh lebih hebat dalam hal empati atau kreativitas. Fokuslah pada kelebihan Anda sendiri.

– Fokus pada Pertumbuhan, Bukan Persaingan : Daripada menghabiskan energi untuk iri pada “musim mekar” orang lain, Oubaitori mengajak kita untuk fokus menyiram akar pohon kita sendiri. Rawat diri sendiri, belajar hal baru, dan nikmati prosesnya.

Cara Sederhana Memulai Hidup Ala Oubaitori

Menerapkan filosofi ini tidak butuh ritual rumit. Anda bisa mulai hari ini dengan tiga langkah ini:

– Kurangi Durasi Stalking: Jika melihat postingan seseorang di media sosial membuat Anda merasa kecil, batasi atau mute akun tersebut untuk sementara waktu.

– Bandingkan Diri dengan Masa Lalu: Satu-satunya orang yang boleh Anda bandingkan dengan diri Anda adalah diri Anda yang kemarin. Apakah Anda hari ini sudah sedikit lebih baik, lebih sabar, atau lebih sehat? Jika ya, Anda sudah menang.

– Ikut Bahagia untuk Orang Lain: Saat melihat orang lain sukses, katakan pada diri sendiri: “Wah, bunga dia sudah mekar. Baguslah! Sekarang giliran saya untuk terus menyiram tanaman saya sendiri sampai waktunya tiba.”

Ingatlah, Anda adalah salah satu dari empat bunga indah itu. Anda tidak perlu menjadi orang lain untuk terlihat cantik dan berharga. Mekarlah dengan cara Anda sendiri, di waktu Anda sendiri.

Sumber : https://adajuga.com/berhenti-bandingkan-diri/

***

Pengembangan Diri