Mengapa Kepemimpinan Sangat Penting dalam Islam?

Kitab As-Siyasah Asy-Syar’iyyah fi Ishlah ar-Ra’i wa ar-Ra’iyyah adalah karya monumental Ibnu Taimiyah yang menjelaskan bagaimana pemerintahan harus dijalankan berdasarkan syariat Islam. Kata “As-Siyasah Asy-Syar’iyyah” berarti kebijakan atau pengelolaan urusan masyarakat yang selaras dengan tuntunan syariat, dengan tujuan mewujudkan kemaslahatan dan mencegah kerusakan.

Berbeda dengan anggapan bahwa politik hanya berkaitan dengan perebutan kekuasaan, Ibnu Taimiyah memandang politik sebagai sarana untuk menegakkan agama, menjaga keadilan, dan melindungi hak-hak manusia.


Mengapa Manusia Membutuhkan Pemimpin?

Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Tidak ada seorang pun yang dapat memenuhi seluruh kebutuhannya sendiri. Karena itu, manusia hidup berkelompok, dan setiap kelompok membutuhkan aturan serta pemimpin.

Tanpa pemimpin, akan muncul berbagai persoalan:

  • Perselisihan sulit diselesaikan.
  • Hukum tidak dapat ditegakkan.
  • Hak orang lemah mudah dirampas.
  • Keamanan terganggu.
  • Kepentingan umum terbengkalai.

Karena itulah, keberadaan pemimpin merupakan kebutuhan mendasar bagi kehidupan masyarakat.


Dasar Al-Qur’an

Ibnu Taimiyah memulai pembahasannya dengan firman Allah:

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu menetapkannya dengan adil.”

(QS. An-Nisa’ [4]: 58)

Ayat ini memuat dua prinsip besar pemerintahan:

  1. Menyerahkan jabatan kepada orang yang berhak.
  2. Menegakkan keadilan dalam setiap keputusan.

Menurut Ibnu Taimiyah, hampir seluruh urusan pemerintahan kembali kepada dua prinsip tersebut.


Makna Amanah

Amanah bukan hanya menjaga titipan harta, tetapi juga mencakup seluruh bentuk tanggung jawab, termasuk jabatan.

Seorang kepala negara, gubernur, hakim, menteri, panglima, bahkan pemimpin dalam lingkup kecil, semuanya memikul amanah.

Dalam Islam, jabatan bukanlah hadiah atau hak istimewa, melainkan beban yang kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Karena itu, seseorang tidak boleh mengejar jabatan semata-mata demi kehormatan, kekayaan, atau kekuasaan.


Makna Keadilan

Prinsip kedua adalah keadilan.

Keadilan berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya, memberikan hak kepada pemiliknya, dan memutuskan perkara berdasarkan kebenaran, bukan karena hubungan keluarga, kedudukan, suku, kekayaan, atau kepentingan politik.

Ibnu Taimiyah menegaskan bahwa keadilan merupakan sebab utama tegaknya suatu negara. Sebaliknya, kezaliman menjadi penyebab utama kehancurannya.

Karena itu, seorang pemimpin harus berusaha berlaku adil kepada semua lapisan masyarakat.


Tugas Pokok Pemerintah

Menurut Ibnu Taimiyah, pemerintah memiliki tanggung jawab yang luas, antara lain:

  • Menjaga agama agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman.
  • Menegakkan hukum secara adil.
  • Menjaga keamanan.
  • Melindungi jiwa, harta, dan kehormatan masyarakat.
  • Mengelola keuangan negara secara amanah.
  • Mengangkat pejabat yang kompeten.
  • Mewujudkan kemaslahatan umum.

Dengan demikian, pemerintah bukan hanya berfungsi sebagai penguasa, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat.


Hikmah yang Dapat Diambil

Dari bagian awal kitab ini, terdapat beberapa pelajaran penting:

  • Jabatan adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban.
  • Keadilan merupakan fondasi utama pemerintahan yang baik.
  • Masyarakat membutuhkan pemimpin agar kehidupan berjalan tertib.
  • Kekuasaan bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk mewujudkan kemaslahatan.

Prinsip-prinsip ini tetap relevan dalam berbagai bentuk organisasi, baik negara, lembaga pendidikan, perusahaan, maupun organisasi kemasyarakatan.

Penutup

Pembukaan kitab As-Siyasah Asy-Syar’iyyah mengajarkan bahwa keberhasilan pemerintahan tidak ditentukan oleh besarnya kekuasaan atau banyaknya harta, tetapi oleh kemampuan pemimpin dalam menjaga amanah dan menegakkan keadilan.

Dua nilai tersebut menjadi fondasi yang akan terus dibahas oleh Ibnu Taimiyah pada bagian-bagian berikutnya, termasuk tentang pengangkatan pejabat, sistem peradilan, pengelolaan harta negara, hingga hubungan antara pemimpin dan rakyat.

— Arya Wiranegara 

Artikel Lengkap As-Siyasah Asy-Syar’iyyah

Sumber : https://adajuga.com/as-siyasah-asy-syariyyah-1/

#islam #politik #hukum #negara #khilafah

.