Terlaris 1 di Shopee!

Kudeta Iran 1953 : Awal Mula Permusuhan Abadi Iran-Amerika

Kudeta Iran 1953, yang dikenal dengan nama sandi Operasi Ajax, merupakan peristiwa krusial yang dianggap sebagai titik balik hubungan antara Iran dan Amerika Serikat. Peristiwa ini mengubah Iran dari negara yang menuju demokrasi menjadi monarki otoriter yang sangat bergantung pada dukungan Barat, hingga akhirnya memicu Revolusi Islam 1979 yang memutus hubungan diplomatik kedua negara.

1. Latar Belakang: Nasionalisasi Minyak

Akar konflik ini bermula pada tahun 1951 ketika Perdana Menteri Iran yang terpilih secara demokratis, Mohammad Mosaddegh, menasionalisasi industri minyak Iran.

  • Dominasi Inggris: Sebelumnya, industri minyak Iran dikuasai oleh Anglo-Iranian Oil Company (sekarang BP) milik Inggris, di mana Iran hanya menerima sebagian kecil dari keuntungan.
  • Krisis Ekonomi: Inggris membalas nasionalisasi tersebut dengan memblokade ekspor minyak Iran, yang melumpuhkan ekonomi negara tersebut.

Info Belanja Cicilan Online Murah Motor HP Laptop TV Mesin Cuci Kompor Gas Springbed Dll

2. Peran CIA dan Operasi Ajax

Inggris kemudian membujuk Amerika Serikat untuk terlibat dengan alasan kekhawatiran terhadap pengaruh Komunis di bawah partai Tudeh yang didukung Uni Soviet.

  • Kudeta Agustus 1953: CIA (AS) dan MI6 (Inggris) meluncurkan Operasi Ajax untuk menggulingkan Mosaddegh dan memperkuat kekuasaan Shah Mohammad Reza Pahlavi.
  • Manipulasi Massa: Berdasarkan dokumen yang dideklasifikasi, CIA menyewa kelompok pengacau untuk memicu kerusuhan di Teheran guna menciptakan ketidakstabilan.
  • Kejatuhan Mosaddegh: Pada 19 Agustus 1953, Mosaddegh digulingkan dan kemudian dijatuhi hukuman tahanan rumah hingga akhir hayatnya.
3. Awal Mula Hubungan Buruk yang Mendalam

Kudeta ini menanamkan benih kebencian jangka panjang di masyarakat Iran terhadap Amerika Serikat karena beberapa alasan:

  • Penghancuran Demokrasi: AS dianggap telah menghancurkan harapan rakyat Iran akan pemerintahan yang demokratis dan berdaulat demi kepentingan minyak dan geopolitik Perang Dingin.
  • Dukungan Terhadap Kediktatoran: Pasca kudeta, Shah Pahlavi memerintah secara otoriter selama 26 tahun dengan dukungan penuh dari AS, termasuk melalui bantuan badan intelijen SAVAK yang represif.
  • Sentimen Anti-Barat: Intervensi ini menjadi landasan retorika “Setan Besar” (Great Satan) yang digunakan oleh para pemimpin Revolusi 1979 untuk menyatukan massa melawan pengaruh Amerika Serikat.
Hingga saat ini, memori kolektif tentang keterlibatan CIA dalam penggulingan pemerintahan yang sah pada tahun 1953 tetap menjadi salah satu alasan utama ketidakpercayaan mendalam Iran terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat di Timur Tengah.