Istri Bung Karno Terbang dari Jepang ke Jakarta untuk HUT Kemerdekaan RI, Kenapa Megawati Justru Pilih Absen?

Perbedaan kehadiran antara putri kandung Bung Karno, Megawati Soekarnoputri, dan istri keenam Bung Karno, Ratna Sari Dewi Soekarno (Naoko Nemoto), pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Pilihan lokasi upacara yang berbeda ini mencerminkan dinamika misi politik, prinsip keadilan sejarah, serta penyesuaian jadwal pribadi.

Berikut pembahasan lengkap mengenai alasan di balik ketidakhadiran Megawati di Istana serta kehadiran Ratna Sari Dewi yang terbang langsung dari Jepang.

Inilah Produk Terlaris Nomor 1 di Shopee Minggu Ini


1. Alasan Megawati Soekarnoputri Absen di Istana Negara

Meskipun mendapat undangan resmi dari pihak kepresidenan, Megawati memilih untuk tidak hadir dalam upacara kenegaraan di Istana Merdeka Jakarta. Ketua Umum PDI Perjuangan ini memiliki alasan ideologis dan misi kepartaian yang kuat:

Misi Khusus Menegakkan Keadilan Sejarah

Berdasarkan penjelasan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, Megawati memiliki misi untuk mengingatkan kembali esensi murni sejarah proklamasi. Beliau ingin meluruskan persepsi bahwa kemerdekaan Indonesia adalah buah perjuangan militan rakyat yang berdarah-darah, bukan sekadar “pemberian” dari negara sekutu atau Jepang. 

Memimpin Upacara di Sekolah Partai

Megawati lebih memilih bertindak sebagai Inspektur Upacara di Sekolah Partai PDI Perjuangan yang terletak di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Agenda ini merupakan permintaan langsung dari arus bawah kader partai agar prosesi HUT RI di internal partai dipimpin langsung oleh dirinya. 

Konsistensi Pilihan Politik

Dalam beberapa tahun terakhir, Megawati secara konsisten merayakan kemerdekaan di tengah-tengah kadernya. Langkah ini juga mencerminkan otonomi politik PDIP dalam menjaga kedekatan struktural partai dengan akar rumput, sekaligus menjadi wadah penyampaian otokritik terhadap situasi keadilan hukum dan sosial di Indonesia saat ini. 

Keluarga Jepang Ir. Soekarno : Mengenal Dewi Soekarno, Kartika Soekarno, dan Kiran Soekarno 


2. Kehadiran Ratna Sari Dewi Soekarno dari Jepang

Berbanding terbalik dengan Megawati, Ratna Sari Dewi Soekarno (yang akrab disapa Dewi Fujin di Jepang) justru menghadiri langsung upacara peringatan detik-detik proklamasi di Istana Merdeka.

Undangan Rutin Protokoler Istana

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) menjelaskan bahwa pihak Istana selalu rutin melayangkan undangan resmi kepada seluruh jajaran keluarga mantan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia setiap tahunnya.

Kesamaan Jadwal dan Momentum Kunjungan

Alasan utama kehadiran Ratna Sari Dewi adalah kecocokan waktu (timing). Kebetulan, wanita berusia 86 tahun tersebut sedang mengagendakan kunjungan ke Jakarta. Karena jadwal pribadinya sinkron dengan pelaksanaan upacara kenegaraan, ia memutuskan untuk memenuhi undangan tersebut.

Kerinduan dan Penghormatan pada Bung Karno

Datang mengenakan kebaya putih anggun dipadu selendang merah, kehadirannya menjadi momen emosional. Melalui kunjungannya ini, Ratna Sari Dewi merekatkan kembali kenangan masa lalu dan memberikan penghormatan mendalam terhadap perjuangan mendiang suaminya, Bung Karno. Ia bahkan sempat bernostalgia dan terkejut melihat banyaknya perubahan bangunan baru fisik di dalam area Kompleks Istana Kepresidenan. 

Jadwal Pendaftaran Rutin Tahunan Sekolah Kedinasan PKN STAN IPDN STIS STMKG dll CPNS TNI POLRI Tamtama Bintara Kowad Unhan


3. Perbandingan Fokus dan Makna Kehadiran

Secara garis besar, ketidakhadiran Megawati di Istana bukan didasari oleh boikot personal, melainkan bentuk manifestasi politik pribadinya dalam merayakan kemerdekaan bersama kader. Di sisi lain, kedatangan Ratna Sari Dewi dari Jepang murni sebagai bagian dari kunjungan pribadi yang bertepatan dengan undangan kenegaraan formal dari pemerintah.


Arya Wiranegara 

Sumber : https://adajuga.com/megawati-dan-dewi-soekarno/