Kenapa Dua Negara Islam Ini Saling Bunuh? Perang Pakistan vs Afghanistan Februari 2026

Akhir Februari 2026, ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan meletus menjadi “perang terbuka” setelah eskalasi militer besar-besaran di sepanjang perbatasan dan serangan udara ke kota-kota utama.

Berikut adalah pembahasan dan analisis mengenai konflik tersebut.

Kronologi Eksalasi Februari 2026

Pemicu Awal: Konflik memanas setelah serangkaian serangan teror di Pakistan, termasuk pengeboman masjid Syiah di Islamabad yang menewaskan 36 orang dan serangan di pos perbatasan Bajaur. Pakistan menuduh Taliban Afghanistan melindungi kelompok militan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP).

Serangan Udara Pakistan (21-22 Februari): Militer Pakistan meluncurkan serangan ke provinsi Nangarhar, Paktika, dan Khost untuk menghancurkan kamp-kamp TTP.

Serangan Balasan Taliban (26 Februari): Pasukan Taliban melancarkan ofensif darat besar-besaran terhadap pos-pos militer Pakistan di sepanjang perbatasan.

Deklarasi “Perang Terbuka” (27 Februari): Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, menyatakan kesabaran Islamabad telah habis dan mengumumkan status perang terbuka. Jet tempur Pakistan membombardir ibu kota Kabul dan pusat kekuatan Taliban di Kandahar.

Info Belanja Cicilan Online Murah Motor HP Laptop TV Mesin Cuci Kompor Gas Springbed Dll

Analisis Penyebab dan Dinamika Konflik

Dilema Keamanan dan TTP: Pakistan merasa terancam oleh meningkatnya aktivitas TTP yang diduga menggunakan wilayah Afghanistan sebagai tempat perlindungan. Sebaliknya, Taliban membantah tuduhan tersebut dan mengklaim serangan Pakistan mengenai warga sipil.

Sengketa Garis Durand: Ketegangan lama mengenai perbatasan sepanjang 2.600 km tetap menjadi isu fundamental, di mana Afghanistan secara historis tidak mengakui Garis Durand sebagai batas internasional formal.

Kegagalan Gencatan Senjata: Kesepakatan damai yang dimediasi oleh Qatar dan Turki pada Oktober 2025 gagal bertahan karena dialog lanjutan tidak menghasilkan solusi konkret, memicu bentrokan yang lebih mematikan di awal 2026.

Dampak dan Respon Internasional

Kemanusiaan: PBB memperingatkan bahwa perang ini memperburuk krisis kemanusiaan di Afghanistan, dengan hampir 22 juta orang sangat membutuhkan bantuan di tengah musim dingin yang ekstrem.

Kekuatan Militer: Pakistan mengklaim telah melumpuhkan ratusan pejuang Taliban dan menghancurkan puluhan kendaraan lapis baja. Di sisi lain, Taliban mulai menggunakan teknologi drone untuk menyerang wilayah dalam Pakistan seperti Abbottabad dan Swabi.

Reaksi Global: Iran, Uni Eropa, dan PBB mendesak kedua belah pihak untuk segera menahan diri dan kembali ke meja dialog guna mencegah ketidakstabilan regional yang lebih luas.

Analisis para ahli menunjukkan bahwa meskipun Pakistan mendeklarasikan perang terbuka, risiko konflik skala penuh yang berkepanjangan mungkin masih tertahan karena keterbatasan kapasitas ekonomi kedua negara untuk membiayai perang besar.