Cara Terampil untuk Memuji Orang Dalam bukunya yang terkenal, How to Have Confidence and Power in Dealing with People, Les Giblin menjelaskan bahwa salah satu cara paling efektif untuk membangun hubungan yang baik adalah dengan memberikan pujian yang tulus. Menurutnya, setiap orang memiliki kebutuhan dasar untuk dihargai dan diakui keberadaannya. Namun, memuji bukan sekadar mengucapkan kata-kata manis. Pujian yang tidak tulus justru dapat terdengar seperti basa-basi atau bahkan manipulasi. Karena itu, Les Giblin mengajarkan cara memuji yang benar agar dapat menciptakan hubungan yang lebih hangat dan positif. # Mengapa Pujian Sangat Penting? Setiap manusia ingin merasa penting. Ketika seseorang merasa dihargai, ia akan lebih terbuka, lebih nyaman, dan lebih mudah menjalin hubungan dengan kita. Pujian yang tepat dapat: Meningkatkan kepercayaan diri seseorang. Mempererat hubungan sosial. Membangun suasana kerja yang lebih positif. Mengurangi ketegangan dalam komunikasi. Membuat orang lain merasa dihormati. # Prinsip Memuji Menurut Les Giblin 1. Berikan Pujian yang Tulus Jangan memuji hanya karena ingin mendapatkan sesuatu dari orang lain. Carilah hal baik yang benar-benar Anda hargai dari dirinya. Contoh: ❌ “Wah, kamu hebat banget.” (terlalu umum) ✅ “Saya suka cara Anda menjelaskan masalah tadi. Sangat jelas dan mudah dipahami.” Pujian yang spesifik terasa lebih jujur dan bermakna. 2. Fokus pada Kelebihan Orang Lain Banyak orang terlalu sibuk mencari kesalahan. Sebaliknya, Les Giblin menyarankan untuk melatih diri melihat sisi positif yang dimiliki setiap orang. Mungkin seseorang memiliki: Sikap yang ramah. Disiplin yang tinggi. Kemampuan mendengarkan. Kerja keras yang konsisten. Kreativitas yang baik. Ketika kelebihan itu dihargai, mereka akan semakin termotivasi untuk mempertahankannya. 3. Berikan Pujian Secara Spesifik Pujian yang spesifik jauh lebih kuat daripada pujian yang umum. Misalnya: ❌ “Presentasimu bagus.” ✅ “Bagian ketika kamu menjelaskan data dengan contoh sederhana tadi sangat membantu saya memahami materinya.” Semakin jelas pujian yang diberikan, semakin besar dampaknya. 4. Jangan Menunggu Kesempatan Besar Banyak orang hanya memberikan pujian ketika seseorang mencapai prestasi besar. Padahal, hal-hal kecil juga layak dihargai. Misalnya: Mengucapkan terima kasih atas bantuan sederhana. Menghargai ketepatan waktu. Mengakui usaha seseorang meskipun hasilnya belum sempurna. Pengakuan terhadap usaha sering kali lebih berharga daripada pujian terhadap hasil. 5. Hindari Pujian yang Diikuti Kritik Kesalahan yang sering terjadi adalah memberikan pujian lalu langsung merusaknya dengan kritik. Contoh: ❌ “Kerjamu bagus, tapi sebenarnya masih banyak yang kurang.” Kalimat seperti ini membuat orang hanya mengingat bagian kritiknya. Jika ingin mengoreksi, lakukan pada waktu yang berbeda agar pujian tetap terasa sebagai penghargaan yang tulus. # Dampak Positif dari Kebiasaan Memuji Orang yang terbiasa memberikan penghargaan kepada orang lain biasanya lebih mudah membangun jaringan pertemanan, kerja sama, dan kepercayaan. Mereka dipandang sebagai pribadi yang: Menyenangkan untuk diajak berinteraksi. Menghargai orang lain. Memiliki empati yang baik. Mampu menciptakan lingkungan yang positif. Pada akhirnya, pujian yang tulus bukan hanya membuat orang lain merasa lebih baik, tetapi juga membuat hubungan menjadi lebih kuat dan harmonis. Menurut Les Giblin, rahasia bergaul dengan orang bukanlah berusaha membuat diri sendiri terlihat penting, melainkan membuat orang lain merasa penting. Salah satu cara termudah untuk melakukannya adalah dengan memberikan pujian yang tulus, spesifik, dan tepat waktu. Ketika Anda belajar menghargai kelebihan orang lain, Anda tidak hanya memenangkan hati mereka, tetapi juga membangun hubungan yang lebih hangat, sehat, dan bermakna dalam kehidupan sehari-hari. — Arya Wiranegara Sumber : https://adajuga.com/memuji-orang/ Doa dan Amalan Pembuka Pintu Rezeki https://s.shopee.co.id/1qZlgA2vAa #Psikologi #Motivasi #PengembanganDiri #LesGiblin #KomunikasiEfektif #KeterampilanSosial #HubunganInterpersonal #SelfImprovement #InspirasiHidup #BelajarBerkomunikasi Navigasi pos Konflik dalam Hubungan: Ketika Komunikasi Menjadi Kunci Penyelesaian Hukum 27 The 48 Laws of Power : Gunakan kebutuhan manusia untuk mempercayai sesuatu demi membangun pengikut yang setia