Harga Antam BSI Gold Galeri 24 Emasku Lotus Archi Grafik

Yuk Mulai Investasi Emas, 10 Tahun Terakhir Naik 400% Lebih

Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (2016–2026), emas di Indonesia menunjukkan performa yang sangat luar biasa sebagai aset investasi. Berikut adalah rincian kenaikan dan analisisnya.

1. Perbandingan Harga: 2016 vs 2026
Kenaikan harga emas batangan (Antam) dalam satu dekade terakhir mencapai lebih dari 400%.
  • Februari 2016: Harga emas berada di kisaran Rp578.000 per gram.
  • Februari 2026: Harga emas melonjak ke kisaran Rp2.920.000 hingga Rp3.090.000 per gram.
  • Rekor Tertinggi: Sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa (All-Time High) di angka Rp3.168.000 per gram pada 29 Januari 2026.

Info Belanja Cicilan Online Murah Motor HP Laptop TV Mesin Cuci Kompor Gas Springbed Dll

2. Tren Kenaikan Tahunan (Histori)
Emas tidak naik secara garis lurus, namun secara bertahap dengan beberapa lonjakan besar:
  • 2016–2019 (Stagnasi Positif): Bergerak perlahan dari Rp500 ribuan ke Rp670 ribuan per gram.
  • 2020–2021 (Efek Pandemi): Melonjak drastis melewati ambang psikologis Rp1.000.000 per gram akibat ketidakpastian global selama pandemi COVID-19.
  • 2024–2025 (Akselerasi Tinggi): Terjadi kenaikan sangat signifikan dari Rp1,1 juta (2024) menjadi Rp2,5 juta (akhir 2025) karena inflasi global dan ketegangan geopolitik.
  • 2026 (Rekor Baru): Mengawali tahun dengan lonjakan hingga menembus angka Rp3 juta per gram.
3. Rata-Rata Imbal Hasil (Return)
Secara statistik, investasi emas dalam 10 tahun terakhir memberikan keuntungan rata-rata tahunan (CAGR) yang sangat kompetitif:
  • Total Kenaikan: Sekitar 220% – 269% (berdasarkan data penutupan tahun berbeda).
  • Rata-rata Tahunan: Sekitar 13,6% – 15,2% per tahun.
  • Kekuatan Aset: Performa emas tercatat 19,5 kali lebih kuat dibandingkan nilai tukar Rupiah dalam menjaga daya beli selama 10 tahun terakhir.
4. Analisis Penyebab Lonjakan
  1. Devaluasi Mata Uang: Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS seringkali mendorong harga emas lokal naik lebih tinggi daripada harga emas dunia.
  2. Ketidakpastian Geopolitik: Konflik internasional meningkatkan permintaan emas sebagai safe haven.
  3. Inflasi Global: Ketika harga barang-barang naik secara global, investor beralih ke emas untuk melindungi nilai kekayaan mereka.
Jika Anda membeli 100 gram emas pada tahun 2016 dengan modal sekitar Rp57,8 juta, nilai aset tersebut saat ini (Februari 2026) bernilai sekitar Rp292 juta – Rp300 juta. Ini membuktikan bahwa dalam jangka panjang, emas tetap menjadi instrumen perlindungan kekayaan yang sangat efektif di Indonesia.