Mengenal Heru Subagia, Penggagas Parlemen Bayangan Indonesia  

Peta gerakan masyarakat sipil di Indonesia kembali diramaikan oleh gagasan-gagasan politik baru yang cukup radikal dan berani. Setelah sempat ramai perbincangan mengenai konsep kabinet bayangan (shadow cabinet), muncul gerakan baru yang dinamakan Parlemen Bayangan Indonesia Pasti. Sosok utama di balik inisiasi gerakan ini adalah Heru Subagia, seorang aktivis, penulis, sekaligus mantan politikus asal Cirebon yang dikenal memiliki rekam jejak penuh dinamika.

Berikut ulasan profil Heru Subagia, latar belakang pembentukan Parlemen Bayangan, serta agenda politik utama yang didorongnya.


1. Profil Singkat Heru Subagia: Dari Parpol hingga Jalur Aktivisme

Sebelum menggaungkan gerakan Parlemen Bayangan, nama Heru Subagia (dikenal juga sebagai Heru Cirebon) sudah cukup familier di panggung politik nasional dan daerah, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Mantan Ketua DPD PAN Kabupaten Cirebon

Heru merupakan mantan ketua struktural Partai Amanat Nasional (PAN) di Kabupaten Cirebon. Namun, posisinya dicopot oleh partai setelah ia secara terbuka dan militan membelot dari garis instruksi partai pada Pilpres 2024 dengan mendukung Ganjar Pranowo.

Latar Belakang Akademis & Profesional

Memiliki latar belakang pendidikan di bidang Ilmu Politik (S.I.P.) dan Magister Manajemen (M.M.). Di luar politik praktis, ia dikenal sebagai pengusaha, kolumnis aktif di platform publik seperti Kompasiana, serta pengamat ekonomi-politik.

Garis Perjuangan Sekarang

Pasca-keterlibatannya di partai politik, Heru memilih jalan perjuangan ekstra-parlemen dengan merangkul elemen mahasiswa, buruh, dan aktivis daerah melalui gerakan moral dan politik konstitusional. 


2. Apa itu Parlemen Bayangan Indonesia Pasti?

Parlemen Bayangan yang diinisiasi oleh Heru Subagia bukanlah lembaga negara resmi, melainkan sebuah gerakan oposisi masyarakat sipil. Menurut Heru, gerakan ini lahir dari rasa kekecewaan masyarakat yang mendalam terhadap kinerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah yang dinilai lambat dan tidak akomodatif terhadap tuntutan mendasar rakyat.

Konsep utama dari gerakan ini adalah memosisikan masyarakat sebagai pengawas langsung jalannya pemerintahan. Heru menegaskan bahwa fungsi check and balances yang seharusnya dijalankan DPR sudah tumpul, sehingga rakyat harus “merebut kembali” kedaulatan untuk mengoreksi jalannya kebijakan publik. 


3. Agenda Utama dan Kritik Tajam Heru Subagia

Melalui Parlemen Bayangan, Heru Subagia sangat vokal dalam menyuarakan isu-isu antikorupsi dan reformasi hukum. Fokus gerakannya bertumpu pada dua tuntutan radikal:

Akselerasi UU Perampasan Aset Koruptor

Gerakan ini menuntut DPR segera mengesahkan regulasi yang dapat memiskinkan para koruptor secara instan.

Penerapan Hukuman Mati bagi Koruptor

Dorongan hukuman maksimal di batas konstitusi demi memberikan efek jera mutlak. 


4. Sorotan Terhadap Demo dan Kritik Eksklusivitas Perjuangan

Nama Heru Subagia dan Parlemen Bayangan menjadi sorotan tajam setelah ia melayangkan kritik terbuka terhadap hasil kesepakatan aksi unjuk rasa antara DPR RI dan perwakilan aliansi masyarakat daerah (seperti Aliansi Masyarakat Pati Bersatu/AMPB atau kelompok “Mas Botok”).

Heru secara tegas menolak hasil kesepakatan tersebut. Menurutnya, kompromi tersebut justru mereduksi dan mengaburkan esensi tuntutan awal, serta terjebak dalam pola gerakan yang eksklusif. Sebagai respons, Heru menyerukan apa yang ia sebut “Jihad Politik Nasional”.

“Jihad politik yang dimaksud adalah perjuangan damai dan konstitusional melalui demonstrasi tertib, advokasi, pendidikan publik, serta tekanan politik yang sah.” — Heru Subagia

Ia mendesak seluruh elemen aktivis di Indonesia untuk merapatkan barisan, tidak berjalan sendiri-sendiri, dan kembali mendatangi Gedung DPR RI demi mengawal substansi kebijakan yang riil bagi publik luas. 

___

Melalui Parlemen Bayangan Indonesia Pasti, Heru Subagia mencoba mentransformasikan kekecewaan publik menjadi sebuah gerakan tekanan politik yang terorganisasi. Terlepas dari berbagai dinamika politik masa lalunya, konsistensinya dalam mengawal isu-isu krusial seperti UU Perampasan Aset menjadikannya salah satu figur oposisi jalanan yang patut diperhitungkan dalam menjaga api demokrasi dan check and balances di Indonesia. 


Arya Wiranegara

Sumber : https://adajuga.com/heru-subagia-parlemen-bayangan/

#dpr #mpr #prabowo #gibran #jokowi