BELI DI TIKTOK DI SHOPEE

Nggak Semua Hal Harus Dipikirin, Ini Cara Pilah-pilih Masalah Biar Nggak Stres

Pernahkah kamu merasa stres karena macet, kesal karena komentar orang lain, atau cemas memikirkan hasil ujian yang belum keluar? Dalam filsafat Stoikisme, ada satu konsep sederhana yang bisa jadi “obat” instan buat ketenangan pikiranmu: Dikotomi Kendali.

Secara sederhana, dikotomi kendali adalah seni memisahkan hal-hal di dunia ini menjadi dua ember besar.

1. Ember Pertama: Hal yang BISA Kita Kendalikan
Ini adalah area di mana kamu punya kuasa penuh. Isinya cuma sedikit, yaitu apa yang berasal dari dalam dirimu sendiri:
  • Pikiran dan persepsimu.
  • Niat dan usahamu.
  • Perkataan dan tindakanmu.

Info Belanja Cicilan Online Murah Motor HP Laptop TV Mesin Cuci Kompor Gas Springbed Dll

2. Ember Kedua: Hal yang TIDAK BISA Kita Kendalikan
Ini adalah area di mana kamu tidak punya kuasa, atau hasilnya bergantung pada faktor luar. Isinya sangat banyak:
  • Opini orang lain tentangmu.
  • Masa lalu yang sudah terjadi.
  • Kondisi alam (hujan, macet).
  • Hasil akhir (apakah kamu menang lomba atau diterima kerja).
Mengapa Ini Penting?

Stoikisme mengajarkan bahwa sumber penderitaan manusia adalah ketika kita menaruh kebahagiaan kita di ember kedua.

Kalau kamu merasa bahagia hanya jika semua orang menyukaimu, kamu akan terus merasa cemas karena kamu tidak bisa menyetir pikiran orang lain. Tapi, kalau fokusmu dipindah ke ember pertama (misalnya: “Saya sudah berusaha menjadi orang baik dan sopan”), maka apa pun reaksi orang lain, ketenanganmu tidak akan goyah.

Lebih Banyak Tentang Stoikisme 

Cara Mempraktikkannya dalam Keseharian
Bayangkan kamu sedang melamar pekerjaan:
  • Fokus yang Salah: Terus-terusan cemas, “Duh, HRD-nya suka nggak ya sama saya? Kok belum dibalas? Jangan-jangan saya gagal.” (Ini di luar kendalimu).
  • Fokus Stoik: Fokus pada riset perusahaan, merapikan CV, dan latihan wawancara sebaik mungkin. (Ini di dalam kendalimu).

Setelah wawancara selesai, tugasmu tuntas. Hasilnya bukan lagi urusanmu. Jika diterima, syukuri. Jika tidak, kamu tetap tenang karena kamu tahu kamu sudah memberikan usaha maksimal yang berada dalam kendalimu.

Dikotomi kendali bukan berarti pasrah pada nasib. Justru, ini adalah cara agar kita fokus 100% pada apa yang efektif. Dengan berhenti mencemaskan hal yang tak bisa diubah, kamu punya lebih banyak energi untuk memperbaiki hal yang benar-benar bisa kamu ubah.

Beli bukunya di sini TIKTOK dan di SHOPEE

“Bahagia itu sederhana: Fokuslah pada apa yang ada di tanganmu, lepaskan apa yang ada di luar jangkauanmu.”

***

Lebih Banyak Tentang Stoikisme 

***