BELI DI TIKTOK DI SHOPEE

Siap Mental Hadapi Hari: Rahasia Stoikisme Menghadapi Skenario Terburuk 

Pernahkah Anda merasa cemas membayangkan hal buruk terjadi? Dalam ajaran Stoikisme, rasa cemas itu justru “dijinakkan” melalui teknik bernama Premeditatio Malorum, yang secara harfiah berarti “memprediksi kemalangan.”

Meskipun terdengar pesimis, teknik ini sebenarnya adalah latihan mental agar kita lebih tangguh dan tenang. Berikut adalah ringkasan sederhananya.

Apa itu Premeditatio Malorum?

Secara sederhana, ini adalah latihan membayangkan skenario terburuk yang bisa terjadi dalam hidup kita. Alih-alih menghindar karena takut, kita sengaja duduk diam dan bertanya: “Apa hal paling buruk yang bisa terjadi hari ini?”

Info Belanja Cicilan Online Murah Motor HP Laptop TV Mesin Cuci Kompor Gas Springbed Dll

Mengapa Kita Melakukannya?

Ada dua alasan utama mengapa para filsuf seperti Seneca dan Marcus Aurelius menyarankan ini:

  1. Menghilangkan Efek Kejut: Hal yang paling menyakitkan dari sebuah musibah bukanlah kejadiannya, tapi kagetnya kita. Dengan membayangkan hambatan sebelumnya, kita tidak akan panik saat hal itu benar-benar terjadi.
  2. Menghargai Apa yang Ada: Saat kita membayangkan kehilangan pekerjaan atau kesehatan, kita justru menjadi lebih bersyukur dan menikmati apa yang kita miliki saat ini.

Lebih Banyak Tentang Stoikisme 

Cara Mempraktikkannya (Langkah Demi Langkah)
Anda tidak perlu menjadi ahli filsafat untuk mencobanya. Cukup gunakan rumus ini:
  • Pilih satu rencana: Misal, Anda akan presentasi di kantor.
  • Bayangkan hambatan: Bayangkan laptop mati, koneksi internet putus, atau audiens tidak tertarik.
  • Buat rencana cadangan: Katakan pada diri sendiri, “Jika internet putus, saya akan bicara tanpa slide. Saya tetap punya kendali atas ketenangan saya.”
  • Bedakan kendali: Sadari bahwa hasil akhir (reaksi orang lain) di luar kendali Anda, tapi persiapan mental Anda sepenuhnya ada di tangan Anda.

Premeditatio Malorum bukan tentang mengajak kita jadi orang yang negatif, melainkan membangun “otot mental.” Dengan bersiap menghadapi badai, kita tidak lagi takut pada awan mendung. Seperti kata Seneca: “Orang yang sudah mengantisipasi kedatangan kemalangan, akan merampas kekuatan kemalangan tersebut saat ia tiba.”