Pertama dalam Sejarah! Indonesia Punya Kabinet Bayangan Buatan Rakyat – Ini Daftar 15 Menteri, Profil dan Tugasnya Kabinet Bayangan Indonesia berisi 15 menteri yang mengawasi kebijakan pemerintah dan menyusun alternatif berbasis riset untuk memperkuat demokrasi. Tanya Jawab Kabinet Bayangan Inisiator dan Panel Seleksi 15 Menteri Kabinet Bayangan Parlemen Bayangan Indonesia Kabinet Bayangan Indonesia menggelar rapat perdana pada Senin (27/7/2026). Terdapat total 15 tokoh yang dipercaya menjadi menteri kabinet bayangan dari beberapa menteri di Kabinet Merah Putih. Proses seleksi Menteri Bayangan dilakukan oleh panel independen yang terdiri dari Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan Erry Riyana Hardjapamekas. Panel ini bertugas menilai seluruh kandidat berdasarkan kompetensi, integritas, pengalaman profesional, rekam jejak kepemimpinan, serta komitmen terhadap kepentingan publik. Melalui proses seleksi yang terbuka dan berbasis merit, panel memastikan bahwa setiap Menteri Bayangan memiliki kapasitas untuk menjadi pengawas yang kredibel sekaligus mampu menawarkan alternatif kebijakan yang berkualitas bagi Indonesia. Info Belanja 100 Produk Terlaris di Shopee Minggu Ini # Apa Itu Kabinet Bayangan? Kabinet Bayangan adalah platform masyarakat sipil yang dibentuk untuk memperkuat pengawasan terhadap pemerintah sekaligus menghasilkan alternatif kebijakan yang berbasis riset, data, dan keahlian. Inisiatif ini mengadaptasi konsep shadow cabinet yang telah diterapkan di berbagai negara demokrasi seperti Inggris, Australia, dan Kanada, kemudian disesuaikan dengan konteks Indonesia. Kehadirannya dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan mekanisme checks and balances yang lebih kuat di tengah dinilai melemahnya fungsi pengawasan parlemen dan terbatasnya peran oposisi formal. Platform ini diinisiasi oleh koalisi masyarakat sipil lintas sektor dengan kepanitiaan yang dipimpin oleh Feri Amsari dan Ahmad Jilul QF. Seluruh anggota bekerja secara sukarela tanpa menerima gaji atau honorarium, sehingga diharapkan mampu menjaga independensi dari kepentingan politik maupun ekonomi. Keberadaannya juga ditegaskan sebagai inisiatif yang sepenuhnya konstitusional karena merupakan bentuk pelaksanaan hak warga negara untuk berserikat, menyampaikan pendapat, dan berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi, bukan sebagai pemerintahan tandingan. Dalam pelaksanaannya, Kabinet Bayangan akan menyusun riset, analisis kebijakan, policy brief, laporan publik, menyelenggarakan Shadow Hearing, mengembangkan Dashboard Publik untuk memantau janji pemerintah, serta menerbitkan laporan Alternative State of the Nation. Melalui berbagai kegiatan tersebut, platform ini menargetkan menjadi pengawas pemerintah yang kredibel sekaligus sumber alternatif kebijakan berbasis bukti bagi masyarakat, media, dan pembuat kebijakan. Pendanaan pada tahap awal berasal dari kontribusi sukarela para anggotanya, dengan rencana mengembangkan skema crowdfunding di masa depan. Selain itu, masyarakat dapat berpartisipasi baik sebagai Menteri Bayangan melalui proses seleksi terbuka maupun sebagai Tim Pendukung yang membantu riset, komunikasi publik, dan operasional organisasi. # Pembentukan Kabinet Bayangan Kabinet Bayangan Indonesia resmi diluncurkan pada tanggal 17 Juli 2026 oleh Koalisi Masyarakat Sipil, bertepatan dengan Hari Keadilan Internasional. Setelah pengumuman tersebut, kabinet yang terdiri dari 15 menteri sipil ini mengadakan rapat perdana sekaligus deklarasi tatap muka secara resmi pada tanggal 27 Juli 2026 di Cikini, Jakarta Pusat. Berikut adalah rincian lini masa pembentukannya: Mei – Juni 2026: Proses pendaftaran dan seleksi terbuka yang diikuti oleh 223 kandidat (121 pendaftar langsung dan 102 rekomendasi publik). 17 Juli 2026: Peluncuran resmi via platform digital kabinetbayangan.id sekaligus pengumuman 15 nama menteri terpilih. 27 Juli 2026: Deklarasi fisik dan penyelenggaraan rapat kabinet perdana di Cikini untuk merumuskan agenda pengawasan kebijakan. # Daftar Formasi Kabinet Bayangan dan Apa Tugasnya Kabinet Bayangan dirancang sebagai struktur yang ramping, strategis, dan berbasis urgensi nasional. Berbeda dengan kabinet pemerintahan yang mencakup seluruh kementerian, formasi ini hanya memprioritaskan sektor-sektor yang dinilai paling menentukan kualitas demokrasi, kesejahteraan masyarakat, dan masa depan Indonesia. Setiap menteri bertugas menjadi counterpart bagi kementerian terkait dengan melakukan pengawasan, evaluasi, analisis kebijakan, serta menyusun alternatif kebijakan yang berbasis bukti (evidence-based policy). Berikut formasi lengkap kabinet bayangan dan tugasnya. Kabinet Bayangan Indonesia 1. Menteri Sekretaris Negara Nama : Feri Amsari, S.H., M.H., LL.M. Pekerjaan : Pakar hukum tata negara, akademisi, dan aktivis hukum asal Indonesia. Saat ini, ia aktif bekerja sebagai dosen di Fakultas Hukum Universitas Andalas (Unand), Padang, Sumatera Barat. Pendidikan : S1 dan S2 Hukum Universitas Andalas, S2 Hukum di William & Mary Law School, Virginia, Amerika Serikat. Membayangi: Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari 2. Sekretaris Kabinet Nama : Ahmad Jilul Qur’ani Farid Pekerjaan : Direktur Eksekutif Masyarakat Transparansi Indonesia Pendidikan : S1 Hubungan Internasional, Universitas Airlangga Membayangi: Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya 3. Menteri Dalam Negeri & Keamanan Negara Nama : Armand Suparman Pekerjaan : Direktur Eksekutif di Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah Pendidikan : S1 dan S2 Hukum Tata Negara, Universitas Indonesia Membayangi: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago Kepala Kepolisian RI Listyo Sigit Prabowo Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto 4. Menteri Luar Negeri Nama : Shofwan Al-Banna Choiruzzad, Ph.D. Pekerjaan : Dosen Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Indonesia Pendidikan : S1 Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Indonesia; S2 International Studies di Meiji Gakuin University Jepang; S3 International Studies di Ritsumeikan University, Kyoto Jepang Membayangi: Menteri Luar Negeri Sugiono 5. Menteri Pertahanan Nama : Curie Maharani Savitri, Ph.D. Pekerjaan : Dosen Hubungan Internasional BINUS University Pendidikan : S1 Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Indonesia; S2 Manajemen Pertahanan ITB; S3 Defense Management and Leadership di Cranfield University, Inggris Membayangi: Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin 6. Menteri Hak Perempuan & Kelompok Marginal Nama : Khoirunnisa Nur Agustyati Pekerjaan : Mantan Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi Pendidikan : S1 Sosiologi di Universitas Indonesia; S2 Ilmu Politik di Universitas Indonesia Membayangi: Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai 7. Menteri Hukum & Kebijakan Negara Nama : Dr. Yance Arizona, S.H., M.H., M.A. Pekerjaan : Dosen Hukum Tata Negara, Universitas Gadjah Mada Pendidikan : S1 Hukum Universitas Andalas; S2 Hukum Tata Negara Universitas Indonesia; S2 Sosiologi Hukum di Instituto Internacional de Sociología Jurídica Spanyol; S3 Hukum dari Leiden Law School, Leiden University, Belanda. Membayangi: Menteri Koordinator Bidang Hukum Yusril Ihza Mahendra Menteri Hukum Supratman Andi Agtas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto Menteri PANRB Rini Widyantini Jaksa Agung ST Burhanuddin 8. Menteri Perekonomian, BUMN, Industri & Tenaga Kerja Nama : Dr. Media Wahyudi Askar, S.I.P., M.Sc., Ph.D. Pekerjaan : Dosen Manajemen dan Kebijakan Publik UGM Pendidikan : S1 Manajemen dan Kebijakan Publik (Ilmu Pemerintahan) UGM; S2 Public Policy and Management / Development Finance di The University of Manchester Inggris; S3 Development Policy and Management di The University of Manchester Inggris Membayangi: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita Menteri Perdagangan Budi Santoso Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani Menteri Koperasi Ferry Juliantono Menteri UMKM Maman Abdurrahman Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya Kepala Badan Pengelola BUMN Dony Oskaria 9. Menteri Keuangan & Tata Kelola Anggaran Nama : Bhima Yudhistira Adhinegara Pekerjaan : Direktur Eksekutif dan Pendiri Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Pendidikan : S1 Ekonomi UGM; S2 Finance dari University of Bradford, Inggris Membayangi: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa 10. Menteri Jaminan Perlindungan Lingkungan Hidup, Pelestarian Hutan, Flora Nusantara & Pembatasan Izin Pertambangan Nama : Iqbal Damanik Pekerjaan : Climate and Energy Manager Greenpeace Indonesia Pendidikan : S1 Komunikasi dan Studi Media, Universitas Sumatera Utara; S2 Ilmu Politik dan Pemerintahan, Universitas Indonesia Membayangi: Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Menteri ATR/BPN Nusron Wahid 11. Menteri Pendidikan & Kebudayaan Nama : Iman Zanatul Haeri Pekerjaan : Guru Sejarah di Madrasah Aliyah Al-Tsaqafah Jakarta Selatan; Kepala Bidang Advokasi Guru di Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Pendidikan : S1 dan S2 Pendidikan Sejarah di Universitas Negeri Jakarta Membayangi: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto Menteri Kebudayaan Fadli Zon Menteri Koordinator PMK Pratikno 12. Menteri Riset, Teknologi & Digital Nama : Nenden Sekar Arum Pekerjaan : Direktur Eksekutif SAFEnet Pendidikan : S1 Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Surakarta Membayangi: Menteri Sains dan Teknologi Brian Yuliarto Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid 13. Menteri Kesehatan Nama : Irma Hidayana, Ph.D. Pekerjaan : Dosen Commercial Determinants of Health di Hofstra University, New York Pendidikan : S1 Filsafat UGM; S2 Public Health, Montclair State University, Amerika Serikat; S3 Kesehatan dan Perilaku, Columbia University Amerika Serikat Membayangi: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin 14. Menteri Sosial & Layanan Dasar Nama : Nabiyla Risfa Izzati Pekerjaan : Dosen Hukum Ketenagakerjaan di Universitas Gadjah Mada Pendidikan : S1 Hukum di Universitas Gadjah Mada; S2 International Civil and Commercial Law di Leiden University, Belanda; S3 Business and Management di Queen Mary University of London, Inggris Membayangi: Menteri Sosial Saifullah Yusuf Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar Menteri Ketenagakerjaan Yassierli Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait Menteri Kependudukan/BKKBN Wihaji Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo 15. Menteri Pertanian & Kedaulatan Pangan Nama : Isnawati Hidayah Pekerjaan : Dosen Ekonomi Pembangunan di Universitas Negeri Malang Pendidikan : S1 Ekonomi Pembangunan, Universitas Negeri Malang; S2 Ekonomi, Belanda; S3 Ekonomi Pembangunan dan Kesehatan Masyarakat di Sapienza Università di Roma di Italia dan Universiteit Leiden di Belanda Membayangi: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono Website kabinet bayangan https://kabinetbayangan.id/ . https://adajuga.com/kabinet-bayangan/ Navigasi pos Dibuka Pendaftaran Tamtama TNI AL Tanggal 15 Juli – 20 Agustus 2026, Cek Syarat dan Jadwalnya di Sini Heboh! Jakarta Jadi Pusat Perhatian Dunia, AC Milan vs Chelsea Live ke 70 Negara dari GBK!
# Apa Itu Kabinet Bayangan? Kabinet Bayangan adalah platform masyarakat sipil yang dibentuk untuk memperkuat pengawasan terhadap pemerintah sekaligus menghasilkan alternatif kebijakan yang berbasis riset, data, dan keahlian. Inisiatif ini mengadaptasi konsep shadow cabinet yang telah diterapkan di berbagai negara demokrasi seperti Inggris, Australia, dan Kanada, kemudian disesuaikan dengan konteks Indonesia. Kehadirannya dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan mekanisme checks and balances yang lebih kuat di tengah dinilai melemahnya fungsi pengawasan parlemen dan terbatasnya peran oposisi formal. Platform ini diinisiasi oleh koalisi masyarakat sipil lintas sektor dengan kepanitiaan yang dipimpin oleh Feri Amsari dan Ahmad Jilul QF. Seluruh anggota bekerja secara sukarela tanpa menerima gaji atau honorarium, sehingga diharapkan mampu menjaga independensi dari kepentingan politik maupun ekonomi. Keberadaannya juga ditegaskan sebagai inisiatif yang sepenuhnya konstitusional karena merupakan bentuk pelaksanaan hak warga negara untuk berserikat, menyampaikan pendapat, dan berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi, bukan sebagai pemerintahan tandingan. Dalam pelaksanaannya, Kabinet Bayangan akan menyusun riset, analisis kebijakan, policy brief, laporan publik, menyelenggarakan Shadow Hearing, mengembangkan Dashboard Publik untuk memantau janji pemerintah, serta menerbitkan laporan Alternative State of the Nation. Melalui berbagai kegiatan tersebut, platform ini menargetkan menjadi pengawas pemerintah yang kredibel sekaligus sumber alternatif kebijakan berbasis bukti bagi masyarakat, media, dan pembuat kebijakan. Pendanaan pada tahap awal berasal dari kontribusi sukarela para anggotanya, dengan rencana mengembangkan skema crowdfunding di masa depan. Selain itu, masyarakat dapat berpartisipasi baik sebagai Menteri Bayangan melalui proses seleksi terbuka maupun sebagai Tim Pendukung yang membantu riset, komunikasi publik, dan operasional organisasi. # Pembentukan Kabinet Bayangan Kabinet Bayangan Indonesia resmi diluncurkan pada tanggal 17 Juli 2026 oleh Koalisi Masyarakat Sipil, bertepatan dengan Hari Keadilan Internasional. Setelah pengumuman tersebut, kabinet yang terdiri dari 15 menteri sipil ini mengadakan rapat perdana sekaligus deklarasi tatap muka secara resmi pada tanggal 27 Juli 2026 di Cikini, Jakarta Pusat. Berikut adalah rincian lini masa pembentukannya: Mei – Juni 2026: Proses pendaftaran dan seleksi terbuka yang diikuti oleh 223 kandidat (121 pendaftar langsung dan 102 rekomendasi publik). 17 Juli 2026: Peluncuran resmi via platform digital kabinetbayangan.id sekaligus pengumuman 15 nama menteri terpilih. 27 Juli 2026: Deklarasi fisik dan penyelenggaraan rapat kabinet perdana di Cikini untuk merumuskan agenda pengawasan kebijakan. # Daftar Formasi Kabinet Bayangan dan Apa Tugasnya Kabinet Bayangan dirancang sebagai struktur yang ramping, strategis, dan berbasis urgensi nasional. Berbeda dengan kabinet pemerintahan yang mencakup seluruh kementerian, formasi ini hanya memprioritaskan sektor-sektor yang dinilai paling menentukan kualitas demokrasi, kesejahteraan masyarakat, dan masa depan Indonesia. Setiap menteri bertugas menjadi counterpart bagi kementerian terkait dengan melakukan pengawasan, evaluasi, analisis kebijakan, serta menyusun alternatif kebijakan yang berbasis bukti (evidence-based policy). Berikut formasi lengkap kabinet bayangan dan tugasnya. Kabinet Bayangan Indonesia 1. Menteri Sekretaris Negara Nama : Feri Amsari, S.H., M.H., LL.M. Pekerjaan : Pakar hukum tata negara, akademisi, dan aktivis hukum asal Indonesia. Saat ini, ia aktif bekerja sebagai dosen di Fakultas Hukum Universitas Andalas (Unand), Padang, Sumatera Barat. Pendidikan : S1 dan S2 Hukum Universitas Andalas, S2 Hukum di William & Mary Law School, Virginia, Amerika Serikat. Membayangi: Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari 2. Sekretaris Kabinet Nama : Ahmad Jilul Qur’ani Farid Pekerjaan : Direktur Eksekutif Masyarakat Transparansi Indonesia Pendidikan : S1 Hubungan Internasional, Universitas Airlangga Membayangi: Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya 3. Menteri Dalam Negeri & Keamanan Negara Nama : Armand Suparman Pekerjaan : Direktur Eksekutif di Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah Pendidikan : S1 dan S2 Hukum Tata Negara, Universitas Indonesia Membayangi: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago Kepala Kepolisian RI Listyo Sigit Prabowo Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto 4. Menteri Luar Negeri Nama : Shofwan Al-Banna Choiruzzad, Ph.D. Pekerjaan : Dosen Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Indonesia Pendidikan : S1 Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Indonesia; S2 International Studies di Meiji Gakuin University Jepang; S3 International Studies di Ritsumeikan University, Kyoto Jepang Membayangi: Menteri Luar Negeri Sugiono 5. Menteri Pertahanan Nama : Curie Maharani Savitri, Ph.D. Pekerjaan : Dosen Hubungan Internasional BINUS University Pendidikan : S1 Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Indonesia; S2 Manajemen Pertahanan ITB; S3 Defense Management and Leadership di Cranfield University, Inggris Membayangi: Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin 6. Menteri Hak Perempuan & Kelompok Marginal Nama : Khoirunnisa Nur Agustyati Pekerjaan : Mantan Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi Pendidikan : S1 Sosiologi di Universitas Indonesia; S2 Ilmu Politik di Universitas Indonesia Membayangi: Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai 7. Menteri Hukum & Kebijakan Negara Nama : Dr. Yance Arizona, S.H., M.H., M.A. Pekerjaan : Dosen Hukum Tata Negara, Universitas Gadjah Mada Pendidikan : S1 Hukum Universitas Andalas; S2 Hukum Tata Negara Universitas Indonesia; S2 Sosiologi Hukum di Instituto Internacional de Sociología Jurídica Spanyol; S3 Hukum dari Leiden Law School, Leiden University, Belanda. Membayangi: Menteri Koordinator Bidang Hukum Yusril Ihza Mahendra Menteri Hukum Supratman Andi Agtas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto Menteri PANRB Rini Widyantini Jaksa Agung ST Burhanuddin 8. Menteri Perekonomian, BUMN, Industri & Tenaga Kerja Nama : Dr. Media Wahyudi Askar, S.I.P., M.Sc., Ph.D. Pekerjaan : Dosen Manajemen dan Kebijakan Publik UGM Pendidikan : S1 Manajemen dan Kebijakan Publik (Ilmu Pemerintahan) UGM; S2 Public Policy and Management / Development Finance di The University of Manchester Inggris; S3 Development Policy and Management di The University of Manchester Inggris Membayangi: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita Menteri Perdagangan Budi Santoso Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani Menteri Koperasi Ferry Juliantono Menteri UMKM Maman Abdurrahman Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya Kepala Badan Pengelola BUMN Dony Oskaria 9. Menteri Keuangan & Tata Kelola Anggaran Nama : Bhima Yudhistira Adhinegara Pekerjaan : Direktur Eksekutif dan Pendiri Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Pendidikan : S1 Ekonomi UGM; S2 Finance dari University of Bradford, Inggris Membayangi: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa 10. Menteri Jaminan Perlindungan Lingkungan Hidup, Pelestarian Hutan, Flora Nusantara & Pembatasan Izin Pertambangan Nama : Iqbal Damanik Pekerjaan : Climate and Energy Manager Greenpeace Indonesia Pendidikan : S1 Komunikasi dan Studi Media, Universitas Sumatera Utara; S2 Ilmu Politik dan Pemerintahan, Universitas Indonesia Membayangi: Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Menteri ATR/BPN Nusron Wahid 11. Menteri Pendidikan & Kebudayaan Nama : Iman Zanatul Haeri Pekerjaan : Guru Sejarah di Madrasah Aliyah Al-Tsaqafah Jakarta Selatan; Kepala Bidang Advokasi Guru di Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Pendidikan : S1 dan S2 Pendidikan Sejarah di Universitas Negeri Jakarta Membayangi: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto Menteri Kebudayaan Fadli Zon Menteri Koordinator PMK Pratikno 12. Menteri Riset, Teknologi & Digital Nama : Nenden Sekar Arum Pekerjaan : Direktur Eksekutif SAFEnet Pendidikan : S1 Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Surakarta Membayangi: Menteri Sains dan Teknologi Brian Yuliarto Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid 13. Menteri Kesehatan Nama : Irma Hidayana, Ph.D. Pekerjaan : Dosen Commercial Determinants of Health di Hofstra University, New York Pendidikan : S1 Filsafat UGM; S2 Public Health, Montclair State University, Amerika Serikat; S3 Kesehatan dan Perilaku, Columbia University Amerika Serikat Membayangi: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin 14. Menteri Sosial & Layanan Dasar Nama : Nabiyla Risfa Izzati Pekerjaan : Dosen Hukum Ketenagakerjaan di Universitas Gadjah Mada Pendidikan : S1 Hukum di Universitas Gadjah Mada; S2 International Civil and Commercial Law di Leiden University, Belanda; S3 Business and Management di Queen Mary University of London, Inggris Membayangi: Menteri Sosial Saifullah Yusuf Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar Menteri Ketenagakerjaan Yassierli Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait Menteri Kependudukan/BKKBN Wihaji Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo 15. Menteri Pertanian & Kedaulatan Pangan Nama : Isnawati Hidayah Pekerjaan : Dosen Ekonomi Pembangunan di Universitas Negeri Malang Pendidikan : S1 Ekonomi Pembangunan, Universitas Negeri Malang; S2 Ekonomi, Belanda; S3 Ekonomi Pembangunan dan Kesehatan Masyarakat di Sapienza Università di Roma di Italia dan Universiteit Leiden di Belanda Membayangi: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono Website kabinet bayangan https://kabinetbayangan.id/ . https://adajuga.com/kabinet-bayangan/