Ranking 18 Partai Politik di Indonesia, PDIP Juara 1 dengan Perolehan Suara 16,72% Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merupakan partai politik terbesar di Indonesia berdasarkan hasil resmi Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 2024 yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Peta kekuatan politik di Indonesia terbagi secara jelas menjadi dua kelompok besar, yakni partai parlemen (lolos ambang batas parlemen/ Amandemen Parliamentary Threshold 4%) dan partai non-parlemen. Berikut pembahasan lengkap urutan partai politik di Indonesia dari yang memiliki perolehan suara terbesar hingga terkecil berdasarkan data KPU RI Keputusan Nomor 360 Tahun 2024. Info Belanja 100 Produk Terlaris di Shopee Minggu Ini # Kelompok 1: Partai Parlemen (Lolos DPR RI) Partai-partai dalam kelompok ini berhasil melampaui ambang batas 4% dan mendapatkan kursi di Senayan. Urutannya didominasi oleh partai berideologi nasionalis dan berbasis massa Islam. 1. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Perolehan Suara: 25.387.279 suara (16,72%) Ideologi: Nasionalis, Marhaenisme Karakteristik: Menjadi pemenang Pemilu tiga kali berturut-turut (2014, 2019, 2024). Memiliki basis massa kultural yang sangat kuat di Jawa Tengah, Bali, dan beberapa wilayah Indonesia Timur. 2. Partai Golongan Karya (Golkar) Perolehan Suara: 23.208.654 suara (15,28%) Ideologi: Nasionalis, Konservatisme Karakteristik: Partai senior yang menunjukkan pemulihan kekuatan yang signifikan. Memiliki kekuatan infrastruktur politik yang sangat merata di seluruh kabupaten/kota di Indonesia di luar Pulau Jawa. 3. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Perolehan Suara: 20.071.708 suara (13,22%) Ideologi: Nasionalis, Populisme Kanan Karakteristik: Didorong kuat oleh figuritas ketokohan sang pendiri. Menjadi pilar utama dalam koalisi pemerintahan saat ini setelah memenangkan Pilpres. 4. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Perolehan Suara: 16.115.655 suara (10,61%) Ideologi: Islam Moderat, Nasionalisme Religius Karakteristik: Partai berbasis massa Islam terbesar di Indonesia saat ini. Memiliki kedekatan sosiologis yang sangat erat dengan basis massa Nahdlatul Ulama (NU), khususnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah. 5. Partai NasDem Perolehan Suara: 14.660.516 suara (9,65%) Ideologi: Nasionalis, Liberalisme Ekonomi Karakteristik: Terkenal dengan gerakan perubahan dan politik tanpa mahar. Berhasil mengamankan ceruk suara kuat di Sumatra dan Indonesia Timur. 6. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Perolehan Suara: 12.781.353 suara (8,42%) Ideologi: Islamisme, Konservatisme Religius Karakteristik: Memiliki struktur kaderisasi yang paling militan dan solid di Indonesia. Basis suara terbesarnya terkonsentrasi di wilayah urban dan metropolitan seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat. 7. Partai Demokrat Perolehan Suara: 11.283.160 suara (7,43%) Ideologi: Nasionalis-Religius, Sentris Karakteristik: Pernah menjadi partai pemenang di era transisi demokrasi 2009. Memiliki basis loyalitas pemilih yang tersebar di wilayah Pacitan, Jawa Timur, dan sebagian Sumatra. 8. Partai Amanat Nasional (PAN) Perolehan Suara: 10.984.003 suara (7,23%) Ideologi: Nasionalis Amanat Rakyat, Islam Moderat Karakteristik: Secara historis dekat dengan organisasi Muhammadiyah. Namun, saat ini sukses bertransformasi menjadi partai yang lebih inklusif dan populer di kalangan pemilih muda dan publik figur. # Kelompok 2: Partai Non-Parlemen (Tidak Lolos DPR RI) Kelompok ini diisi oleh partai politik yang tidak mampu menembus ambang batas parlemen 4%, sehingga tidak mendapatkan kursi di DPR RI pusat. 9. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Perolehan Suara: 5.878.777 suara (3,87%) Ideologi: Islam Konservatif Karakteristik: Menjadi catatan sejarah karena untuk pertama kalinya sejak era Orde Baru, partai berlogo Ka’bah ini gagal melenggang ke Senayan akibat penurunan basis suara tradisionalnya. 10. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Perolehan Suara: 4.260.169 suara (2,81%) Ideologi: Sosial Demokrasi, Progresif Karakteristik: Berfokus pada ceruk pemilih generasi muda (Millennial dan Gen Z) serta mengusung agenda anti-korupsi dan intoleransi. 11. Partai Perindo Perolehan Suara: 1.955.154 suara (1,29%) Ideologi: Nasionalis, Populisme Ekonomi Karakteristik: Memiliki modal kapital besar dengan dukungan eksposur media massa nasional yang masif, namun masih kesulitan mengonversi popularitas menjadi suara elektoral. 12. Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Perolehan Suara: 1.281.991 suara (0,84%) Ideologi: Islam Makarti, Nasionalis Religius Karakteristik: Partai baru pecahan dari kader-kader lama PKS yang mengusung narasi arah baru Indonesia menjadi kekuatan global. 13. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Perolehan Suara: 1.094.599 suara (0,72%) Ideologi: Nasionalis Karakteristik: Mengalami penurunan performa elektoral yang drastis dibandingkan dua pemilu sebelumnya akibat konflik internal partai. 14. Partai Buruh Perolehan Suara: 972.910 suara (0,64%) Ideologi: Sosial Demokrasi, Kesejahteraan Pekerja Karakteristik: Partai yang dihidupkan kembali oleh koalisi serikat pekerja nasional untuk membawa aspirasi kelas pekerja dan buruh ke ranah kebijakan publik. 15. Partai Bulan Bintang (PBB) Perolehan Suara: 484.487 suara (0,32%) Ideologi: Islamisme, Nasionalis Islami Karakteristik: Partai penerus ideologis dari Masyumi, yang mengandalkan figur pakar hukum tata negara namun terus mengalami penyusutan suara dari pemilu ke pemilu. 16. Partai Garda Republik Indonesia (Garuda) Perolehan Suara: 406.884 suara (0,27%) Ideologi: Nasionalis Karakteristik: Bergerak senyap di tingkat akar rumput dan administratif, tetapi minim dalam kampanye publik skala besar nasional. [20, 24, 31] 17. Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Perolehan Suara: 326.803 suara (0,21%) Ideologi: Nasionalisme Nusantara Karakteristik: Partai baru yang didirikan oleh sejumlah loyalis mantan petinggi Demokrat, berfokus pada isu kebudayaan gotong royong nusantara. 18. Partai Ummat Perolehan Suara: 302.541 suara (0,20%) Ideologi: Islamisme, Anti-Kezaliman Karakteristik: Menjadi partai politik terkecil secara elektoral dalam Pemilu nasional saat ini. Partai ini didirikan oleh tokoh reformasi nasional setelah berpisah jalan dari PAN. # Tabel Ringkasan Kekuatan Partai Politik Indonesia Demikian peta kekuatan partai politik di Indonesia yang menggambarkan dinamika demokrasi yang dinamis. Hasil pemilu ini tidak hanya menentukan siapa yang berhak duduk di kursi parlemen, tetapi juga menjadi cerminan dari pergeseran aspirasi dan kepercayaan masyarakat terhadap arah masa depan bangsa. — Arya Wiranegara Sumber : https://adajuga.com/politik/ . Navigasi pos Tangkas Motor Listrik : Kupas Tuntas Sepeda Motor Listrik Lokal Indonesia Mendikdasmen : Insyaallah tahun 2027 nanti akan ada rekrutmen pustakawan melalui skema PNS