Mimpi yang dulu menyalakan lentera hati, kini terasa semakin redup, tertutup kabut hitam kenyataan Mimpi yang dulu menyalakan lentera hati, kini terkadang terasa semakin redup. Harapan yang pernah membuat kita bersemangat perlahan tertutup oleh kabut hitam kenyataan: kegagalan, kekecewaan, kehilangan arah, dan berbagai ujian hidup. Namun ingatlah, pudar bukan berarti padam. Sebuah cahaya kecil tetap memiliki kemampuan untuk menerangi jalan yang gelap. Begitu juga dengan mimpi — meskipun tertutup oleh rasa lelah dan keadaan, ia masih bisa dinyalakan kembali. Banyak orang berhenti bukan karena mereka tidak mampu, tetapi karena mereka terlalu lama menatap rintangan hingga lupa bahwa mereka pernah memiliki tujuan. Padahal perjalanan menuju keberhasilan hampir selalu melewati jalan yang penuh keraguan. Kenyataan memang bisa mengubah cara kita bermimpi. Tetapi jangan biarkan kenyataan membunuh alasan mengapa kita memulai. Mungkin langkah kita harus lebih lambat, mungkin jalannya berbeda dari rencana awal, tetapi selama hati masih memiliki keyakinan, masih ada kesempatan untuk bangkit. Kadang hidup tidak meminta kita menjadi orang yang tidak pernah jatuh. Hidup hanya meminta kita memiliki keberanian untuk kembali berdiri. Ambil kembali lentera itu. Bersihkan kabut yang menutupinya. Mungkin cahaya mimpi itu tidak sebesar dulu, tetapi satu nyala kecil yang dijaga dengan tekad dapat tumbuh menjadi api yang menerangi masa depan. Karena mimpi yang diperjuangkan dengan sabar tidak akan pernah benar-benar hilang. Sumber : https://adajuga.com/mimpi-yang-dulu-menyalakan-lentera-hati/ *** Navigasi pos Kadang yang paling menyakitkan bukan kehilangan dunia, tapi kehilangan nyala api dalam diri 7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif