Jangan berduka, apa pun yang hilang darimu akan datang kembali dalam bentuk yang lain

Kalimat bijak dari seorang tokoh penasihat spiritual, Jalaluddin Rumi, berbunyi: “Jangan berduka, apa pun yang hilang darimu akan datang kembali dalam bentuk yang lain.” Kalimat ini bukan sekadar kata-kata penghibur yang kosong, melainkan sebuah fakta kehidupan yang sering kita lupakan saat sedang bersedih.

Mari kita pahami bersama mengapa kita tidak perlu meratapi kehilangan secara berlebihan melalui penjelasan sederhana berikut.

1. Rezeki dan Kebahagiaan Punya Banyak Jalan

Sering kali kita merasa bahagia hanya bisa datang dari satu sumber saja, misalnya dari pekerjaan saat ini atau dari seseorang yang kita cintai. Padahal, pintu kebahagiaan itu ada banyak sekali.

– Ketika Anda kehilangan sebuah pekerjaan, bisa jadi itu adalah jalan pembuka untuk mendapatkan usaha mandiri yang lebih berkah.

– Ketika Anda kehilangan barang yang disayangi, gantinya bisa berupa kesehatan yang pulih atau keharmonisan keluarga yang nilainya jauh lebih mahal.

2. Belajar Mengikhlaskan untuk Menerima yang Baru

Bayangkan tangan Anda sedang menggenggam erat sebuah batu kerikil. Selama Anda tidak mau membuka genggaman dan membuang batu itu, Anda tidak akan pernah bisa menerima pemberian berupa sebongkah emas.

– Kehilangan memaksa kita untuk membuka “genggaman” tangan kita.

– Hanya dengan hati yang ikhlas dan tangan yang lapang, kita bisa punya tempat untuk menerima berkah baru yang sedang berjalan menuju kita.

3. Hidup Ini Berputar Seperti Roda

Tidak ada kesedihan yang abadi, sebagaimana tidak ada kesenangan yang terus-menerus. Kehilangan adalah bagian dari perputaran roda kehidupan tersebut.

– Saat sesuatu pergi dari hidup Anda, itu adalah tanda bahwa tugas hal tersebut dalam mendewasakan Anda sudah selesai.

– Tugas Anda selanjutnya adalah bersiap menyambut hal baru yang akan datang mengisi kekosongan tersebut.

Menangis dan merasa sedih saat kehilangan adalah hal yang sangat manusiawi. Namun, jangan sampai rasa duka membuat Anda menutup mata dari kebaikan-kebaikan lain di sekitar Anda. Percayalah pada hukum alam: setiap ada yang pergi, pasti akan ada yang datang menggantikan.