Terlaris 1 di Shopee! 10 Saham Terbaik dan Terlaris dengan Fundamental Kuat Kamu mungkin pernah mendengar istilah “saham blue chip” dalam dunia investasi. Saham blue chip sering dianggap sebagai pilihan aman bagi pemula karena berasal dari perusahaan besar dan stabil yang memiliki rekam jejak keuangan yang kuat. Di Indonesia, saham-saham ini menjadi primadona karena likuiditasnya tinggi dan sering membagikan dividen. Saham blue chip adalah aset investasi yang paling dicari, dan ini bukan tanpa alasan. Saham-saham ini biasanya berasal dari perusahaan-perusahaan raksasa yang sudah teruji oleh waktu, memiliki fundamental yang kokoh, dan sering menjadi pemimpin pasar di sektornya. Mengenal 10 Saham Blue Chip yang Kuat & Likuid di Indonesia 1. Telekomunikasi Indonesia (TLKM) TLKM adalah perusahaan telekomunikasi milik negara yang mendominasi pasar di Indonesia. Perusahaan ini memiliki infrastruktur jaringan yang paling luas, mencakup layanan seluler (Telkomsel), internet broadband (IndiHome), dan layanan bisnis lainnya. TLKM dikenal karena stabilitasnya dan sering membagikan dividen yang konsisten, menjadikannya salah satu pilihan favorit investor yang mencari pendapatan pasif jangka panjang. Info Belanja Cicilan Online Murah Motor HP Laptop TV Mesin Cuci Kompor Gas Springbed Dll 2. Astra International Tbk (ASII) ASII adalah sebuah konglomerat raksasa yang bergerak di berbagai sektor strategis, termasuk otomotif, jasa keuangan, alat berat, agribisnis, infrastruktur, teknologi informasi, dan properti. ASII merupakan distributor utama merek-merek otomotif terkemuka seperti Toyota, Daihatsu, dan Isuzu. Diversifikasi bisnisnya membuat ASII lebih tahan terhadap fluktuasi ekonomi di satu sektor. Kinerjanya sering kali menjadi cerminan dari kondisi perekonomian makro Indonesia. 3. Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau biasa disingkat menjadi BRI, adalah sebuah badan usaha milik negara Indonesia yang bergerak di bidang perbankan mikro. Pemerintah Indonesia memegang mayoritas saham perusahaan ini melalui Danantara. Fundamentalnya yang kuat sering menjadi pilihan investor untuk berinvestasi jangka panjang. 4. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Anak perusahaan dari Indofood Sukses Makmur (INDF) ini adalah pemimpin pasar di industri makanan kemasan, terutama mi instan dengan merek legendaris Indomie. Bisnis ICBP dianggap defensive atau tahan krisis karena produknya merupakan kebutuhan pokok yang terus dibeli oleh masyarakat, terlepas dari kondisi ekonomi. Stabilitas permintaan ini membuat saham ICBP banyak menjadi pilihan sebagian investor untuk jangka panjang. 5. GOTO Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) GOTO adalah gabungan dari dua perusahaan teknologi terkemuka, Gojek dan Tokopedia. Perusahaan ini memiliki ekosistem digital yang sangat luas, mencakup transportasi daring, pengiriman makanan, e-commerce, dan layanan keuangan digital (GoTo Financial). Meskipun masih mencetak kerugian dalam perjalanannya menuju profitabilitas, GOTO dikenal memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang yang besar seiring dengan adopsi digital yang terus meningkat di Indonesia. 6. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) AMRT adalah pemilik jaringan minimarket Alfamart yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan ribuan gerai, perusahaan ini memiliki jangkauan yang sangat luas dan menjadi pemimpin di sektor ritel modern. Bisnisnya stabil dan tidak terlalu sensitif terhadap pergerakan ekonomi makro. Ekspansi gerai yang terus dilakukan sering dianggap menjadi potensi pertumbuhan yang berkelanjutan. 7. PT United Tractors Tbk (UNTR) Sebagai distributor alat berat Komatsu, UNTR memegang peranan penting dalam sektor pertambangan, konstruksi, dan kehutanan. UNTR juga memiliki lini bisnis di bidang pertambangan batu bara dan emas. Kinerjanya sering kali sejalan dengan kondisi industri komoditas dan proyek infrastruktur di Indonesia. Perusahaan ini dikenal karena fundamentalnya yang solid dan sering membagikan dividen yang tinggi. 8. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Mirip dengan ADRO, ITMG adalah perusahaan tambang batu bara besar yang berorientasi ekspor. Perusahaan ini memiliki manajemen operasional yang efisien dan dikenal sebagai salah satu yang paling konsisten dalam membagikan dividen. 9. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) INKP adalah salah satu produsen kertas dan pulp terbesar di dunia. Perusahaan ini memiliki pabrik yang terintegrasi penuh, mulai dari pengelolaan hutan hingga produksi akhir. INKP menguasai pangsa pasar yang besar baik di dalam negeri maupun ekspor. Stabilitas permintaannya, terutama dari sektor industri kemasan dan percetakan, menjadikannya digemari oleh beberapa investor. 10. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) MDKA adalah perusahaan pertambangan tembaga dan emas. Dengan cadangan yang signifikan dan proyek-proyek eksplorasi yang terus berjalan, MDKA memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang yang kuat. Kinerjanya sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga logam global. MDKA mewakili pilihan yang menarik bagi investor yang ingin mengambil eksposur ke sektor logam berharga. Daftar Lengkap Saham Blue Chip Per 2 Februari 2026 – 30 April 2026 Sektor Perusahaan Rasio Free Float Perbankan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) 42,74% PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) 39,27% PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) 37,47% PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) 40,26% PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 46,04% FMCG PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) 19,47% PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) 48,24% PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) 41,72% PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) 14,05% Energi & Bahan Tambang PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) 28,67% PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) 12,30% PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 32,53% PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) 20,42% PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) 43,03% PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) 34,20% PT Vale Indonesia Tbk (INCO) 20,40% PT United Tractors Tbk (UNTR) 35,15% PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) 23,44% PT Bukit Asam Tbk (PTBA) 32,76% PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) 10,91% Saham Sektor Infrastruktur dan Teknologi PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) 47,21% PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) 32,82% PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) 76,92% PT Indosat Tbk (ISAT) 16,33% EMTK (PT Elang Mahkota Teknologi Tbk) 26,96% PT XL Axiata Tbk (EXCL) 30,57% Sektor Lainnya PT Astra International Tbk (ASII) – Sektor Otomotif dan Jasa Keuangan 44,30% PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) – Perdagangan & Distribusi 32,64% PT Barito Pacific Tbk (BRPT) – Petrokimia 27,20% PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) – Kertas 39,65% PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) – Farmasi 38,39% PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) – Pertambangan 47,78% PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) – Pertambangan 11,97% PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) – Pertambangan 18,81% PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) – Pertambangan 18,69% PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) – (Barang Konsumen Primer) 34,14% PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) – Pertambangan 34,84% PT Ciputra Development Tbk (CTRA) – Properti 42,84% PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) – Barang Konsumen Primer 41,03% PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) – Barang Konsumen Non Primer 49% PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) – Basic Material 26,77% PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) – Barang Konsumen Non Primer 14,93% HEAL (PT Medikaloka Hermina Tbk) 53,39% NCKL (PT Trimegah Bangun Persada Tbk) 10,44% PT United Tractors Tbk (UNTR) 35,15% PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) – Barang Baku 48,53% Daftar ini adalah gambaran umum dan dapat berubah. Daftar ini bukanlah daftar rekomendasi atau ajakan untuk membeli maupun menjual saham tersebut. Beberapa saham mungkin masuk atau keluar dari daftar LQ45 setiap periode tertentu. Untuk keputusan investasi, selalu periksa data fundamental dan berita terbaru dari perusahaan yang kamu minati. Kamu bisa mendapatkan hal tersebut di fitur Insight dari aplikasi online trading Maybank Trade ID. Apakah kamu sudah siap untuk menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi Indonesia? Mulailah perjalanan investasimu sekarang juga bersama Maybank Trade ID. Yuk, download aplikasi Maybank Trade ID sekarang! Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset dan konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional sebelum berinvestasi. (maybanktrade) Navigasi pos Emas Lagi Turun Seminggu Ini! Ternyata Ini Biang Kerok di Baliknya